Kisah Kami

Kisah Kami
dia


__ADS_3

" itu berarti kecil mas. ngak enak kalok kecil cuman bikin geli " kata Levi.


" ***** " kata mereka semua.


" kkaaliiaann " kata ame.


" aaaa " kata mereka terkejut.


" mantap " kata yana yg sudah selesai memvidiokan lalu dimasukkan kedalam ig mereka.


" yana hapus " kata mereka.


" udah 20 orang yg liat " kata yana.


" TTIIDAAAKKK " kata mereka.


banyak yg ketawa melihat drama tadi.


" pipi Ali memerah" kata yana memfoto nya lalu memposting nya.


" udah udah Ali pawerbank mana " kata Zia


" ngak ku bawa " kata ali.


" aku bawa kok " kata keni berjakan ketempat penyimpanan barang lalu memberikan pawerbank nya.



" baru beli " kata Siti.


" iya yg hari itu punya udah rusak karna jatuh kedalam air " kata keni.


setelah selesai semuanya kami berkumpul di ruang tunggu.


" Ali mana " kata yana.


" tumben " kata kami kepada yana.


" apaan sih kan cuman nanya " kata yana orang nya paling ngak peke soal cinta.


" aku udah telpon pak erja buat jemput kita " kata Ali yg tiba tiba muncul.


beberapa menit kemudian pak erja datang menjemput kami dan kami langsung masuk kedalam mobil.


" kita mau kemana lagi " kata yana.


" kita ke mall dulu beli hena " kata ame.


" siapa yg mau pakai hena " kata mareka.


" ya kita lah tadi sensei chat aku katanya buat kalian secantik cantik mungkin " kata ame.


" terus ke salon ngapain " kata kami lagi.


" ya buat cet rambut lah " kata ame.


" ame nanti beli yg warna merah ya kuku aku ni udah mau pudar " kata yana melihat kukunya.


" itu hena bukan kutek " kata Levi.


" ya bukan lah aku pakai hena ngak pakai kutek " kata yana.


" tapi sebelum kita beli hena kita ke tempat makan dulu ya lapar ini " kata farel


" tepat " kata kami semua.


" kita beli online aja lah ngak perlu ke mall " kata yana


" yahh " kata mereka.


" kita cuman beli hena doang kan " kata yana.


" iya sih " kata ame.

__ADS_1


" udah tenang ada udah ku pesan. pak erja ke rumah makan yg ini ya pak " kata yana memberikan hpnya.


" ok " kata pak erja.


sampai di tempat yg yana maksud.


" rumah makan nasi tumpeng " kata mereka semua.


" pak erja parkir dulu mobil nya kita makan sama sama " kata yana


" ngak perlu nanti saya makan di rumah aja.. udah janji sama anak dan istri makan di rumah " kata pak erja.


" ya sudah lah hati hati ya pak " kata yana.


mobil pun menjauh dari tempat di sana.


" kapan terakhir kali kita makan nasi tumpeng bersama " kata Ali.


" satu tahun yg lalu itupun buatan sensei " kata kami.


kami duduk di satu meja yg berada di tengah dan karyawan pun datang untuk mengambil pesanan.


" yg mana ni we " kata yana.


" yg ini aja lah " kata kami.


" mbak yg ini ya " kata yana.


" baik lah minuman nya " kata karyawan tersebut


" es teh manis saja " kata kami semua dengan serentak


tak lama kemudian nasi tumpeng kami datang bersama dengan es yg kami pesan. di



ini dia nasi tumpeng nya.


" we aku ngak sanggup kecang kali " kata ame udah tak sanggup makan lagi.


" hehehehe " kata ame


" mbak tagihan nya " kata yana.


karyawan nya pun datang membawa buku tagihan.


" hhmm ada yg bawa uang kes. uang kes ku habis " kata yana.


" tunggu " kata mereka melihat dompet mereka dan ternyata ngak ada uang kes.


" ngak ada " kata kami kepada yana.


" aku ke Alfamart dulu yg ada di depan sana untuk ambil uang " kata yana memakai tas nya.


" baik lah " kata kami.


yana berjalan menuju Alfamart yg ada di depan rumah makan tersebut.


" selesai " kata yana yg telah selesai langsung keluar dari Alfamart Tersebut


" bola ku " kata anak kecil berumur 4 tahun. bolanya jatuh ke jalan raya dan ia berjalan mengambil nya.


truk besar melaju dengan sangat cepat di depan anak itu yg sedang mengambil bolanya.


