
...5 tahun kemudian ◉‿◉...
waktu berjalan begitu cepat mamak dan ayah yana memutus kan untuk kembali membina hubungan rumah tangga kembali, azuma yg sudah menikah dan memiliki anak balita perempuan yg bagitu imut, Pahri yg sudah menikah dengan pilihannya dan kini sedang di ruang kota ikut istri nya dan yg paling penting ini adalah hari pernikahan nya adalah hose dan Fira karna Tim mereka hanya mereka berdua yg jomlo
Andre memutuskan untuk menikah dengan ria yg kini sedang mengandung 2 Minggu Toni dan Zoya menikah dan kini Zoya mengandung 1 Minggu sedangkan jastin dan Fira sudah menikah juga tapi belum hamil karna masih pengantin baru
" siap siap ya.. " ucap hose dan Fira akan melempar bunga nya itu " yana ikut serta dong.. " ucap Fira melihat yana yg di pojok ruangan sambil memakan kue kue yg begitu lezat baginya
" kue lebih enak ketimbang bunga " jawab yana sedang memakan kue yg sangat enak baginya
" AYOLAH KEMARI JOMBLO!! " teriak mereka semua karna Yana adalah jomlo yg tak pernah pacaran berbeda dengan anggota tim nya yg sedang pacaran Siti dengan keni ame dengan farel sedangkan Zia dengan Levi
baju yg di kenakan oleh angota keluarga wanita
baju yg di kenakan oleh anggota anggota pengantin pria
" iya iya.. " ucap mengangkat gaun nya dengan sepotong kue cokelat di tangannya membuat semua orang geleng geleng kepala tak sengaja yana terinjak gaun nya membuat kue cokelat nya terbang dan yana terjatuh di atas tubuh Ali dengan posisi tubuh yana yg di atas nggak mau mubazir mereka langsung ambil foto " maaf Ali.. " kata yana bangkit dari Ali dan mengulurkan tangannya membantu Ali berdiri entah kenapa bunga pengantin berada di tangan Ali karna lemparan nya pas mengenai Ali
__ADS_1
" selamat ya Ali.. kami tunggu undangannya " ucap mereka semua sedangkan yana panik kemana terbang kue nya tadi ternyata sudah terbang dan mendarat di atas kepala pak presiden dan pak presiden andika sedang membersihkan nya yana langsung berlari menuju pak presiden tapi keinjak gaun nya ke injak lagi membuat nya harus salto di udara
" maaf pak saya bener bener nggak sengaja tadi keinjak gaun saya pak.. saya bener bener minta maaf " ucap yana meminta maaf membuat kami hanya geleng geleng kepala melihatnya yana dari dulu memang tak berubah
" sudah tak masalah lah.. " kata pak presiden baik hati
" yana kau baik baik saja.. apa ada yg terluka? " tanya Ali khawatir pada yana
" nggak ada sama sekali kok " jawab yana sambil tersenyum pak Andika terkejut melihat Ali kenapa begitu sangat mirib dengannya saat waktu muda dulu bahkan cara berjalan alis mata bibir semuanya sangat mirib dengan nya " nak siapa nama mu " tanya pak Andika sambil berdiri dan berjalan mendekati Ali
" nama saya Ali.. ada keperluan apa ya? " tanya Ali dengan dingin membuat kami jadi geleng geleng kepala karna Ali nggak ada lembut nya kecuali sama yana
" apakah di sini ada ruang VIP bisakah saya pakai " permintaan pak Andika pada kami dana yana mengatakan iya karna emang ada ruang VIP di sini " bisa antar kan saya ke sana dan Ali bisa kita bicara berdua " kata pak presiden andika dan Ali hanya mengiyakan saja
hanya ada mereka berdua di ruangan yg sangat besar ini " maaf mungkin ini pribadi... apakah Ali punya tanda lahir di pinggang di samping kemal**n bentuk nya seperti huruf M ? " tanya pak Andika membuat Ali mengerutkan keningnya keheranan kenapa seorang presiden bertanya seperti itu pada dirinya Ali sedikit jauh dari pak presiden
" saya memang memiliki nya, emangnya kenapa ya? " tanya Ali mencurigai apa jangan jangan sahabatnya membocorkan rahasia kalok dia punya tanda lahir " ini pasti ulah farel Levi dan keni " batin Ali berfirasat
" 20 tahun yg lalu saya memiliki seorang anak berjenis kelamin laki laki
...ceritanya ◉‿◉...
__ADS_1
" astaga kenapa mereka terus terus mengejar ku " batin pak Andika terus berlari masuk kedalam hutan sambil tetap mengendong anak nya yg masih berumur 1 hari saat itu istri pak Andika sedang tak sadarkan diri di dalam mobil
" hei kau berhenti di sana!! " teriak mereka pada begal pada pak Andika pak Andika bersembunyi di balik pohon yg sangat lebat dan melihat sebuah gubuk tua yg tak perpenghuni pak Andika berjalan ke sana secara perlahan lahan dan meletakkan anak nya di sana sambil memakaikan selimut tebal agar tidak kedinginan serta kelambu mini agar tidak di gigit nyamuk
" nak papa tinggal di sini dulu ya.. jangan nangis ya.. papa nggak bakalan lama.. " ucap pak Andika meninggal kan pergi anaknya sendiri di sana
pagi hari nya pak Andika dengan pada anggota kepolisian datang ke gubuk tersebut mencari kesekeliling tapi tak menemukan pak Andika prustasi kehilangan anak semata wayangnya berhari hari berminggu-minggu berbulan-bulan bertahun tahun tapi anak nya tidak ketemu meski sudah mencari kemana mana
......kembali ke awal ( ╹▽╹ )......
" jadi anda berfikir saya adalah anak anda " ucap Ali tapi entah kenapa dia begitu sangat emosi setelah mendengar cerita pak Andika membuat Ali menjadi marah
" iya.. karna Ali sangat mirib dengan saya.. kita bisa lakukan tes DNA " kata pak Andika berharap bahwa Ali memang anak nya yg hilang
" Anda denger baik baik.. saya bukan anak anda.. ayah macam apa anda.. tega meninggalkan anak nya yg baru berusia 1 hari di dalam gubuk di tengah hutan dalam keadaan hujan deras... seandainya pun anda memang orang tua saya saya nggak bakalan mau mengakui anda karena anda membuang anak anda sendiri!! " teriak Ali sambil membentak dengan keras lalu keluar dari ruangan tersebut meninggal pak Andika sendiri di sana
entah kenapa hati pak Andika hancur saat Ali membentak nya kenapa pak Andika begitu sangat sedih sehingga air matanya mengalir.. dia tak tau kenapa tubuhnya gemetar merasakan kepedihan kesedihan yg begitu amat dalam di dalam hatinya
sedangkan Ali langsung kekamar mandi.. dia tak tau kenapa dirinya bisa begitu sangat marah tapi kenapa Ali merasa sedih saat meneriaki dan membentak pak Andika hatinya bagitu merasakan amat bersalah akan perbuatan nya itu " aakkhh " teriak Ali memukul kaca hingga pecah berkeping-keping
" hei Ali.. apa yg membuat mu begitu sangat marah hingga kau menghancurkan kaca yg tak bersalah " ucap levi dan di sana ada farel serta keni yg membawa kotak p3k Ali duduk di kursi yg ada di sana sedang kan keni mengobati tangan Ali yg berdarah
__ADS_1
" Tah lah.. entah kenapa aku merasa bagitu sangat marah " kata Ali melihat tangan nya sudah di perban oleh keni dengan rapi