
Pagi hari yang cerah tapi tak secerah hati Luna karena ia masih sedih dan masih memikirkan tentang Lula. Ia tak ingin berpisah dengan Lula. Luna duduk di tepi ranjang ia termenung menatap foto pernikahannya dengan Arkan.
"Mas, sebenarnya aku masih cinta sama kamu. Andai kita masih bersama pasti aku tidak akan sedih seperti ini." batin Luna dalam hati
Sementara itu Lula sudah keluar dari kamar. Namun ia masuk lagi ke dalam kamar. Mata nya melirik ke sana ke mari mencari sesuatu. Luna yang menyadari itu langsung bertanya apa yang sedang di cari Lula.
"Lula sayang, kamu cari apa sih, dari tadi Mama lihat kamu kayak cari sesuatu?" tanya Luna
"Iya Ma, Lula lagi cari gelang pemberian Papa. Gelang itu di kasih Papa waktu kita pergi ke pasar malam. Lula sangat sayang sama gelang itu. Mama lihat gak gelang nya?" tanya Lula
"Mama gak lihat. Emang Lula letak di mana gelang nya?" tanya Luna sembari mencari gelang yang di maksud Lula.
"Lula semalam letakan di sini." jawab nya dengan menunjukkan meja rias Mama nya.
"Ya udah sekarang kita berangkat dulu ke sekolah. Gelang nya nanti Mama suruh Sus yang cari."
"Iya Ma." jawab Lula mereka kemudian keluar dari kamar. Sebelum berangkat mereka pamit dulu.
Bayu dan Rahma lagi duduk di teras dengan dua kopi susu di meja. Mereka tampak serius berbicara.
"Ma, Pa kita pamit dulu ya." ucap Luna
__ADS_1
"Luna, Mama sama Papa mau bicara sebentar sama kamu."
"Lula sayang, Lula tunggu di mobil dulu ya sebentar Mama mau bicara dulu sama Nenek dan Kakek." pinta Luna dan Lula menurut ia pergi masuk ke mobil menunggu Luna.
"Sayang, soal perceraian kamu sama Arkan, jangan kamu kasih tahu dulu sama Lula. Kasian dia kalau tau kalian udah berpisah.'' ucap Rahma
"Iya Ma, rencana nya aku juga gak mau kasih tau Lula kalau aku dan Papa nya udah benar-benar berpisah." jawab Luna
"Iya sayang kamu gak usah khawatir Papa udah telepon Om Mario untuk urus hak asuh Lula biar Lula tinggal sama kamu."
"Makasih ya Ma, Pa sudah selalu ada untuk aku. Maaf jika selama ini Luna selalu mengecewakan kalian. Luna janji setelah ini Luna akan selalu nurut sama kalian." ucap Luna
Lula yang berada di dalam mobil gelisah karena ia takut telat berangkat sekolah nya.
Luna menoleh ke arah Lula. "Iya bentar sayang ini Mama udah selesai ngobrol nya." jawab Luna
"Ya udah Ma, Pa kita berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum." pamit Luna
"Waalaikumsalam, kalian hati-hati. Bawa mobil nya pelan-pelan saja." pesan Rahma
Luna masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju sekolahan Lula. Di sepanjang perjalanan Luna hanya diam tak
__ADS_1
ada obrolan di antara ia dan Lula. Begitu juga dengan Lula ia terus melihat pergelangan tangan kiri nya. Biasanya ia selalu memainkan gelang itu tapi kali ini tidak karena gelang pemberian Papa nya hilang.
"Ma, nanti Mama bantu cariin ya gelang Lula?" pinta Lula pada Luna
Luna melirik kearah Lula sekilas "Emang gelang itu berarti banget ya buat Lula? sampai-sampai Lula sedih seperti itu?" tanya Luna sembari fokus menyetir mobil nya.
"Iya, gelang itu kan Papa yang belikan. Kalau Lula kangen sama Papa Lula bisa lihat gelang itu. Andai Papa tidak menikah sama Tante jahat itu, pasti sekarang Papa yang antar Lula ke sekolah. Mama kenapa sih Mama gak balikan aja sama Papa, kan sekarang Papa udah gak sama Tante jahat itu lagi?" tanya Lula
Luna terdiam pertanyaan dari Lula barusan tak bisa ia jawab. Ia tak sanggup mengatakan kalau ia dan Papa nya sudah benar-benar berpisah. Ia tak mau Lula sedih karena hal itu.
"Ma, jawab dong kok Mama diam aja sih?" tanya Lula
"Nanti Mama jawab kalau Lula sudah mengerti. Saat ini Mama belum bisa jawab. Nanti kalau Lula sudah besar Mama cerita kan semua nya sama Lula." jawab Luna
"Kenapa sih anak kecil tidak boleh tau urusan orang besar? Lula kan penasaran Ma, Kenapa Mama gak cerita aja sama Lula sekarang?kenapa harus tunggu Lula besar?" tanya Lula lagi
"Udah Lula stop tanya-tanya seperti itu. Mama bingung jawab nya. Udah sekarang Lula fokus aja sekolah gak usah mikirin itu." bentak Luna membuat Lula kaget di buat nya hingga membuat nya menangis.
"Mama jahat Mama gak sayang sama Lula." ucap Lula
Luna memberhentikan mobilnya karena mereka sudah tiba di sekolahan Lula. Lula turun dari mobil dengan wajah cemberut. Luna berusaha membujuk Lula namun saat ia turun Lula sudah lebih dulu masuk ke sekolah nya karena bel masuk sudah berbunyi.
__ADS_1
"Maafin Mama ya sayang." ucap Luna dengan menatap Lula yang berjalan menuju kelas nya. Setelah Lula hilang dari pandangan nya, Lula masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju tempat kerja nya.