
Hari berganti hari Luna sudah semakin membaik. Ia juga sudah tau siapa diri nya dan keluarga nya. Namun ia masih lupa dengan masa lalu pernikahan nya bersama Arkan.
"Yeay! sebentar lagi pagi rapot dan setelah itu libur. Lula senang sekali karena Mama sudah janji mau ajak Luka liburan." ucap nya seorang diri di kamar.
Lula mengambil buku di meja belajar nya. ia kemudian menulis sesuatu di buku itu.
Hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi Lula. Sekarang Mama sudah sembuh Mama sudah ingat lagi sama Lula. Dan kemarin Mama juga sudah janji sama Lula mau ajak Lula pergi liburan. Lula senang banget walaupun sekarang Lula tidak bisa ketemu Papa lagi. Tapi Lula berharap Mama bisa dapat ganti yang baru. Amin....
Lula menutup buku nya lalu ia meletakkan buku itu kembali di atas meja belajar nya.
......................
"Luna, sampai kapan kamu begini terus, kasian Lula dia masih butuh sosok Papa di hidup nya. Mama rasa sudah saatnya kamu cari pengganti Arkan." saran Rahma
"Ma, Luna belum siap. Mama kan tau Luna belum sembuh benar, Luna masih belum ingat masa lalu pernikahan Luna. Jadi Luna minta sama Mama jangan suruh Luna untuk nikah dulu. Lagi pula belum ada yang cocok buat jadi Papa nya Lula." tegas Luna
"Arga cocok kok jadi Papa nya Lula. Dia baik dan sayang sama kamu dan Lula. Apa kamu gak punya perasaan sama Arga?"
"Ma, Luna gak tau. Tapi setiap Luna dekat dengan Arga, Luna terasa nyaman sekali. Tapi Luna gak tau apa Luna cinta sama Arga atau enggak." jawab Luna
"Kamu pikirkan dulu. Apa pun keputusan kamu Mama selalu dukung kamu." ucap Rahma
__ADS_1
Luna tersenyum menatap Mama nya. Ia bingung dengan perasaan nya dengan Arga. Apakah ia cinta atau tidak sama Arga.
......................
"Capek tau gak, Mama lihat kamu seperti ini. Semenjak kamu pisah dari Luna, kamu jadi malas seperti ini. Sebenarnya kamu itu mau nya apa sih?" omel Dewi pada sang anak Arkan
"Aku capek Ma, buat apa aku kerja jika Lula tidak ada sama aku." Jawab Arkan
"Maka nya Mama bilang kamu ambil Lula dari Luna. Kamu sih gak tegas orang nya maka nya sampai sekarang kamu gak bisa dapatin Lula." omel Dewi dan Arkan hanya diam mendengar omelan dari Mama nya.
"Terserah Mama aku capek." jawab Arkan dan berlalu pergi.
......................
"Lula, kenapa diam?" Tanya Luna saat Lula hanya dia menatap nya.
"Lula kangen Papa Ma, dulu kita bertiga ngobrol-ngobrol dan ketawa seperti ini, tapi sekarang udah enggak lagi. Lula kangen Ma sama Papa. Ma, Mama nikah aja sama Om Arga. Lula senang karena Mama sama Om Arga. Om Arga baik sama Lula. Seperti nya Om Arga juga suka sama Mama."
"Mama mau tanya sama Lula, Lula tau enggak kenapa Mama bisa pisah sama Papa?" tanya Luna karena ia masih belum ingat kenapa ia berpisah dengan Arkan.
"Yang Lula tau Tante Windy udah rebut Papa dari kita." jawab Lula
__ADS_1
Luna menatap Lula bingung. Ia bingung siapa orang yang di maksud Lula. Karena penasaran dan mungkin Lula tidak tau, Luna akhirnya pergi menemui Mama nya untuk menanyakan perihal pernikahan nya bersama Arkan. Kenapa ia bisa berpisah sama Arkan? Dan siapa Windy? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang Luna ingin tanya kan pada Mama nya. Luna membiarkan Lula bermain sendiri di kamar nya. Sementara ia pergi keluar menemui Mama nya.
"Ma, Luna mau tanya Windy itu siapa? kata Lula, Windy itu telah merebut Papa nya dari dia. Maksudnya apa?" tanya Luna setelah ia duduk di ruang TV bersama Rahma.
"Windy itu dulu istri kedua nya Arkan. Saat kamu masih bersama Arkan kamu di dua kan oleh Arkan. Dia nikah lagi. Dan sekarang yang Mama tau mereka udah berpisah. " jelas Rahma
Luna terdiam ia memikirkan apa yang di cerita kan Mama nya. Ia sungguh lupa dengan pernikahannya bersama Arkan. Semenjak kecelakaan yang menimpa nya beberapa bulan lalu membuat memori nya bersama Arkan hilang.
"Luna sayang, kamu gak apa-apa?" tanya Rahma karena setelah mendengar cerita dari Mama nya ia hanya diam.
"Enggak apa-apa kok Ma." jawab nya ia kemudian pergi meninggalkan Mama nya.
......................
"Lun, kenapa sih kamu nolak aku? Apa aku bukan tipe kamu." Arga berbicara sendiri di teras rumah nya. Beberapa waktu lalu ia sempat mengutarakan cinta nya pada Luna. Namun Luna menolak nya. Alasan nya karena ia ingin pokus mengurus Lula.
Sementara itu di kamar nya Luna juga memikirkan Arga. Ia takut jika Arga memecat nya di kantor karena dia menolak cinta Arga.
"Jika memang Arga memecat aku, aku ikhlas. Tapi kalau aku gak kerja gimana cara aku dapat uang. walaupun masih ada Mama dan Papa yang kasih aku uang. Tapi aku gak mau selama nya menyusah kan mereka." Luna sedang bingung apa yang harus dia lakukan.
"Apa aku terima aja Arga. Lagi pula Arga juga baik. Dan dia juga sayang sama aku dan Lula."
__ADS_1
Bersambung