Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 9


__ADS_3

Sebelum nya Luna sudah pergi ke rumah orang tua nya yang lama namun kata orang-orang di sana mereka sudah lama pindah. Dan kebetulan ada yang mengenal Mama nya Luna dan ia tau di mana keluarga nya pindah.


Dan hari ini ia pergi bersama Lula ke rumah orang tua nya yang baru. Sebenar nya Luna masih takut ketemu orang tua nya, karena masa lalu nya bersama mereka. Dengan tekad yang kuat Luna memberanikan diri untuk bertemu orang tua nya.


Sekarang ia sudah berada di depan rumah orang tua nya, dengan menggandeng tangan Lula, Luna memasuki halaman rumah yang cukup besar itu. Tiba nya di depan pintu ia langsung mengetuk pintu.


Seseorang membuka pintu tapi Luna tak mengenali nya.


"Cari siapa ya Mbak?" tanya seseorang itu


"Saya mau cari Pak Bayu dan Buk Rahma apa mereka ada di dalam?" jawab Luna


"Oh nyonya dan tuan mereka lagi ada di ruang tengah lagi mengobrol bersama anak-anak nya." jawab seseorang tersebut


"Oh begitu apa boleh saya masuk?" tanya Luna


"Iya boleh silakan Mbak." jawab seseorang tersebut lalu ia mempersilakan Luna untuk berjalan duluan.


"Assalamu'alaikum." ucap Luna


"Waalaikumsalam." jawab mereka serentak dan saat mereka menatap seseorang yang mengucapkan salam barusan mereka sungguh kaget Karena Luna tiba-tiba ada di hadapan mereka.


"Luna? Ini beneran kamu sayang?" tanya Mama dengan antusias karena ia tak percaya Luna yang ia cari selama ini ada di hadapan nya.


"Iya Ma ini aku." jawab Luna kemudian ia memeluk Mama nya dengan tangis pecah.


"Mama kangen banget sama kamu sayang, kamu kemana aja sih?" tanya Mama dengan tangis pecah.


Luna melepaskan pelukan nya ia kemudian menatap Mama nya. Ia tak menyangka Mama nya masih mau menerima nya walaupun ia sudah membuat Mama nya kecewa.


Setelah puas memeluk Mama nya Luna kemudian memeluk Papa nya.


"Pa, maaf kan Luna, maafkan Luna telah membuat Papa kecewa." ucap Luna dengan memeluk Papa nya erat.


Papa melepaskan pelukan nya di tatap nya Luna dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Papa sudah memaafkan kamu." ucap Bayu dan Luna tersenyum senang mendengar nya.


Setelah kangen-kangenan dengan Papa dan Mama nya Luna kemudian bergantian memeluk Kakak-kakak nya. Setelah itu ia memperkenalkan Lula pada mereka.


"Ma, Pa, Kak, kenal kan ini Lula anak aku dan Arkan." ucap Luna memperkenalkan Lula pada keluarga nya.


"Lula sayang ayo salam dulu sama Nenek, Kakek dan Tante nya."


Lula menuruti apa yang di suruh Luna ia kemudian bersalaman dengan Nenek dan Kakek nya serta Tante nya Kakak dari Mama nya.


"Papa Lula mana kok gak ikut ke sini?" tanya Bayu


"Lula gak tau Papa di mana mungkin sama Tante Windy. Lula benci Papa. Papa gak sayang Lula." jawab Lula dengan wajah kesal


Semua yang ada di sana bingung dengan apa yang di katakan Lula.


"Lula kenapa benci sama Papa?" tanya Rahma


"Papa lebih sayang sama Tante Windy. Papa gak sayang sama Lula dan Mama." jawab Lula lagi


"Sus, kamu bawa Lula main dulu saya mau bicara sebentar sama keluarga saya." perintah Luna pada Suster yang menjaga Lula.


"Lula sayang Lula main dulu ya sama Suster. Mama mau bicara dulu sebentar." ucap Luna dan Lula mengangguk ia kemudian pergi keluar bersama Suster nya.


