
wanita itu mendarat di tanah dengan selamat
" siapa kau " kata halu sea Alizabets Rizwan mengepung wanita itu dan menjulurkan pedangnya di leher wanita itu.
wanita itu membuka penutup wajahnya dan ternyata itu adalah yana.
" yana " kata kaira sangat bahagia.
" jangan percaya terlebih dahulu, bisa saja dia hewamanu yg berubah hujut " kata alizabets.
" apa kalian ngak mengenaliku, capek capek aku di sana pulang udah kayak mau di bunuh, lihat darah ku merah dan tidak berbau busuk " kata yana melukai tanganya sendiri.
" kami belum percaya " kata rizwan.
" hei kalian, cepat kemari ambil mayat mayat ini " kata Enji membawa 100 kantung besar yg berisi mayat.
" Enji mereka ngak percaya kalok aku yana asli " kata yana.
" nasip mu lah, aku makan dulu " kata Enji.
" woi bantu kek " kata yana.
" malas " kata mereka.
" dia yana yg asli " kata ame.
" dari mana kau tau dia yana yg asli " kata alizabets.
" yana selalu memakai hena kuku berwarna merah gelap " kata Siti.
" yana paling malas berdandan, dia memakai baju se bagus itu tapi tidak pakai mekeup " kata Zia.
" terimakasih terharu aku " kata yana.
" halu dia yana yg asli " kata rizwan.
" dari mana kau tau " kaga halu.
" dia memakai sarung tangan terbalik, masih sama ceroboh nya " kata Rizwan menyimpan pedangnya.
Rizwan tak pernah salah dalam memperhitungkan dan membandingkan sesuatu dalam waktu cepat. mendengar perkataan Rizwan mereka semua tersenyum dan berbaris rapi di depan yana.
" SELAMAT TELAH KEMBALI " kata mereka semua memberi hormat.
" terimakasih, lebih baik kita mengantarkan mayat mayat ini ke keluarga mereka, dan ini rekaman selama yana 30 hari di dalam gua itu, maaf lama soalnya sangat banyak mayat di sana " kata yana menyerah benda kecil itu.
" terimakasih atas kerja samanya " kata halu.
" yana " kata kaira ingin memeluk yana.
" jangan peluk yana ibu, yana kotor biarkan yana selesai kan ini dulu baru kita bahas yg kalian pertanyaan " kata yana.
yana memberi tahukan kepada mereka setiap isi kain itu. terdapat 5 kain yg isinya mayat agen mata dan yg lainya tidak di ketahui karna hanya tinggal kerangka.
" Enji mana tas ku " kata yana mencarinya.
" alah Mak ketelan yana " kata Enji berpura pura.
" sini ku belah perutmu " kata yana menarik pedangnya.
" ini loh " kata Enji mengeluarkan tas yana.
" terimakasih, Jendral ini ada beberapa barang peninggalan mereka semua, bisa di bilang seperti itu " kata yana memberikan nya pada Jendral Edy.
" terimakasih " kata jendral Edy.
" eh yana kau ngak mau tidur atau makan gitu udah sebulan kau ngak tidur dan ngak makan " kata Anoo.
" betul yana, kau ngak tidur selama itu, ayo bersihkan tubuhmu lalu makan habistu tidur " kata kaira khawatir.
" tak perlu di perjalanan yana udah tidur tadi " kata yana.
" astaga nak, seharusnya kau ngak kesana, kau menderita kayak gini " kata kaira memeluk yana.
" tidak yana tidak menderita tapi yana bahagia " kata yana tersenyum.
" lain kali ibu tak akan mengijinkan nya " kata kaira melepaskan pelukan nya.
" hehehehe " kata yana
" ibu sangat khawatir tau " kata kaira.
__ADS_1
" iya Bu " kata yana tersenyum.
" eh yana pergi kau ke Ali sana dia udah nangis selama sepuluh hari kau pergi tak pulang pulang " kata keni.
" Ali menangis " kata yana heran dan berjalan mendekati Ali.
" Ali kedengar kau nangis yaaa " kata yana mengoda Ali.
" aku ngak nangis " kata Ali menghapus air mata nya.
" itu di hapus " kata yana.
" bajunya bagus " kata Ali mengalihkan pembicaraan.