" AWAS " kata yana berlari dengan cepat menangkap anak tersebut lalu memeluk yana menghentikan truk tersebut dengan satu tangannya.


bagian depan truk besar tersebut hancur karna di tahan oleh yana.


" jangan jadi gila " kata kami yg membantu yana menahan truk tersebut dengan kedua tangan kami.


" huuhhuu huuhhuu huuhhuu" kata anak tersebut menangis ketakutan.


keni membantu mengeluarkan supir truk tersebut dan Siti menelpon polisi untuk mengendalikan area setempat

__ADS_1


" sayang " kata ibu anak dari ibu tersebut.


" mama " kata anak tersebut memeluk mamanya.


" jangan nangis lagi ya sayang maaf kan mama " kata ibu tersebut memeluk anak nya.


" Anda ngak papa pak " kata Ali.


" terimakasih telah menghentikan truk saya. tiba tiba truk ini mengalami rem blong saya juga ngak tau kenapa bisa terjadi " kata bapak tersebut.


banyak orang yg memerhatikan kami.


" sudahlah tak papa pak lain kali lebih berhati hati lah sebelum mengemudi. pastikan semuanya telah dalam kondisi siap di kendarai ya " kata keni.


" terimakasih karna kalian telah menyelamatkan anak saya " kata ibu tersebut hingga menangis.


" ibu taungak ibu terlalu mementingkan hp ibu sehingga tidak memerhatikan anak ibu sendiri untung saja sahabat saya menolong ibu kalok ngak mungkin sudah tak berbentuk " kata farel yg telah memerhatikan ibu ini dari kejauhan


" maaf kan saya... saya ceroboh " kata ibu tersebut.


" lain kali lebih berhati lah Bu " kata Levi memberikan tisu kepada ibu tersebut.


" yana kau ngapain " kata Ali melihat yana memerhatikan gerbong itu.


" ngomong ngomong apa isi gerbong ini " kata yana.


" isinya.... kayu dek " kata bapak tersebut.


" jangan sampai dia tau " batin bapak tersebut.


" bisa di buka " kata yana.


bapak tersebut membuka gerbong itu. kami semua melihat gerbong ternyata hanya berisi kayu kayu besar. yana memberikan kami kode suapa mengawasi pak supir itu. yana memanjat hingga sampai kedepan dan menemukan banyak kotak putih.


yana membuka kotak tersebut dengan pisau yg terdapat di sana dan isinya adalah benda benda haram. tak lama kemudian polisi datang. yana mengambil beberapa pelastik berisi sabu seberat 1 kg.


" ini apa pak " kata yana menjatuhkan di tanah.


pak supir Tersebut lari begitu saja tapi Levi mengunci tubuh pak supir itu hingga ia tak bisa melarikan diri.


" tolong lepaskan " kata para polisi tersebut.


" melepaskan pengedar narkoba maksud kalian " kata kami menatap tajam para polisi.


" maksud kalian " kata para polisi tersebut.


" kami menemukan banyak barang haram di dalam truk ini. saya mohon untuk menyelidiki nya karna ngak cuman narkoba saya tapi beberapa organ tubuh manusia di sana " kata yana.


" apa benar " kata mereka para polisi tersebut terkejut.


" itu salah satu bukti nya bapak bisanya menyelidiki nya " kata Zia menunjukkan sabu sabu tersebut.


truk di bawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. ibu dan anak tersebut berjanji supaya tidak terlalu ceroboh di jalan raya.


galaxy.


" lihat lah misi yg sudah 1 Minggu belum di selesaikan dalam sekejap mereka menyelesaikan nya " kata alizabets.


" mereka mungkin bisa menjadi penerus kita selanjutnya" kata sea.


" tapi kenapa rem truk nya bisa blong padahal awalnya bagus saja dan tadi juga sempat mengerem " kata Rizwan.


" seperti dia sudah bertindak " kata halu


" dan dia kemungkinan mengincar yana untuk masuk ke dalam tim iya " kata Alizabets.


" markas hancur juga gara gara mereka. robot tempur mereka ambil alih. apa rencana dia selanjutnya lagi " kata rizwan.


" entah lah kita harus memberi tahu Jendral untuk mengawasi setiap agen mata mungkin salah satu dari mereka berhianat " kata halu.


" baik " kata mereka.


¥¥¥¥¥¥

__ADS_1


nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2