Kisah Kami

Kisah Kami
Makan Siang


__ADS_3

Saat jam sudah menunjukkan pukul 12.10 siang yang menandakan jam pelajaran sudah usai. Ady dan Rendra pun pulang dengan berjalan kaki menuju rumahnya. Namun, saat di tengah jalan Ady melihat ke arah minimarket yang ada di pinggir jalan.


"Bisa tunggu sebentar Ren? aku mau beli sesuatu" kata Ady sambil masuk ke toko itu, sementara Rendra menunggu diluar.


Tidak lama Ady pun keluar dengan menjinjing sebuah plastik putih dengan sesuatu di dalamnya.


"apa yang kau beli?" tanya Rendra heran.


"hahaha tidak, kau lihat saja nanti" Kata sambil tertawa, dan mereka pun melanjutkan perjalanannya.


*klek Pintu depan pun terbuka, Ady dan Rendra masuk ke dalam dan langsung menuju dapur. Mereka melihat adik mereka sedang sibuk menyiapkan makanan.


"hai adik kecil" panggil Ady sambil duduk di bangku meja makannya, begitu pun Rendra. Gama tidak menjawab panggilan kakaknya itu dan langsung menghidangkan makanannya di atas meja. Gama pun duduk di bangkunya dan bersiap untuk makan.


"hei adik kecil, boleh aku tanya sesuatu?" kata Ady sambil melihat adiknya yang memasukan makanannya ke mulutnya. Gama tidak menjawabnya, dia hanya menoleh ke arah Ady sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


"saat kami sekolah, kau pergi kemana?" kata Ady.


"toko buku" Jawab Gama singkat. Mendengar jawabannya Ady hanya menghela nafas yang panjang, karna dia tau adiknya sudah pasti tidak akan berbohong.


"dengar yah adik kecil, yang terjadi di toko buku pagi tadi itu. Sudah tersebar kemana-mana" kata Ady serius. Gama yang mendengarnya pun langsung menunduk meringkuk karna takut.


"kalau saja saat itu, orang itu benar-benar akan memukulmu. Pasti kau akan terluka" kata Ady dengan nada tegas. Rendra hanya makan sambil melihat mereka berdua dengan HP-nya di tangan kirinya.


"maaf" kata Gama singkat dengan nada yang rendah. Ady dan Rendra terdiam saat mendengar adik mereka mereka mengatakan itu.


"aku bukan memarahimu, aku hanya khawatir saja. Ini untukmu" kata Ady sambil memberikan plastik yang dia beli dari toko tadi. Gama pun membukanya dan di dalamnya ada minuman teh kemasan botol kesukaannya.

__ADS_1


"itu untukmu, jangan sedih lagi. Aku bukan marah, tapi kalau nanti kau terluka bagaimana?" kata Ady lagi. Gama tidak menjawabnya, dia hanya terus memandangi minuman itu yang ada di tangannya.


"yasudah tidak perlu di pikirkan, kau lanjut makan lagi saja. Dan minuman itu jangan langsung dihabiskam sekaligus" kata Ady mulai memakan makanannya.


"huuhh.. Kalau saja seandainya kau ikut bersama kami bersekolah disana, pasti sekolah kita akan menjadi damai. Banyak sekali orang-orang menyebalkan disana haduh.. guru-guru yang pilih kasih kepada murid-murid yang berprestasi saja, dan juga mereka lebih mementingkan uang" keluh Rendra sambil memainkan HP-nya. Ady tidak menyangkalnya karna semua itu benar, guru-guru nya hampir semuanya aneh, geng preman juga marak sekali, begitulah keadaan di SMA Martabat.


Gama pun menyelesaikan makanannya duluan dan dia langsung merapihkan alat makannya dan meletakkannya di wastafel.


"hei, tidak perlu di cuci. Biar nanti aku saja sekalian. Kau istirahat saja" kata Ady sambil mengunyah makanannya. Gama pun pergi ke ruang depan dan duduk di sofa hijau yang berada di depan TV besar milik mereka sambil membuka buku baru yang dia beli tadi. Dengan tenang dia pun membaca buku itu dengan kacamatanya.


"kenapa kau bilang begitu di depannya" kata Ady sambil melanjutkan makannya.


