
...di rumah Rudi :-)...
" emang monster ada ya.. bangg " tanya Ilham pada Pahri
" hhmm menurut informasi sih.. mereka ada.. terus mereka ber patroli dari jam 6 pagi hingga jam 6 pagi jadi 24 jam " jawab Pahri sedang menyiapkan soal ulangan
" masa 13 tahun udah membunuh.. masih muda banget seharusnya mereka belajar dan bermain bukan berkerja menjaga negara.. " kata Rudi sambil meminum kopi dan entah kenapa teringat soal yana sekilas
" benar kata Abang.. seharunya mereka sekolah dan bermain bukan berkerja sebagai membunuh " ucap bunda
......di apartemen mamak (**)......
" mana ada monster.. " kata Uncu sambil memakan anggur
" iya... ini pasti mereka berbohong mana ada itu monster " kata andong terheran heran.
" astaghfirullah.. peralatan yana tinggal di rumah ayah.. " batin yana lalu melihat jam sudah sangat malam dan nggak ada transfortasi kalok sudah jam segini
...subuh 。:゚(;´∩`;)゚:。...
mamak melihat yana yg selesai mandi dan sedang memakai pakaian nya
" mau kemana yana? masih terlalu pagi ini " kata mamak melihat jam yg masih baru selesai subuh
" Mak.. yana nggak tau kedepannya bagaimana apakah hidup atau mati yana nggak tau.. tapi yana harus patroli pagi ini mamak denger sendiri kan beritanya.. " ucap yana sambil merapikan hijabnya
" nak.. bisakah kau pensiun saja dari kerjaan ini mamak nggak suka kalok yana harus membunuh " kata mamak ku
" Mak.. denger yana.. ayah angkat yana suami ibu kaira meninggal karna monster.. teman yana meninggal karna monster.. bukan cuman satu atau dua orang setiap bulan ada 200 agens yg terluka bahkan meninggal.. yana juga nggak suka dengan ini semua tapi demi melindungi keluarga demi kalian semua yana lakuin.. " ucap yana sambil tersenyum
" nak kau baru selesai operasi nanti lukanya terbuka dan membahayakan nyawa minta cuti saja " kata mamak ku memberi saran.
" setiap bulan ada 1 Minggu buat istirahat yana akan pulang kesinil... doakan saja yana selamat Mak.. yana pergi dulu ya " ucap yana tetap tersenyum
mamak mengantarkan yana sampai di depan gedung apartemen nya lalu memeluk yana
" semua baik baik saja.. tenang saja.. " ucap yana bisa meyakinkan mamak.
" maaf apa dengan mbak yana " tukang grab
" iya saya sendiri... mamak jaga adeknya.. yana pergi dulu assalamualaikum " ucap yana naik ke motor tersebut dan meninggalkan mamak di sana
...di rumah Rudi ಥ‿ಥ...
yana masuk kedalam rumah mengunakan kunci cadangan nya setelah itu langsung kekamar memakai pakaian bertugasnya dengan sangat rapi
" baru satu Minggu berat badan udah nambah.. " batin yana sambil memeriksa kedua pedangnya pedang yana sangat tipis mengkilap dan sangat tajam di pedang itu terdapat nama yana yg terukir indah
yana berjalan keluar dari kamar menuruni tangga dan terkejut melihat semua orang sedang di ruang keluarga melihatnya dengan pakaian itu
" yana.. kau anggota HPSTI " kata Pahri melihat pakaian yana membuat semua orang terkejut bahkan di sana ada uwak dan uwo beserta istri dan anak mereka
" yahhh sudah ketauan.. maaf menyembunyikan dari kalian " ucap yana tersenyum
" yana.. jangan bercanda itu pedang mainan apa asli kenapa panjang banget " kata Rudi melihat pedang yana yg sangat panjang sepanjang tubuhnya
" ini asli... maaf semuanya.. yana harus patroli tim yana akan datang jam 10 jadi yana patroli sendiri... " ucap yana tetap tersenyum
" yana ini beneran kau angota HPSTI " kata Yuni
" iya.. yana pergi dulu assalamualaikum " ucap yana sudah di depan pintu tak seorangpun Melihat nya mereka semja terkejut yana sudah berada di depan pintu yana keluar dari rumah menaik motornya dan melaju dengan kecepatan tinggi seperti kilat.