" monster itu yg memberikan pada ku, aku sih sempat menolak tapi akibat bajuku yg kotor dia memberikan nya pada ku " kata yana.
" semua di bajumu itu barang barang asli, nilainya meliaran " kata Ali.
tiba tiba yana pingsan, dengan cepat Ali menangkap tubuh yana.
" yana yana pingsan " kata Ali khawatir.
akhirnya yana di bawa ke ruang medis di sana.
" yana hanya kekurangan darah, dan butuh istirahat dulu seperti nya dia atau tiga hari dia akan pulih " kata alizabets.
" terimakasih " kata kami semua.
......malam harinya ಠ ل͟ ಠ......
" di beritahu kan, jarak 1000 meter dari sini ada kawanan mereka monster yg tak terhitung jumlahnya, bersiap siap untuk berperang " suara bel darurat.
setiap orang yg ada di sana bersiap siap dengan cepat dan membuat rencana agar bisa membunuh semua monster itu.
" aku benci ini " kata Jendral Edy melihat kondisi keadaan yg sangat buruk ini.
monster monster itu menyerang, pertahanan sudah pecah, dengan sekejap. semua di hanya hanya bisa bertarung semakin banyak di bunuh semakin banyak pula yg datang.
" kok bisa sebanyak ini sih " kata azuri sambil menebas kepala monster itu.
" kita harus cari sumbernya kalok tidak kita juga akan mati karna kehabisan tenaga " kata Samuel.
pertahanan ke 5 adalah pertahanan terakhir dari markas, kalok pertahanan ini juga jebol maka mau ngak mau pertahanan akan hancur dan markas kembali hancur dan mengakibatkan terjadinya banyak kematian.
" kalok pertahanan ini juga ngak mempan, terpaksa aku harus pakai mode perperangan tingkat satu " batin jendral Edy.
semu robot tempur tingkat tinggi sudah keluar menembakkan peluru listrik yg sangat kuat dengan cepat, banyak Monster yg mati tapi banyak juga yg datang.
" sial, makin banyak " batin mereka semua yg ada di sana.
" pertahanan ke 5 udah di aktifkan, tapi kenapa mereka masih kewalahan menghadapi monster monster itu " kata siti yg ditugaskan di bagian medis.
" lebih baik, kita harus cepat mengobati mereka sebelum mereka semua mati " kata keni yg juga di tugaskan di bagian medis bersama Siti.
" iya " kata Siti.
tiba tiba yana keluar dari ruangan medis menuju kamar kami lalu mengambil pedang beracun, dan berjalan keluar menuju Medan perperangan.
" yana kau ngapain di sana, kondisi mu masih belum pulih dan lagi kau masih pakai baju tidur " kata Siti.
" nanti ku ganti, sekarang masih ada hal yg harus ku urus " kata yana terbang ke udara.
" bagaiamana dia bisa terbang dia ngak mengunakan satupun alat di tubuhnya " kata keni terkejut melihat yana.
dengan cepat yana mengayunkan pedangnya dan semua monster yg ada di sana mati tanpa tersisa.
" kok bisa " kata mereka semua terkejut.
" jendral, bawa mereka semua ke ruang pertahanan bawah tanah " kata yana.
" ngak, kami juga akan ikut " kata mereka semua.
" terserah kalian, karna yg bertarung bukan aku tapi Enji " kata yana.
tubuh yana di kendalikan oleh Enji sekarang.
" kau sudah dengar kan, bawa mereka ke ruang pertahanan bawah tanah aku akan sedikit melakukan kekerasan di sini " kata enji.
" kami ngak akan membiarkan yana terluka " kata Jendral Edy
" terserah kalian lah, yg penting jangan ada yg terluka, aku bisa di marahi habis habisan sama yana " kata Enji menuju ke berisan paling depan di mana ada 4 jendral galaxy yg sedang bertarung di sana.
__ADS_1
" kayak gini aja lama banget " kata Enji mengayunkan pedangnya dan semua monster nya pun mati.
" keluar dari tubuh yana " kata halu.
" kalok aku ngak mau kayak mana, lagian aku udah ijin sama yana kau ngak perlu khawatir lah " kata Enji terbang semakin kedepan.
terlihat ada 5 monster yg sangat besar di sana sedang membuat monster lainnya dengan sangat cepat dan dalam waktu yg singkat.
