Kisah Kami

Kisah Kami
ortu mereka


__ADS_3

" mungkin dia sudah bertindak " batin Elizabeth, Rizwan, halu dan sea.


" kalok gitu pembicaraan kita sampai sini saja. dan kalian ber8 tinggal dalam ruangan ini yg lainya keluar dahulu " kata halu.


" baik " kata mereka membersihkan hormat lalu keluar dari ruangan.


" kalian tau kan Kio, Zahir, kayva dan Fiza " kata halu.


" tau merek sedang ada di penitipan anak di sekolah ini " kata kami.


" sebenarnya mereka adalah cucu cucu kami " kata Alizabets.


" APA " kata kami terkejut.


" hhmm orang tua mereka sudah tiada sejak mereka masih bayi. " kata Rizwan.


" kio adalah cucu kandung saya dari anak tunggal saya. ayahnya adalah anak saya. ayah Kio meninggal karna tertimpa pohon besar sehingga mengakibatkan dia meninggal saat dalam bermisi dan saat itu Kio masih di dalam kandungan setelah lahir ibu Kio meninggal karna pendarahan " kata halu.


" Zahir adalah cucu kandung saya dari anak tunggal saya ayahnya Zahir. ibu dan ayah Zahir meninggalkan karna di bunuh dan saat itu Zahir masih berusia 2 hari " kata alizabets menangis.


" kayva itu cucu saya dari anak tunggal saja ibunya kayva. ayah dan ibu kayva meninggal karna kecelakaan dan saat itu kecelakaan itu kayva masih di dalam kandungan. beruntung nya kayva selamat dan berhasil hidup" kata sea.


" Fiza cucu saya dari anak tunggal saya ayahnya Fiza anak saya. ayah Fiza meninggal karna mobil yg di Kendari nya sudah di sabotase dengan rem yg blong dan akhirnya jatuh ke jurang ibu Fiza yg mendengar nya syok. ibu Fiza memiliki penyakit jantung sejak lahir dan karna saking terkejutnya ia meninggal dunia saat umur Fiza baru seminggu " kata Rizwan menghapus air mata nya.


kami yg mendengar nya saja sudah menangis.


" yanaa " kata Siti menangis.


" sudah lah itu takdir mereka. kita harus yakin orang tua mereka selalu ada di sisi mereka dan menjaga nya " kata yana menghapus air mata Siti.


" kami harap kalian mau merawat mereka hingga kami pensiun " kata halu.


" kami ngak bisa selalu pulang. kalok pulang pun 3 bulan sekali dan batasnya itu satu minggu. " kata alizabets.


" itupun kalok kalian mau " kata Rizwan.


" kami mau " kata kami ber8.


" kalian yakin waktu pensiun mata mata kita itu 65 tahun loh dan umur kami masih 45 tahun ada 15 tahun lagi " kata sea.


" ngak masalah " kata kami.


" bagaimana kalok kalian ada misi dan kalian harus ke markas " kata alizabets.


kami terdiam mendengar itu. bagaimana pun yg boleh masuk kedalam markas hanya anggota agen mata saja.


" kami akan panggil jasa baby sitter selama kami masih dalam misi di luar dan di dalam markas " kata keni.


" kalian yakin " kata sea.


" kami yakin " kata kami.


" walaupun kami hanya memiliki pengalaman yg sikit soal merawat anak anak tapi kehidupan kami yg kami jalaniii hidup tanpa orang tua kurang kasi sayang butuh perhatian kami tau rasanya " kata Zia.


" mereka sangat beruntung memiliki kakek dan nenek yg menyayangi mereka " kata Siti.


" hidup berkecukupan seperti ini mereka pasti akan bahagia " kata keni.


" mereka beruntung masih memiliki kalian. tidak seperti kami hidup di jalanan kurang kasi sayang bertahan hidup dengan modal mencuri dan mengamen saja dan kami sebatang kara hidup di dunia ini. ngak memiliki keluarga jadi kami paham apa yg mereka rasakan " kata Levi.

__ADS_1


" betul itu " kata mereka.


" siapa bilang kalian ngak punya keluarga. kalok ngak punya Keluarga kalian anggab aku ini apa hidup bersama sama susah bersama senang bersama itu bukan Keluarga. kalian itu keluarga ku kalian masih memiliki aku. kita bisa bersama selamanya hanya boleh berpisah dari dunia saja. walaupun kalok nanti kita berjauhan kan masih bisa ketemu " kata yana.


" yannaaa " kata mereka terharu.