"Apa yang terjadi sayang, kenapa Lula sangat membenci Papa nya?" tanya Bayu penasaran


Luna terdiam sejenak setelah itu mulai menceritakan semua nya. Ia tidak ingin menutupi semua ini dari keluarga nya. Walaupun nanti Papa nya pasti bakalan marah pada nya.


"Aku dan Mas Arkan sebentar lagi akan berpisah." jawab Luna membuat keluarga nya kaget mendengar nya.


"Pisah? kenapa kalian mau berpisah?" tanya Rahma


Luna terdiam ia tak sanggup menceritakan ini pada keluarga nya. Lagi dan lagi saat mengingat itu Luna kembali menangis. Hati nya sungguh sakit apalagi mengingat perlakuan Arkan pada nya. Luna menangis tersedu-sedu ia kemudian memeluk Mama nya.


"Sayang ada apa? kenapa kamu menangis?" tanya Rahma bingung

__ADS_1


dengan menangis ia menjawab pertanyaan dari Mama nya. "Mas Arkan menikah lagi Ma." jawab Luna membuat semua yang ada di sana kaget.


"Arkan menikah lagi? Jadi selama ini kamu di poligami sama Arkan?" tanya Bayu dengan wajah emosi.


"Iya Pa." jawab Luna


"Kamu sih gak mau dengerin Papa. Coba aja dulu kamu dengerin Papa. Kejadian nya gak akan seperti ini. Di mana Arkan sekarang Papa mau bicara sama dia."


"Aku gak tau Pa. Semenjak kami bertengkar waktu itu, Mas Arkan pergi aku juga gak tau kemana." jawab Luna bohong ia sebenarnya tau Arkan dimana namun ia tak mau memberitahukan pada Papa nya karena takut Papa nya berbuat yang tidak-tidak.


"Kalau kamu gak mau kasih tau Papa, Papa akan cari tau sendiri." ucap Bayu kemudian pergi meninggalkan mereka semua.


"Ma, gimana ini aku gak mau Papa menemui Arkan. Aku gak mau masalah ini jadi lebih panjang." ucap Luna dengan raut wajah khawatir.


"Oh iya Tante Windy yang di maksud Lula itu, istri baru nya Arkan?" tanya Selly


"Iya Kak." jawab Luna dengan wajah sedih


Selly mendekat ke arah Luna ia kemudian memeluk Adik bungsu nya itu. Walaupun ia belum menikah tapi ia tau bagaimana perasaan nya Luna sekarang. "Kamu yang sabar ya, semua akan baik-baik saja. Kamu gak usah khawatir ada kita yang selalu lindungi kamu. Kalau ada apa-apa cerita saja sama Kakak, Kakak pasti bantu kamu." ucap Selly kemudian melepaskan pelukan nya dengan Luna.


"Iya Kak makasih." jawab Luna dengan tersenyum


"Sayang, kamu pasti capek istirahat dulu sana. Lula biar Mama yang jaga." ucap Rahma karena ia tau Luna pasti sangat capek. Di tambah lagi dengan masalah yang sedang di alami nya.


"Iya Ma, aku titip Lula ya Ma." jawab Luna kemudian ia pergi ke kamar yang telah di siap kan untuk nya.


-----------------


Sementara itu Arkan masih terus mencari keberadaan Luna dan Lula. Ia sangat menyesal dengan apa yang ia lakukan pada anak dan istri nya. Sudah berulang kali juga ia menelpon Luna, namun tak di angkat oleh Luna.


"Kalian kemana sih apa kalian gak tau aku khawatir sama kalian." Arkan berucap sendiri sembari menyetir mobil nya.


Di saat Arkan sibuk mencari Luna dan Lula. Windy lagi memikirkan bagaimana cara nya supaya ia bisa mendapatkan uang seratus juta dari Arkan.


"Aku harus cari alasan yang tepat supaya Mas Arkan bisa kasih aku uang seratus juta." Windy berucap sendiri di dalam kamar nya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2