
Pagi-pagi sekali Lula sudah bangun karena ia tak mau telat lagi. Setelah selesai siap-siap ia turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi Ma, Pa." sapa Lula ia kemudian duduk di samping Mama tiri nya.
"Pagi sayang, ayo sarapan." jawab Agnes sembari mengoles selai coklat ke roti.
"Oh iya Erwin mana belum bangun ya?" tanya Lula dengan tangan nya yang sudah memegang roti.
"Udah bangun kok, mungkin sebentar lagi turun." jawab Agnes yang sudah selesai mengoles kan selai ke roti nya.
"Pa, aku minta uang dong, aku ada tugas sekolah di suruh bikin prakarya gitu. Jadi aku minta uang sama Papa mau beli bahan-bahan nya." pinta Lula pada Arkan
"Iya nanti Papa transfer ke rekening kamu." jawab Arkan
Lula bangkit dari kursi nya lalu menghampiri Papa nya dan memeluk nya dengan erat. Setelah itu melepaskan nya dan bergantian memeluk sang Mama. Walaupun Agnes hanya Mama tiri nya Lula, tapi ia sangat menyayangi Lula. Ia sudah menganggap Lula itu anak kandung nya sendiri.
Di saat Lula tengah berpelukan dengan Agnes, Erwin pun datang. Wajah nya cemberut melihat Agnes berpelukan dengan Lula sang Kakak.
__ADS_1
"Ngapain sih cemberut gitu, cemburu sama gue karena gue peluk Mama?" tanya Lula karena melihat Erwin yang cemberut menatap dirinya dan Agnes.
"Iya lah gue cemburu, kalian gak ajak aku berpelukan juga." jawab Erwin
"Ya udah sini kalau lo mau ikutan di peluk juga." ajak Lula
Erwin mendekat ia kemudian ikut memeluk Mama nya bersamaan dengan Lula. Melihat anak dan istri nya berpelukan, Arkan juga ikut berpelukan bersama mereka. Mereka akhirnya berpelukan seperti yang ada film kartun teletubbies.
Setelah acara berpelukan selesai mereka melanjutkan sarapan. Tak ada yang bersuara saat mereka sarapan hanya ada suara sendok dan garpu yang sedang beradu.
"Mas, hari ini kamu jadi kan temenin aku cari Lula?" tanya Luna sembari mereka sarapan
"Iya, nanti setelah jam makan siang aku pulang ke rumah. Setelah itu kita cari Lula sama-sama." jawab Arga
"Makasih ya Mas." jawab Luna dengan tersenyum menatap sang suami
"Iya, sama-sama. Oh iya nanti kita gak usah ajak Alia. Alia nanti kita titip saja sama Mama."
__ADS_1
"Iya, aku juga kepikiran gitu. Soalnya kalau kita ajak dia kasian, takut nya dia kecapean." sambung Luna setelah itu ia melanjutkan sarapan nya.
Setelah sarapan selesai Arga pamit berangkat kerja. "Aku berangkat ya sayang, kamu hati-hati di rumah." pamit Arga ia kemudian mencium kening Luna dan setelah itu baru lah ia berangkat.
Alia menggeliat kan badan nya ia kemudian membuka kan mata lalu bangun dan turun dari ranjang nya.
"Mama, Alia udah bangun." teriak nya. dengan mata yang belum sepenuh nya terbuka.
Luna yang mendengar teriakan Alia memanggilnya langsung naik ke atas menghampiri sang anak. Di lihat nya Alia yang sudah hendak turun dari tangga. Dengan cepat Luna menghampiri Alia karena ia takut Lula jatuh.
"Mama, Lula haus mau minum susu. Mama kemana tadi?" tanya Alia yang sudah di gendong oleh Luna.
"Mama tadi habis nemenin Papa sarapan. Ya udah sekarang kita ke bawah ya, Mama buat kan susu panas buat Alia." ajak Luna
Alia mengangguk dan tersenyum menatap sang Mama. Luna akhirnya ke bawah mengajak Alia. Di duduk nya Alia di kursi makan setelah itu ia membuat segelas susu untuk Alia.
bersambung
__ADS_1