" yana sudah pergi " kata Yuni melihat yana pergi
" apa monster benar benar ada.. apakah yana selama ini berbohong.. apa yana akan di makan monster.. bagaimana nasip yana... yana.. " kata Rudi sambil duduk kepalanya terlalu pusing memikirkannya kenapa ini semua terjadi itulah yg di pikirkan oleh Rudi
__ADS_1
......di sisi tim ◉‿◉......
hari semakin hari Ali sudah hampir tak pernah bicara tertawa Ali menjadi sangat kejam di medan pertempuran cukup Ali yg membunuh monster itu yg lainnya ganggur setiap pulang misi selalu dalam keadaan bersih karna ali menyiapkan payung agar tidak terkena semburan darah ketika membunuh.
" eh Ali... bagian kami mana.. " ucap kami bersama sama tidak dapat bagian lagi hari ini dan Ali menunjukkan monster yg sudah tak bernyawa " hadehhhh " ucap kami kembali
" oiya seharusnya kita pergi sekarang ke kota sayur... anak baru sedang menunggu.. " ucap Levi yg sedang duduk santai.
" kudengar dia perempuan.. berasal dari keluarga sederhana sensei bilang dia satu angkatan sama kita.. tapi nggak ada biodata.. " kata keni mengambil sedikit darah sebagai penelitian nya.
" rumornya dia itu berdarah dingin.. kejam.. cantik.. sering tersenyum.. tapi siapa.. " kata ame juga bingung
" kau udah tau berita tentang yana belum? " ucap zia
" berita apa " kata kami semua
" yana sedang menjemput mamaknya di bandara.. yana Melihat anak kecil sedang ketakutan dan melihat pria yg memegang pisau yana melindunginya dan mendapatkan luka tusukan di perutnya hingga menembus keluar dan yana harus di operasi selama 3 jam dan... " kata zia lalu menunduk
" dan apa Zia " ucap Ali menghawatirkan kondisi yana
" yana harus menerima kenyataan bahwa dia nggak bisa hamil kemungkinan yana hamil hanya 1% menurut informasi yg kudapat rahim yana itu 98% yana akan hamil kembar tapi untuk sekarang tidak ada kemungkinan " ucap Zia.
" kalo proses bayi tabung emang bisa sih.. tapi kalok untuk satu persen.. umur janin hanya mungkin cuman 3 bulan saja " kata keni sudah mempelajari proses bayi tabung secara langsung
" kalok sp*rma suami yana kelak itu subur dan sangat sehat itu bisa kemungkinan lebih dari 3 bulan sekitar 5 bulan lah kalok lahir prematur pun... hanya ada 1 persen kemungkinan selamat " ucap Siti menaiki motornya bagitu juga dengan yg lainnnya
" kita langsung kesana " ucap Ali langsung tancap gas dengan sangat cepat seperti angin
" ngamok kayak nya dia... bahaya.. " batin kami
...di dekat yana ( ◉▽◉ )...
" stop!! " teriak polisi nekat memberhentikan motor yana.. yana terkejut dan memutar motornya dengan sangat cepat agar bapak itu nggak terluka rambut palsu polisi itu terbang dan terlihat matahari bersinar terang
polisi yg sedang mengadakan razia itu melihat dari atas sampai yana membuka helem nya dan terlihat wajah cantiknya yg berseri seri
" hormat kepada agens Laura kariyana " ucap serentak pada polisi membuat yana kaget dan mengundang perhatian
" anu.. anu.. kalok jumpa saya tak perlu seperti itu.. haduhh jadi malu.. lain kali kalok saya sendiri jangan seperti itu ya.. " ucap yana sambil tersenyum yana membuka dompetnya menunjukkan SIM STNK dan KTP nya KTP agen
" hukum tetap hukum.. walaupun semuanya lengkap mengendarai dengan kecepatan tinggi seperti itu sangat membahagiakan.. " kata pak polisi salah ucap.
