Kisah Kami

Kisah Kami
##16


__ADS_3

" mereka ber3 sangat menarik. bukan kah saat di telpon kedalaman sumur 20 meter dan yg terisi air hanya 8 meter. berarti ada 2 kemungkinan kemungkinan pertama bahwa air nya hanya kebetulan naik dan kemungkinan kedua mereka membuat mata air sumur menjadi lebih besar pada sebelumnya " kata tetua pemadam kebakaran.


" apa mereka jangan jangan hheemm " kata tetua kepolisian.


mereka ber2 juga termasuk dalam agen mata yg memutuskan untuk bekerja sama melalu hukum saja.


" bawa nenek ke atas tandu dan ikat tandu nya dengan tali " kata Zia.


" baik " kata ame dan Siti mengikuti nya. Siti tetap menangis tapi tak berlebihan.


" WOI TARIK TALINYA " kata Zia.


" baik " kata mereka menarik talinya membawa nenek ke atas.


" pergerakan dari satu binatang seperti ular yg cukup besar " kata ame.


" itu " kata Siti menunjukkan kepala ular yg sangat besar Munjul di samping ame.


" AAAAAAAA " kata ame berteriak.


" apa yg terjadi " kata mereka yg diatas kaget mendengarnya jeritan ame.


" TAK PAPA BOLEH KAMI MINTA TALI KAMI HENDAK KE ATAS " kata Zia.


" baik lah naik dengan ini " kata tetua pemadam kebakaran melempar kan tali kedalam sumur tersebut.


" gila ular nya besar banget " kata ame mencoba tenang


" tenang jangan panik dan jangan mendekat mungkin ular ini terjebak juga dan memakan mayat manusia jadinya badannya bisa sebesar ini " kata Zia.


" HEI KALIAN AYO KE ATAS " kata pera warga.


" NGAK BAPAK LIAT INI ADA ULAR NAK MAKAN KAMI " kata Zia dan ame.


" APA ULAR " kata mereka menyenteri sumur dan betul mereka melihat ular hitam yg sangat besar.


" dia udah jinak tadi " kata Siti mengulurkan tangan nya kepada ular tersebut dan ular tersebut melilit tangan Siti dengan lembut


" gila kau Siti sama saja kayak Yana ngak ubah lah.. kau ular tapi Yana bahkan bisa menjinakkan hiu " kata Zia.


" hehehe kalok gitu kalian naik dulu nanti baru aku sama ular ini ya kan sayang " kata Siti.


Zia dan ame memanjat sumur dengan tali sampai ke atas.


" mereka sangat cantik " kata beberapa remaja melihat Zia dan ame.


" nanti aku akan naik kau ikuti dari belakang ya atau kulit saja badan ku nanti aku akan mengeluarkan mu kita tak akan terjebak lagi " kata Siti kepada ular tersebut dan ular itu seperti mengerti apa yg di bilang Siti.


" di mana Siti di mana Siti " kata keni dan yg lain baru saja datang.


" Siti dan ular yg sangat besar itu masih di dalam sumur kayaknya ularnya ke susahan buat naik " kata ame.


" apa " kata Ali Levi keni dan farel.


" ah siti " kata keni terjun kedalam sumur.


" astaghfirullah untung saja sempat ku tangkap " kata Siti memegang tangan keni.

__ADS_1


" Siti kau tak apa apa " kata keni


" aku tak apa apa cepat kau harus naik kalok ngak kau akan terjebak air sumur mulai mengering begitu cepat " kata Siti mengangkat keni untuk berpegang dengan tali.


" maaf " kata keni yg telah memegang tali


akhirnya mereka sampai ke atas.


" saya pemimpin tim ini " kata Ali menunjukkan bukti bahwa mereka adalah agen.


" tak perlu pakai kartu itu kami tau kau nama mu Ali kan kau adalah salah satu dari penerus selain Yana " kata tetua kepolisian.


" ternyata sudah banyak yg tau " kata Ali pusing


" apa kau gak papa ada yg terluka " kata farel pada ame.


" aku ngak papa kok " kata ame.


" pakai ini bajumu basah " kata farel membuka bajunya dan memakainya pada ame.


" terimakasih " kata ferel.


" ini " kata Levi memakaikan Zia jeket nya


" terimakasih " kata zia.


" Siti pegang tangan ku lumut nya licin kau bisa tergelincir " kata keni yg sudah berada di atas.


" baik lah " kata Siti memegang tangan keni dan naik ke atas dengan selamat.


warga terkejut ternyata ada ular yg mengikuti Siti hingga naik ke atas. para warga tersebut menjauh dari mereka karna takut di makan. para pemadam kebakaran bersiap siap untuk menangkap ular tersebut.


" jangan dulu Ali biarkan dia hidup seperti dia tau siapa yg telah membunuh nenek dan memasukkan kedalam sumur " kata Siti menangis.


