
Lula sudah berdiri di depan mobil milik Luna hari ini ia akan diantar oleh Luna ke sekolah nya. "Lula sayang ingat ya nanti Lula jangan pulang dulu, Lula tunggu Nenek jemput ya, pokoknya Lula gak boleh pulang sendiri. Dan satu lagi Lula gak boleh pergi sama orang yang gak di kenal." pesan Luna pada Lula
"Iya Ma! kalau sama Papa boleh kan Ma?" tanya Lula
"Sama Papa juga tidak boleh." jawab Luna dengan tegas karena ia takut Lula pergi meninggalkan nya.
"Tapi, itu kan Papa Lula, kenapa Lula tidak boleh ketemu sama Papa?" tanya Lula lagi
"Lula boleh ketemu Papa tapi pergi nya sama Mama. Pokoknya Lula gak boleh ketemu sama Papa sendirian, kalau Lula mau ketemu sama Papa harus sama Mama, Nenek, Kakek atau Tante Selly." jawab Luna dan Lula mengangguk mengerti.
Setelah itu mereka masuk ke mobil dan berangkat menuju ke sekolah Lula.
......................
Arkan tengah tiduran sambil memainkan handphone nya di kamar. Saat ini ia berada di puncak di sebuah rumah yang tidak terlalu besar. Cuma ada dua kamar tidur satu kamar mandi, ruang TV, ruang tamu serta teras kecil di depan. Ia sengaja tinggal di rumah sekecil itu karena ia ingin mencoba hidup sederhana seperti dulu.
"Lula sebentar lagi kita akan hidup bersama dan kita akan memulai hidup berdua. Papa janji akan selalu bahagia kan kamu." ucap Arkan seorang diri
......................
Luna tiba di kantor ia langsung duduk di meja kerja nya. Saat ia hendak memulai kan pekerjaan nya Arga datang ke meja nya.
"Kamu bisa ke ruangan saya sebentar?" tanya Arga
"Iya Pak." jawab Luna dan ia pun mengikuti Arga menuju ruangan nya.
Setelah sampai di ruangan, Luna langsung duduk di kursi. Dan Arkan duduk di kursi kebesaran nya.
"Malam nanti aku ada undangan pesta pernikahan sepupu aku dan Mama menyuruh aku untuk membawa pasangan. Dan karena aku gak punya pacar jadi, aku mau kamu temenin aku pergi ke pesta itu." jelas Arga
"Gimana ya Ga, kamu kan tau aku masih belum berpisah dengan Mas Arkan. Jadi gak baik jika kita pergi berdua. Aku gak mau nanti orang-orang ngomongin kita." jawab Luna dan wajah Arga seketika berubah.
"Aku mohon Lun, kali ini bantu aku." mohon Arga pada Luna
Luna terdiam sejenak setelah itu ia menjawab pertanyaan dari Arga. "Ok! aku akan datang ke pesta itu sama kamu tapi ada syaratnya kamu harus izinkan aku buat aja Lula juga ikut kita ke pesta itu." jawab Luna dan membuat Arga senang mendengar nya. Walaupun sebenarnya ia hanya ingin pergi berdua dengan Luna.
"Iya boleh kamu boleh ajak Lula ikut kita pergi ke pesta itu." jawab Arga
"Ya udah kalau gitu aku balik ke meja dulu masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan." pamit Luna dan Arga mengangguk sambil tersenyum menatap Luna.
__ADS_1
Luna kembali duduk di meja kerja nya. Namun bukan nya ia melanjutkan kerja, ia malah melamun.
"Mungkin ini yang terbaik buat aku dan Lula. Lula maafkan Mama sayang Mama belum bisa jadi Mama yang baik buat kamu. Mulai hari ini Mama janji akan menjadi Mama yang selalu ada untuk kamu." ucap Luna seorang diri
Luna menghela nafas nya kasar ia kemudian melanjutkan kerja nya kembali.
......................
Jam 12:30 anak-anak sekolah dasar sudah pada pulang ke rumah. Begitu juga dengan Lula, ia juga sudah pulang. Saat ini Lula sedang menunggu Nenek nya menjemput. Ia menunggu di depan gerbang sekolah nya.