"aku hanya mengeluh saja, memangnya tidak boleh? lagi pula dia itu jenius kau tau sendiri kan. Dengan mudah dapat memecahkan masalah yang ada. Coba kau bayangkan kalau dia masuk ke sekolah yang busuk itu? siapa tau akan menjadi lebih baik, yakan? aku tau kau setuju" kata Rendra sambil meminum minumannya.


"yaa.. memang ada benarnya, tapi dia itu masih anak-anak. Ayah juga bilang, Meskipun dia jenius, pikirannya akan tetap terperangkap di dalam anak-anak umur 4 tahun" kata Ady sambil melihat Rendra. Di saat Gama baru membaca bukunya, dia baru teringat sesuatu, kalau hari ini dia harus pergi berbelanja untuk stok makanan mereka. Gama pun menutup bukunya dan berdiri lalu menghampiri mereka berdua di dalam dapur.


"Gama mau pergi ke minimarket untuk berbelanja untuk stok makanan nanti, mau makan apa nanti malam?" kata Gama datar.


"boleh, oh apa kau bisa membuat bolu kukus untuk camilan sore nanti?" tanya adu sambil tersenyum, Gama pun mengangguk pelan menanggapi pertanyaan kakaknya dan berjalan ke arah pintu keluar.


"apa kau perlu bantuan adik kecil? mungkin aku atau Rendra bisa ikut membantumu" kata Ady lagi sambil melihat ke arah adiknya yang berdiri di ambang pintu.


"tidak perlu" katanya singkat sambil pergi keluar dan menutup pintunya.


"seperti biasa, sikapnya dingin dan cuek sekali, tapi dia anak yang baik" kata Ady.


"yaa.. hahaha dia itu memang adik yang hebat, dia seperti.. bisa segalanya tapi juga tidak bisa segalanya" kata Rendra tertawa kecil.

__ADS_1


"ya, kau benar. Memasak, membersihkan rumah, mencuci, semua dia lakukan sendiri. Aku bersyukur sekali punya adik seperti dia" kata Ady sambil merapihkan alat makannya dan pergi ke atas.


"sebaiknya kau cepat ganti seragammu itu agar tidak terlalu kotor" kata Ady sambil berjalan menaiki tangga.


"baik baik kakak tertuaaa...!!" kata Rendra sambil berdiri juga dan ikut berjalan ke kamarnya yang juga ada di lantai dua.


"loh, kupikir kau akan mencuci piringnya?" tanya Rendra heran.


"iya iya, tapi masa iya aku mencuci piring mengenakan seragam sekolah" kata Ady melihat Rendra dengan sinis.


"tapi itu bisa membuatmu terlihat kerenkaaan.. yakan yakan!!!" goda Rendra. Karna terlanjur kesal, Ady pun melempat tas miliknya yang dia pegang ke wajah Rendra. Rendra hanya tertawa karna dia suka meledek kakaknya itu.


"sekalian bawa tasku ke atas yah" kata Ady menyeringai menaiki tangga.


"tung- hei.. kau curang" Rendra pun berlari menaiki tangga sambil membawa tas milik Ady yang di lempar tadi.


"Minggu depan sudah di mulai ulangan semester 2, liburan nanti apa kita kembali ke kampung dan menemui ayah?" tanya Rendra yang masih menaiki tangga.


"kau mau? aku sih lebih berfikir untuk tidak pulang ke ayah dulu. Sebaiknya kita liburan disini saja, tidak apa-apa kan?" tanya Ady menoleh ke Rendra.


"Yaah.. aku sih ikut saja" kata Rendra mengangkat bahunya. Mereka tiba-tiba terdiam karna HP mereka berdering.


Mereka berdua saling menatap karna benda itu berdering bersamaan.


"Inspektur Jalal?" tanya Rendra datar melihat kakaknya.


"Ya.. seperti biasa. Kau sendiri?" tanya Ady menolak Telpon itu dan menutup HP-nya. Rendra pun menunjukkan layar HP miliknya sambil menyeringai.

__ADS_1


"Aku tau kau akan bilang kita tidak pulang ke ayah, jadi aku mengatur pengingat karna tepat sehari setelah hari kelulusan kita. Seorang idol baru yang terkenal akan mengadakan konsernya. Kau menyukai nya kan..." kata Rendra meledek. Ady pun terlihat tersipu lalu berbalik dan masuk ke dalam kamarnya.


"hahaha dia Pemalu sekali" kata Rendra tertawa kecil.


__ADS_2