" membahayakan.. " kata yg lainnya.
" maksudnya itu.. sekarang sebagai hukuman push up 10 kali " perintah pak polisi dan yana melakukannya dengan cepat
" TOLONGGGH TOLONGGG MONSTERR!!!! " teriak masyarakat berlarian
" monster!!!!!! " jeritan ketakutan mereka seorang perempuan di angkat oleh monster itu dan menelannya hidup hidup
" ternyata Titan memang ada "
" aku harus bersyukur pada Tuhan "
" bersyukur pala Mak mau peang.. lari gobl*ok.. sebelum di makan sama monster " teriak temannya
" biarkan kami melihat lebih jelas anugerah Tuhan " ucap mereka berdua
" nggak waras kalian!!! lariiiiii goblo*kkkkkkk " teriak temennya menyeret kedua temannya itu menjauh
yana dengan cepat terbang menuju monster itu seperti kilat " sial! ini sakit banget " batin yana gemetar merasakan lukanya yana bergerak dengan sangat cepat tapi monster itu menendang yana dengan sangat kuat membuat yana terpental ke pohon dan pohonnya patah menjadi dua " bertahann " batin yana kembali terbang
yana mencoba fokus pada monster yg tinggi 5 meter tersebut monster itu melindungi lehernya yana mencabut kedua pedangnya memutuskan kedua tangan monster tersebut dengan cepat melihat celah kemenangan dengan cepat kepala dan badan terpisah darah nya muncrat kemana mana semua orang berteriak ketakutan
yana duduk di aspal karna perutnya sangat sangat sakit yana mengalami pendarahan kembali
__ADS_1
" kita kesana " ucap Ali mendengar suara teriak
" baik " kata kami serentak dengan kecepatan yg sangat tinggi
kembali kesisi yana yg masih menahan sakitnya yana berdiri membedah perut monster itu begitu banyak manusia yg sudah tak bernyawa yana membelah usus monster tersebut secara perlahan agar tidak mengenai manusia yg terperangkap di sana
masyarakat Melihat nya sampai muntah muntah dan sebagian masyarakat malah memvidiokan nya
" mbak mbak sadar mbak " ucap yana menarik wanita itu keluar dari usus besar si monster dan mbak itu masih bernafas " seperti pingsan " kata yana membawanya ke tempat yg kosong di samping monster itu 1 ibu hamil 10 orang selamat tapi dalam keadaan pingsan 20 orang mati dalam keadaan utuh dan kepala manusia yg sudah tidak bisa di kenali
tim peluru langsung turn dari motor ketika sampai dan melihat kesekeliling kami langsung ambil kendali
" bagus anak baru.. " ucap ame tidak mengetahui itu yana dan malah menepuk pundak yana dengan sangat kuat
Siti keni langsung menyelamatkan 10 orang yg selamat dan Siti berjalan menuju yana yg sedang menahan sakit di perutnya agar tidak membuat yg lainnya khawatir
" hei.. siapa nama.. nama saya Siti di bidang medis dan di sana keni dia juga di bidang medis itu yg duduk di sana paling dingin itu adalah Ali pemimpin tim ini dia di bagian pertahanan strategi dan kekuatan sedang yg cantik yg rambut di ikat satu itu namanya Zia yg di samping nya yg rambut di ikat kepang dua eme di samping ame itu farel dan yg di samping Zia itu Levi " ucap Siti sambil memperkenalkan mereka
" astaga sampai lupa ini air dan sapu tangan nya " kata Siti memberikan yana mengambil dan membersihkan wajah nya sedang Siti meninggal nya di sana karna melihat keni kesulitan sedangkan Ali berjalan mendekati yana karna mengingat pesan azuri.