"Nenek kemana sih kok lama sekali jemput nya?" ucap Lula dengan mata nya mencari mobil Nenek nya yang biasa menjemput nya.
Di saat ia menunggu seorang laki-laki datang menghampiri nya. Wajah Lula berubah saat laki-laki itu semakin dekat ke arah nya.
"O-om siapa?" tanya Lula dengan wajah takut
"Om teman nya Papa kamu. Om ke sini di suruh Papa kamu untuk jemput kamu kata nya kamu pengen ketemu sama dia. Maka nya Om jemput ke sini." jawab laki-laki yang di suruh Arkan untuk menjemput Lula.
"Om bohong! Kata Mama aku gak boleh pergi sama orang yang aku gak kenal." ucap Lula dengan wajah takut.
"Iya, kamu emang gak kenal sama Om. Tapi Om kenal sama kamu. Nama kamu Lula kan?" tanya laki-laki tersebut
Lula masih terdiam ia melihat laki-laki itu dari atas sampai bawah. "Tapi Om ini kelihatan nya baik, apa sebaiknya aku ikut aja ya?"
"Gimana kamu mau ikut Om enggak?" tanya laki-laki itu lagi
......................
"Selly cepetan dong kasian Lula udah nungguin kita." omel Rahma pada Selly karena Selly bawa mobil nya sangat lambat.
"Iya Ma, sabar dong." jawab Selly sambil fokus menyetir
"Kita udah telat kasian Lula udah lama nungguin kita." omel Rahma lagi
"Iya-iya ini aku cepat bawa mobil nya." jawab Selly
...----------------...
"Aku gak mau ikut Om, aku takut Nenek cariin aku nanti. Aku juga gak mau ketemu sama Papa. Aku benci sama Papa. Papa udah bikin Mama sedih." jawab Luna
__ADS_1
Karena Lula tak mau ikut dengan nya akhirnya ia menggendong Lula. Namun saat Lula sudah di gendongan nya, tangan nya dia di gigit oleh Lula dan itu membuat ia melepaskan Lula. Dan setelah itu Lula pergi meninggalkan laki-laki tersebut.
"Aku harus sembunyi aku gak boleh ketangkap sama Om itu." ucap Lula ia kemudian berlari ke arah tong sampah yang cukup besar dan ia pun bersembunyi di sana.
"Ya Allah lindungi Lula. Lula gak mau ikut Om itu." doa Lula dalam hati
Lula masih terus sembunyi di belakang tong sampah itu. Dan di saat Lula bersembunyi di sana untung nya Selly melihat nya.
Lula?
Selly memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Namun ia tak turun ia hanya melihat ke arah tong sampah tersebut apakah benar yang di lihat nya adalah Lula.
"Ada apa sayang kenapa kamu berhenti sekolah nya Lula kan di depan?" tanya Rahma bingung karena tiba-tiba Selly memberhentikan mobil nya padahal sekolah nya Lula ada di depan.
"Coba deh Mama lihat itu kan Lula kenapa dia ada di situ?" tanya Selly dan Rahma langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Selly.
"Iya benar itu Lula. Atau jangan-jangan Lula mau di culik lagi sama orang maka nya dia bersembunyi di sana." jawab Rahma
Selly segera turun dari mobil, di ikuti Mama nya yang juga ikut turun. Mereka lalu menghampiri Lula yang masih bersembunyi di belakang tong sampah.
Lula?
Lula yang melihat Tante nya langsung memeluknya dengan erat.
"Alhamdulillah aku senang Tante ada di sini. Tadi ada orang yang mau culik aku katanya dia di suruh Papa untuk jemput aku." cerita Lula pada Tante dan Nenek nya.
"Lula mau di culik?" tanya Rahma kaget
"Iya Nek." jawab Lula dengan wajah yang masih ketakutan.
"Terus penculik nya mana?" tanya Rahma
"Lula gak tau Nek, tadi saat Om nya gendong Lula, Lula gigit tangan nya terus Lula lari dan sembunyi di sini." jelas Lula
"Tapi Lula gak apa-apa kan?" tanya Rahma khawatir
"Lula baik-baik aja kok Nek." jawab Lula
bersambung
__ADS_1