
Deri masih berada di ruangan Luna ia masih setia menunggu sampai Luna sadar. Tangan nya tak sekali pun ia lepas dari tangan Luna.
"Beby bangun aku kangen sama kamu. Aku mohon Baby bangun." ucap Deri
Baby adalah panggilan kesayangan Deri untuk Luna waktu ia masih berpacaran dengan Luna.
"Beby aku harap kamu segera sadar karena aku mau kita bersama lagi seperti dulu." ucap Dery sembari mengusap kepala Luna.
Tak lama kemudian Luna sadar, Dery langsung memanggil Dokter untuk memeriksa Luna.
"Gimana Dok keadaan Luna?" tanya Dery
"Alhamdulillah keadaan pasien baik sekarang kita tinggal tunggu ia sehat aja. Walaupun nanti ia tidak ingat siapa dirinya dan keluarga nya." jawab Dokter
"Baik Dok, terimakasih." ucap Dery
Setelah Dokter keluar Dery mencoba untuk mengobrol dengan Luna.
"Beby gimana keadaan kamu? apa kamu masih ingat sama aku?" tanya Dery
"Aku di mana? dan kamu siapa?" tanya Luna dengan memegang kepala nya yang di perban.
"Kamu di rumah sakit, tadi sore kamu mengalami kecelakaan." jawab Dery
"Kecelakaan?" tanya Luna ia berusaha mengingat kejadian yang terjadi pada nya namun ia tak bisa karena jika mengingat itu kepala nya menjadi pusing.
"Udah jangan di paksakan. Sekarang kamu istirahat aja." ucap Dery
Luna menatap Dery dengan serius ia berusaha mengingat siapa laki-laki yang ada di depan nya ini.
"Kamu belum jawab pertanyaan dari saya kamu siapa?" tanya Luna
"Aku Dery suami kamu dan kamu Baby istri aku. Baby adalah nama kamu." bohong Dery
"Jadi kita suami istri? terus keluarga aku mana?" tanya Luna lagi
"Mereka ada di luar negeri dan tadi aku udah telepon dan kasih kabar kalau kamu kecelakaan. Dan kata nya mereka akan segera pulang setelah pekerjaan mereka di sana selesai." jelas Dery
......................
__ADS_1
"Gimana Om apa di sini ada pasien yang namanya Luna?" tanya Arga pada Bayu
"Om sudah tanya pasien atas nama Luna tidak ada di sini." jawab Bayu dengan raut wajah lelah serta khawatir dengan keadaan anak nya Luna.
......................
"Ya Allah selamat kan anak hamba, pertemukan kami dengan dia. Jika memang dia selamat tolong pulang kan dia ke rumah ini." doa Rahma setelah ia selesai sholat
"Luna sayang kamu di mana, kenapa kamu bisa menghilang seperti ini." ucap Rahma dengan tangis pecah karena sebelumnya Bayu sudah memberi tahu nya bahwa Lula tidak ada di tempat kejadian. Hanya ada mobil nya yang sudah hancur.
Setelah di bujuk oleh Rahma Lula akhirnya tidur. Sebelum nya ia menangis meminta Mama nya untuk pulang.
......................
"Ya Allah Luna kamu di mana? Ya Allah temukan kami dengan Luna." ucap Arga sembari jalan menyusuri rumah sakit.
"Gimana Arga apa Luna ada di rumah sakit ini?" tanya Bayu
"Tidak ada Om. Luna di bawa ke mana ya Om sudah tiga rumah sakit kita datangi tapi Luna tidak ada di sana. Gimana ini Om apa kita pulang aja dulu besok kita lanjutkan lagi cari Luna nya."
"Iya sebaiknya kita pulang dulu istirahat. Besok kita lanjut cari lagi." jawab Bayu
......................
"Kamu gak percaya kalau kita suami istri?" tanya Dery balik
"Enggak kok aku percaya." jawab Luna ia kemudian memejamkan mata nya dan tertidur.
