Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 28


__ADS_3

Hari ini Luna sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter karena kondisi nya sudah mulai membaik. Walaupun ia masih lupa ingatan.


Dery dengan sigap membantu Luna berjalan menuju parkiran mobil. Setelah mereka duduk di dalam mobil. Dery menjalankan mobil nya menuju rumah nya.


"Beby, gimana sebelum pulang kita mampir dulu ke taman tempat biasa kita nongkrong." ajak Dery namun Luna hanya diam. Ia tak memperdulikan Dery yang sedang berbicara dengan nya.


"Beby, kamu kenapa?" tanya Dery dengan melirik sekilas ke arah Luna


"Aku gak apa-apa. Kita pulang aja ya aku capek." jawab Luna tanpa menatap ke arah Dery


"Ya udah kalau itu mau kamu." jawab Dery


......................


"Lula sayang makanan nya di makan dong, entar Lula sakit kalau gak makan." bujuk Selly namun Lula hanya mengaduk-ngaduk kan makanan nya.


"Lula gak mau makan. Lula mau ketemu Mama." jawab nya ia kemudian pergi dari meja makan.


Selly menatap Mama dan Papa nya bergantian. Sudah tiga hari Lula gak mau makan setelah Luna belum juga pulang ke rumah. Bayu sudah mencari ke seluruh rumah sakit namun Luna tidak ada di sana. Begitu juga dengan Arga ia juga sudah mencari Luna ia sampai mencari rumah sakit yang berada di luar kota, namun tak ada pasien yang nama nya Luna. Walaupun ada itu bukan Luna yang mereka cari.


"Pa, gimana dong Papa sudah suruh anak buah Papa kan buat cari Luna?" tanya Rahma


"Iya Papa udah suruh mereka buat cari Luna, tapi sampai sekarang Papa belum dapat kabar dari mereka. Kita berdoa aja semoga Luna bisa di temukan." jawab Bayu


"Iya Pa, kasian Lula. Ya udah Selly ke kamar Lula dulu ya, Selly mau coba bujuk Lula biar dia mau makan."


"Iya sayang, kamu coba bujuk Lula ya, biar dia mau makan. Mama khawatir dengan keadaan nya, Mama gak mau dia sakit gara-gara gak mau makan." jawab Rahma


Selly pergi ke kamar Lula dengan membawa sepiring nasi dan segelas air putih.


Lula sedang duduk menatap foto Mama nya. Ia mengusap foto tersebut sembari berbicara.

__ADS_1


"Ma, Mama di mana Lula kangen sama Mama. Kenapa Mama tinggalin Lula. Ma, Mama pulang ya, Lula janji gak akan temuin Papa lagi. Tapi Mama pulang ya, Lula mohon Ma. Lula kangen banget sama Mama." ucap nya dengan mengusap foto Luna.


Selly yang berdiri di depan pintu kamar Lula menangis melihat Lula berbicara sendiri dengan foto Mama nya.


"Ya Allah kabulkan doa Lula. Pulang kan Adik hamba ke rumah. Kasian Lula dia sudah kangen sama Mama nya." gumam Selly dalam hati ia kemudian masuk ke dalam menemui Lula.


"Lula sayang, kita makan yuk Tante sudah bawa makanan kesukaan Lula nih." ucap Selly


"Enggak Lula gak mau makan. Tante keluar dari kamar Lula, Lula gak mau makan." jawab Lula dengan sedikit berteriak


"Gini deh kalau Lula mau makan, nanti Tante kasih hadiah buat Lula. Lula mau apa dari Tante?" Selly berusaha membujuk dengan memberi nya hadiah.


"Lula mau Mama. Lula gak mau hadiah." jawab nya kemudian keluar dari kamar nya meninggalkan Selly.


Selly meletakan piring dan gelas di atas meja ia kemudian mengejar Lula. "Lula, jangan lari-lari entar kamu jatuh." teriak Selly namun hal itu tak di perduli kan oleh Lula ia terus berlari namun saat ia berlari tak sengaja kaki nya kesandung sofa ruang tamu dan hal itu membuat kepala nya kebentur meja.


Hiks hiks hiks hiks


Selly segera menolong Lula ia membawa Lula duduk di sofa ruang tamu. "Tante kan udah bilang tadi jangan lari-larian entar jatuh." omel Selly dan itu membuat Lula semakin kencang menangis. Hingga membuat Rahma dan Bayu datang menghampiri mereka.


"Ini ada apa kenapa Lula nangis?" tanya Rahma


"Lula jatuh kesandung kursi dan kepala nye kebentur meja." jawab Selly


"Ya Allah, emang kalian ngapain sih sampai Lula jatuh seperti ini?" tanya Bayu


"Tadi Lula berlari karena Selly memaksa nya untuk makan." jawab Selly


Bayu mendekat ke arah cucu nya. Di peluk nya Lula dan usap nya kepala Lula yang sakit.


"Udah Lula jangan nangis lagi, lain kali Lula hati-hati ya." bujuk Bayu supaya Lula tidak menangis lagi. Namun hal itu tak membuat Lula berhenti menangis.

__ADS_1


"Lula udah dong jangan nangis lagi. Kepala Lula sakit ya? Ya udah kita ke rumah sakit aja yuk periksa."


"Enggak kepala Lula tidak sakit. Lula nangis karena Lula kangen sama Mama. Mama kok gak pulang sih, Nenek ayo telepon Mama." pinta Lula pada Rahma


"Nenek sudah berulang kali telepon Mama kamu, tapi Mama gak pernah angkat telepon Nenek." jawab Rahma


"Nenek bohong sama Lula. Lula benci semuanya. Kalian bohong sama Lula." ucap Lula ia kemudian masuk ke dalam kamar nya dan menguncinya dari dalam.


......................


"Ini rumah kita?" tanya Luna dengan mata nya melihat keseliling isi rumah.


"Iya ini rumah kita. Rumah hasil dari kerja keras kita berdua. Dan tau enggak rumah ini kamu lo yang pilih. Kata kamu rumah ini adalah rumah impian kamu." bohong Dery padahal nyatanya itu adalah rumah dia dan istri terdahulunya.


"Terus foto pernikahan kita mana, kok gak dipajang di sini?" tanya Luna lagi


Dery terdiam pertanyaan dari Luna membuat ia gelagapan. Bagaimana tidak Luna menanyakan foto pernikahan mereka. Sementara mereka hanya mantan pacar bukan suami istri.


"Apa yang harus aku lakukan, bagaimana ini?" gumam Dery


"Kenapa dima aja, aku mau lihat foto pernikahan kita?"


"Sebelum kamu kecelakaan foto pernikahan itu sempat jatuh dan kaca nya pecah jadi aku suruh Bibi buat ganti yang baru. Terus karena Bibi nya lagi pulang kampung foto nya aku gak tau di simpan Bibi di mana." jelas Dery dan hal itu membuat Luna percaya akan jawaban dari Dery.


"Oh gitu, ya udah aku mau ke kamar, kamar Kamar kita mana?" tanya Luna


"Kamar kita ada di atas. Kamu duluan aja nanti aku nyusul, aku mau ambil minum dulu." jawab Dery dan Luna menurut ia naik ke atas sementara Dery pergi dapur.


Luna membaringkan tubuh nya di kasur kamar tersebut. Ia sama sekali tak curiga dengan apa yang di kata kan Dery pada nya.


"Oh iya aku hampir lupa tanya sama Dery kenapa aku bisa kecelakaan, dari kemarin aku tanya sama dia belum di jawab oleh dia." gumam Luna seorang diri di kamar.

__ADS_1


__ADS_2