" Ali nanti ketika jumpa anak baru kirim fotonya kalok nggak... awas kau wajib hapal seluruh buku hukum undang-undang serta undang-undang yg baru di keluarkan mengunakan bahasa Thailand " ucap azuri membuat Ali pusing tujuh keliling
yana berdiri dari duduknya melihat kesekitar ternyata Ali yg di depannya mereka bertatapan kaget begitu juga yg lainnya kaget sekaget kagetnya..
" yana.. " ucap pelan Ali
" YANAAAAAA!!!!!!!!! " teriak kami bersama sama sambil memeluk yana yg perempuan heboh seheboh heboh nya
" iya iya... jawab pertanyaan ku kenapa aku ada di tim peluru? " pertanyaannya yana karna tak sesuai yg diucapkan oleh azuri
" yana kau bakal di pindahkan di tim peluru cinta dan menjadi ketua dia sana " ucap azuri berbohong
" awas kau sensei " batin yana
" WOI KALIAN TOLONG LAH NAK LAHIRAN INI " teriak emak emak mau lahiran dan kami langsung menuju emak tersebut
" Zia ame beli kain yg ada di toko itu cepat Ali Levi gemgam tangan ibuk ini bantu dia bersalin keni farel pegang kaki ibu ini yana tenangin ibu ini " ucap Siti langsung ambil kendali karna melihat emak emak ini tenaganya kuat sekali semuanya langsung ambil kendali sedangkan Ali masih berpikir
" lakukan aja lah " kata yana menepuk belakang Ali hingga Ali terpaksa melakukannya
" adeh dell sakit kali ini dekk!! " jerit emak emak itu Zia dan ame membuka kain panjang yg di beli menjadikannya dinding bagi emak emak tersebut berbentuk segi tiga karna yana ikut membantu
" iya buk kami tau sakit.. bernafas perlahan lahan lalu dorong sekuat kuatnya " ucap Siti melihat ketuban sudah kering
" apanya bernafas perlahan lahan sakit ini sakit woi.. haduhh diskon khusus hari ini di Alfamart habis lah.. " emak emak itu memikirkan diskon khusus
" keni tekan perut ini agar keluar.. nggak mau keluar ini " ucap Siti panik sendiri
" maaf ya bu.. perut nya saya raba dulu biar bisa tau posisi kepalanya di mana baru saya tekan " keni meminta ijin meraba setelah tau kondisi kepala bayi tepat pada tempatnya keni menekan nya tidak terlalu kuat agar si bayi keluar
" sakit!!!!! " teriak ibu itu menggenggam tangan Ali dengan sangat kuat membuat Ali kesakitan dan tak lama kemudian bayinya keluar tapi tidak menangis keni mengambil kotak obat di dalam motornya membantu memutuskan pusat si bayi Siti menepuk nepuk pantat bayi itu agar nangis tapi tidak juga menangis
" air bersih sama baskom cepat " kata Siti dan Zia ame mengambil nya air akua masih utuh tukang baskom di sebelah mereka mengambil nya tanpa rasa bersalah Siti langsung memandikan bayi itu dan akhirnya menangis baru mereka tenang kain panjang sebagai bedung karna lahirnya mendadak banget
" maaf Bu saya yg jahit nggak papa kan kasian teman saya dari tadi sibuk " ucap keni meminta ijin
" iya nggak papa " kata emak emak itu mengijinkan
" sial.. sakit banget " batin yana sangat sangat sakit di bagian perutnya yana mencoba tenang dan duduk perlahan lahan agar tidak terlalu sakit
" yana sini dulu.. " panggil ame karna mereka akan melakukan pembuatan laporan secara langsung
" iya.. " ucap yana berjalan pelan tubuhnya sudah tidak bisa menahanya dan yana terjatuh
nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya
__ADS_1