"Luna maafkan aku, aku terpaksa bohong sama kamu. Aku gak berniat untuk melakukan ini sama kamu. Tapi aku sangat mencintai kamu. Dan aku harap kamu lupa ingatan nya lebih lama biar aku juga lebih lama bersama kamu." ucap Dery dalam hati
......................
"Lula sayang maafin Mama ya, Mama harus pergi. Lula baik-baik ya jangan menyusahkan Nenek dan kakek." ucap Luna
"Enggak Ma, Mama gak boleh pergi. Lula gak mau pisah sama Mama. Mama.... Mama jangan pergi....." teriak Luna di tengah tidur nya.
Rahma yang sudah tertidur lelap di samping Lula. Terbangun akan teriakan cucu nya.
"Lula sayang kenapa? Lula kenapa teriak-teriak?" tanya Rahma
__ADS_1
Luna duduk dengan keringat bercucuran di dahi nya. Tak lama ia memeluk Nenek nya dengan erat.
"Lula kenapa sayang?" tanya Rahma lagi
"Lula mimpiin Mama. Mama mau pergi tinggal kan Lula. Kata Mama Lula harus jadi anak yang baik jangan menyusahkan Nenek dan Kakek." jawab Lula dengan masih memeluk Rahma.
"Udah Lula gak usah takut. Mama gak akan tinggalkan Lula. Mama baik-baik aja, Lula terus berdoa ya, supaya Mama segera pulang ke rumah."
"Nenek telepon Mama, kenapa Mama belum pulang juga? Lula khawatir sama Mama. Nenek kok diam saja sih, Mama kemana Nek?" tanya Lula dengan tangis pecah
"Maafkan Nenek sayang Nenek gak bisa cerita sama kamu kalau Mama kecelakaan. Dan sekarang Nenek tidak tau Mama kamu ada di mana?" batin Rahma
"Ya Allah lindungi Mama. Lula mau Mama pulang ke rumah. Lula sayang sama Mama Lula gak mau Mama pergi tinggalkan Lula. Ya Allah kabulkan doa Lula semoga Mama baik-baik aja dan segera pulang ke rumah temuin Lula." doa Lula
"Amin. Semoga Allah mengabulkan doa Lula." ucap Rahma ia kemudian memeluk Lula dengan erat.
Setelah Lula sedikit tenang, ia kembali tidur. Sementara itu Rahma pergi keluar karena Bayu sudah pulang.
"Gimana Pa, Luna gimana kabarnya, dia baik-baik aja kan?" tanya Rahma dengan raut wajah khawatir
"Papa belum bertemu dengan Luna. Papa dan Arga sudah mencari Luna ke rumah sakit tapi Luna tidak ada di sana." jawab Bayu
Mendengar jawaban itu Rahma langsung jatuh pingsan. Bayu yang berada di dekat Rahma kaget ia langsung menggendong Rahma dan membaringkan nya di sofa.
"Selly....." teriak Bayu
"Itu kan suara Papa, kenapa Papa teriak-teriak?" ucap Selly ia kemudian keluar dari kamar nya dan menuju ke asal suara yang ia dengar.
"Selly, Mama kamu pingsan." ucap Bayu dengan wajah cemas
"Mama kenapa bisa pingsan Pa?" tanya Selly karena ia belum tau jika Luna adik nya mengalami kecelakaan.
"Luna adik kamu mengalami kecelakaan dan mobil yang di bawa nya meledak. Dan kata polisi sebelum mobil itu meledak Luna sudah tidak ada di sana. Dan tadi Papa sudah cari ke beberapa rumah sakit tapi, Luna tidak ada di sana." jelas Bayu
"Astaghfirullah, jadi Mama pingsan gara-gara Luna. Ya Allah kasian Luna, Lula gimana apa dia sudah tau?" tanya Selly
"Belum, Papa sama Mama memang tidak memberi tahu Lula soal ini. Papa gak mau dia sedih." jawab Bayu
Tak lama kemudian Rahma sadar dari pingsan nya. Ia langsung bangun dan memeluk Bayu dengan tangis pecah.
__ADS_1
bersambung