" selamat tinggal " kata Enji menebas dua kepala sekaligus.
"aaakkhhhhhhhhhhh" teriak monster tersebut.
" bacot " kata Enji menebas 3 kepala lainnya dan mereka mati.
" aku ngak mau makan mereka berlima, baunya busuk banget " kata enji salah satu kepala dari mereka dan terbang kembali.
" apa yg kau bawa " kata Rizwan menatap tajam yana.
" berikan aku alat yg bisa bikin orang terbang itu " kata enji terbang menuju kedepan markas begitu juga dengan jendral Edy dan 4 jendral galaxy.
" cepat suruh mereka, lama banget dah, panas ini panas " kata Enji kepanasan
" ambil mesin terbang, kau mau berapa " kata halu.
" hhmm 4 deh, cepat sikit, ambil juga kain putih " kata enji sambil memotong rambut monster tersebut. tak lama kemudian barang yg di minta Enji pun datang.
Enji memasang alat itu ke kepala monster itu dengan cara yg sangat kejam luar biasa, setelah itu enji menulis sesuatu di kain putih itu dengan tintanya darah lalu Enji menempel kan nya di kepala monster tersebut.
" nah udah siap " kata Enji membawanya ke udara lalu menendang nya dengan kuat dan alat itu menyala. enji keluar dari tubuh yana saat di udara dengan keadaan yana tak sadarkan diri, udy menangkap tubuh yana agar tak terhempas ke tanah.
" bawa dia ke ruang medis, karna Enji merasuki tubuh nya dan yana ngak bisa menahannya mengakibatkan yana tak sadarkan diri.
" baik " kata udy membawa yana dengan cepat ke ruang medis.
...di ruang medis щ(゜ロ゜щ)...
" katanya ngak papa, tapi kenapa yana tubuh yana begitu banyak alat bantu " kata kaira khawatir.
" para medis bilang, stamina tubuh yana berkurang sangat banyak dan nafasnya juga sempat berhenti sebentar, yana juga kekurangan darah dia butuh istirahat total " kata Jendral Edy membaca laporan medis yana.
" tidak perlu khawatir Bu, ngak ada yg terlalu parah kok ibu tenang saja " kata jendral Edy.
" bagaimana bisa tenang kalok anak sendiri kayak gitu, walaupun ibu tak mengandung nya selama sembilan bulan tapi ibu sangat menyayangi nya " kata kaira.
kaira pernah mengalami cedera parah yg mengakibatkan rahimnya harus di angkat.
" Edy ngerti kok Bu " kata Edy
...seminggu kemudian ヘ( ̄ω ̄ヘ)....
" Hadeh badan ku lemes banget dah, berapa hari aku tertidur, woi Enji apa yg kau lakukan dengan tubuh ku " batin yana yg baru sadar setelah tertidur seminggu alias koma.
" lama banget pun kau tidur, aku ngak melakukan apa apa tapi lebih baik kau melatih dirimu karna akan banyak kejadian yg tak diinginkan " kata Enji.
" iyalah tu, Afwi bisa kembalikan stamina ku " batin yana.
" bisa tunggu Lima menit lagi " kata Afwi.
" baiklah, hhmm bagaimana kondisi mata selama aku tidur " batin yana.
" semuanya baik baik saja ngak ada yg aneh, kecuali si Ali " kata arwi.
" kenapa dengan Ali " batin yana.
" seminggu yg lalu tim kalian dapat misi untuk membantu warga yg akan mengungsi akibat banjir, eh saking kepikiran sama kau Ali masuk parit untuk selamat " kata Enji.
" terus si Ali niat bikin kopi, gula di ganti garam sama dia " kata Anoo.
" terus Ali pakai baju sama celana terbalik saat kelas mata 3 hari yg lalu " kata Afwi.
" pakai sepatu terbalik, ngak konsen belajar sampai di hukum sama azuri, ngak selera makan, banyak lagi " kata arwi.
" cemas nya terlalu berlebihan " kata yana tertawa kecil " bagaimana kondisi ortu ku " kata yana.
" mereka masih baik baik aja, ngak ada masalah " kata enji
" syukur lah " kata yana.
¥¥¥¥¥¥¥¥
nantikan kelanjutan ceritanya ya, jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya
__ADS_1