
Sebelum Arkan membuka pintu, ia mengintip dulu di jendela siapa orang yang ada di depan.
"Mereka siapa? kenapa mereka bisa ke sini?" Arkan bertanya-tanya dalam hati
Arkan kemudian membuka pintu namun belum juga Arkan bertanya siapa mereka, mereka sudah lebih dulu menerobos masuk kedalam.
"Hei siapa kalian kenapa kalian masuk begitu saja?" tanya Arkan sembari mengikuti beberapa orang tersebut.
"Kamu tidak perlu tau siapa kami. Kami ke sini untuk menjemput anak kecil yang ada di rumah ini." jawab laki-laki yang tangan kiri nya bertato.
Arkan menarik tangan laki-laki yang bertato tersebut ia kemudian memukul wajah laki-laki tersebut hingga membuat ia jatuh. Namun, laki-laki itu tak menyerah ia bangun dan memukul kembali wajah Arkan. Dan Arkan pun terjatuh. Sementara yang lain, membawa Lula pergi.
"Lepaskan Lula, Lula gak mau ikut Om. Papa tolong Lula!" teriak Lula, Arkan berusaha untuk bangun membantu Lula, namun ia tak bisa bangun karena perut nya sakit akibat di pukul oleh anak buah dari Bayu.
Setelah Lula masuk mobil mereka pun melajukan nya menuju rumah Bayu untuk mengantar Lula.
"Om lepasin Lula, Lula gak mau ikut Om." ucap Lula
"Lula gak usah takut Om orang baik kok, Om cuma di suruh Nenek sama Kakek buat jemput Lula. Kata mereka Mama nya Lula sakit, jadi Om di suruh buat jemput Lula." jelas laki-laki yang duduk di samping Lula.
__ADS_1
"Mama sakit? Om gak bohong kan sama Lula?" tanya Lula lagi
"Enggak Om gak bohong sama Lula.' jawab mereka lagi
Sementara itu di rumah Luna duduk di kursi dengan harap-harap cemas, bagaimana tidak sudah satu jam dia duduk di kursi itu. Namun, Lula belum juga pulang.
Tak lama kemudian sebuah mobil masuk ke halaman rumah. Luna segera berdiri ia menghampiri mobil yang baru datang tersebut.
"Mama?" teriak Lula setelah ia keluar dari mobil
Luna langsung memeluk Lula dengan erat. Ia sangat khawatir dengan keadaan Lula. Setelah puas memeluk Lula, Luna berjalan mendekati anak buah Papa nya itu.
"Sama-sama Mbak Luna." jawab mereka bersamaan
"Oh iya gimana keadaan Arkan, apa kalian memukulinya?" tanya Luna
"Iya Mbak Luna. Maaf kita terpaksa memukuli Papa nya Lula, karena jika tidak kita tidak bisa membawa Lula pulang ke rumah." jawab laki-laki yang bertato tersebut.
"Ya udah tidak apa-apa saya juga tidak peduli sama dia. Kalian boleh pulang sekali lagi makasih telah bawa Lula pulang ke rumah." jawab Luna
__ADS_1
"Iya Mbak Luna. Kalau gitu kami permisi." jawab salah satu dari mereka
Setelah mereka pergi Luna masuk ke menemui Lula karena tadi Lula sudah lebih dulu masuk ke dalam. Di ruang tengah sudah berkumpul semua keluarga. Luna yang baru masuk langsung duduk di dekat Lula.
"Sayang sebaiknya besok Luna tidak usah sekolah dulu. Papa takut nanti Arkan datang lagi bawa Lula." saran Bayu
Luna terdiam ia memikirkan saran dari Papa nya. "Saran Papa ada benar nya juga, sebaiknya besok Lula tidak sekolah dulu. Takut nanti nya Arkan datang lagi dan dia bawa Lula pergi lagi." batin Luna
"Atau gak gini aja Lula kita pindah sekolah aja dekat sini. Mungkin itu lebih baik dari pada Lula gak sekolah." saran Rahma
Mendengar itu, Lula langsung protes pada Mama nya. "Enggak Ma, Lula gak mau pindah sekolah. Lula sudah nyaman sekolah di sana. Lagi pula memang kenapa sih Lula harus pindah sekolah?"
Luna menatap Lula di genggam nya tangan Lula. "Lula sayang dengar kan Mama dulu. Kenapa Lula harus pindah sekolah? Karena selain dekat dengan rumah kita Mama juga gak mau Lula pergi seperti tadi tanpa pamit sama Mama." jelas Luna
"Kan tadi Papa sudah bilang sama Mama kalau Papa mau ajak Lula pergi. Dan kata Papa, Mama sudah izinkan Lula ikut sama Papa." jawab Lula
"Enggak Papa gak telepon Mama kok tadi.Lula tau gak Nenek tadi cariin Lula tadi, untung ada Pak satpam yang kasih tau kalau Lula ikut Papa. Pokoknya lain kali Lula gak boleh pergi sama siapa pun termasuk sama Papa. sebelum Lula izin dulu sama Mama."
Luna menundukkan wajah nya ke bawah. Tak lama ia menangis. " Maafkan Lula Ma, Lula sudah bikin Mama khawatir. Lula janji kalau Papa mau ajak Lula pergi, Lula izin dulu sama Mama. Maafkan Lula ya Ma.'' ucap Lula dan ia langsung memeluk Mama nya.
__ADS_1
bersambung