" kau beruntung " kata Ali melepaskan ular tersebut.


ular tersebut berlari menuju Siti dan membelit kaki Siti agar tidak di bunuh oleh Ali.


" pak ayo catat laporan saya akan menunjukkan bukti bahwa ini adalah kasus pembunuhan yg seperti nya salah target " kata Zia.


Zia dan beberapa polisi mengikuti Zia untuk mengambil bukti bukti.


" sial aku bisa ketangkap ini " batin suti ketakutan.


mereka membawa jenajah nenek pulang kerumah dan mungkin besok pada jam 10 pagi akan di makamkan. berhubung ini sudah hampir jam 11 malam.


keadaan yana.


Yana dan yg lain nya sedang berada di tengah tengah samudera untuk mencari monster yg di duga sering mengkaram kan banyak kapal.


udy kaira Edy dan Bahri ada di udara untuk mengawasi Bahri azuri Samuel Reno ada di sebuah kapal untuk memancing monster datang.


sedangkan Yana sedang mengawasi bersama neji hiu kesayangan yana. Yana berada di atas tubuh neji yg sangat besar itu.


terlihat neji sedang memakan monster kesukaan nya yaitu manuhawa yg telah di bunuh oleh Yana dan di bawa pulang oleh Yana untuk Neji khusus keplanua udah lepas.


" pelan pelan makannya kayak habis buka puasa aja lah " kata Yana merasakan pergerakan oleh neji. Neji yg mendengar itu memelankan makannya.

__ADS_1


" aku penasaran lah ini monster seperti apa udah 4 hari mengawasi samudera ini tapi di nggak muncul di permukaan monster nya lagi diet apa " kata Yana.


neji menghempas ekor nya pertanda bahwa ada yg datang dari bawah. mereka bersiap siap untuk bertarung. tapi yg muncul adalah seekor manuhawa yg berdapan setengah ikan dan setengah manuhawa yg mukanya setengah seperti ****.


" **** atau duyung " kata Yana memerhatikan monster tersebut.


" mau itu apa ngak kalok mau nanti Yana akan kasi kalok ngak Yana akan biarkan saja " kata Yana. hiu tersebut menggeleng geleng kan badannya tanda tak mau


" hiu mu saja memiliki selera yg tinggi " kata Bahri.


" betul juga biar Yana urus deh yg ini " kata Yana terbang keudara dan langsung memotong kedua tangan monster tersebut.


" yasudah kami awasi saja " kata mereka.


dalam sekejap Yana berhasil membunuh monster tersebut dan memenggal kepala monster tersebut.


" terlalu mudah " kata Yana mengambil sapu tangan dari kantong nya dan mengelap wajahnya yg sedikit terkena darah


" misi selesai " kata mereka kembali ke dalam pesawat.


" neji jadi hiu yg baik ya nanti kalok Yana punya monster lagi Yana akan bawa kemari " kata Yana. dan pergi terbang kedalam pesawat.


di dalam pesawat.


" ayah boleh Yana minta pedang yg baru seperti pedang ini sudah agak tumpul " kata Yana


" nanti ayah akan pesan yg baru " kata udy.


" terimakasih ayah " kata Yana tersenyum.


" sama sama " kata udy.


tiba tiba jam tangan Yana bergetar menandakan ada panggilan dari Ali.


" assalamualaikum ada apa Ali " kata Yana.


" waalaikum salam Yana nenek siti telah di bunuh oleh seseorang dan apa kau bisa datang ke mari untuk melihat kondisi Siti " kata Ali.


" innalilahi wa innalilahi rojiun Yana akan minta ijin terlebih dahulu kirim saja alamat nya insyaallah Yana akan kesana ya assalamualaikum " kata Yana mematikan pangilan


" waalaikum salam " kata Ali lalu mengirim alamat nya.


" ayah ibu apa Yana boleh libur untuk besok salah satu anggota keluarga tim Yana adalah meninggal " kata Yana meminta ijin.


" tentu saja boleh " kata udy dan kaira.


" lagain kau ngak perlu minta ijin Yana ini masih dalam hari libur mu. semua orang libur kau malah ikut kami mengerjakan misi berbahaya seperti ini " kata Jendral Edy.


" dari pada Yana ke mana mana gak punya tujuan lebih baik ikut kerja misi kan dapat uang " kata Yana.


" iyalah tu " kata mereka.


" nanti Yana akan pakai parasut saja Yana akan terjun bebas sampai ke rumah Siti seperti kesana membutuhkan waktu sekitar 6 jam lah " kata Yana melihat lokasi nya.


" berarti nanti terjun nya jam berapa " kata kaira.


" mungkin jam 7 pagi ibu. Yana mau ke kamar dulu " kata Yana pamit.

__ADS_1


¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya


__ADS_2