" baik lah kalok itu keputusan kalian kami tidak mempermasalahkan nya. rawat lah cucu kami dengan baik kalok terjadi apa apa kalian tau kan resiko nya " kata halu menatap tajam kami.


" hhmm yana kami sudah mengirimkan uang sebesar 100 juta ke rekening mu gunakan itu sebagai keperluan mereka " kata rizwan.


" Hhhmm udah masuk kok " kata yana melihat hpnya.


" hhmm maaf Jendral kami masih memiliki janji sama anak anak kalok kami akan belanja sama mereka dan ini sudah jam 3sore " kata Ali melihat jam tangan nya.


" kalok gitu kita sudahi sampai sini saja dulu " kata halu mematikan telepon hologram nya.


kami langsung keluar dari ruang tersebut


" apa yg kalian bicara kan " kata azuri.


" soal Kio Zahir kayva Fiza " kata keni.


" hhmmm jadi kalian menyetujui nya atau tidak " kata udy.


" kami menyetujui nya " kata ame.


" bagus lah kami percaya sama kalian " kata Samuel.


" kalok gitu kami mau jemput mereka dulu soalnya ini kan sudah jam pulang " kata Zia.


" baik lah " kata mereka


kami pergi ketempat mereka. ketika sampai kami mendengar sedikit keributan yg terjadi.


kami melihat Zahir menangis Kio kayva dan fiza sedang berebut mainan.


" mereka ambil mainan ku " kata anak tersebut mendorong Fiza hingga terjatuh.


" Fiza " kata mereka ber2 melepaskan maianannya dan menolong fiza.


" kau ngak papa Fiza " kata kayva.


" agak sakit " kata Fiza mengelus kepalanya


" kau ngak papa " kata Siti.


" ngak papa " kata Fiza.


" maaf kan saya tadi saya kekamar mandi sebentar jati tak tau apa yg terjadi " kata pengasuh anak di sana.


" kk ali kami hanya mau minjam mainan mereka tapi mereka ngak mau minjamin " kata kio memengang kaki Ali.


" kami ngak mau berteman sama anak yg ngak punya orang tua " kata mereka yg sudah berumur 4 tahunan.


" ngak boleh gitu anak anak " kata ibu pengasuh.


" biarin " kata mereka.


" emang nya KENAPA kk ku bersekolah di sini dan keluarga kami donatur terbesar kedua dan lagi ibu ku seorang guru di sini " kata salah satu dari mereka.

__ADS_1


" kk mu namanya indah kan " kata ame merasa wajah anak itu sangat mirib dengan indah.


" iya kk ku cantik kan dia hari ini jadi mermaids di akuarium sana itu " katanya lagi.


" OOO kebetulan lah kami juga jadi mermaids di sana lihat makeup kami belum kami hapus " kata Levi menunjukkan wajahnya.


" bomat " kata anak itu.


" sudah sudah ibu kami mau pulang dulu ya " kata yana menggendong Zahir yg sudah berhenti menangis.


" hati hati ya nak " kata ibu pengasuh kepada kami di depan pintu dan kami pun pulang.


...di mobil....


" pak kita ke mall ya " kata ame.


" baik lah " kaga pak erja.


" kalian mau kamar kalian kayak mana " kata Zia.


" kami mau kamar kami sama " kata kayva dan fiza berpelukan lalu keni mengambil gambar mereka berdua.


" kamar nya ada dua kasur " kata kayva.


" gambar hello Kitty semua nya " kata Fiza.


" kalok Kio mau kamar mobil warna merah kasur nya kayak mobil pokoknya mobil semua " kata kio bersemangat.


" kalok Zahir " kata Siti.


" kk tebak pasti robot " kata farel.


" salah " kata Zahir dengan pelan.


" hhmm pesawat " kata Levi.


" salah " kata Zahir kembali dengan pelan.


" hhmm motor atau mobil " kata keni.


" salah " kata Zahir.


" kereta api, berbie, ikan, laut, alam " kata Ali.


" salah " kata Zahir.


" jadi Zahir maunya kayak mana " kata kami ngak ngerti.


" Zahir mau langit kamar nya gambar langit, tempat tidur nya warna putih selimut nya warna abu abu dinding putih dan lemarinya putih " kata Zahir.


" kayak gini " kata farel memberikan hpnya.


" hhmm kayak gini " kaga Zahir.


" aduh kesannya dewasa kali Zahir kamar ku aja ngak kayak gini " kata Levi.


" tapi Zahir mau nya kayak gitu " kata Zahir dengan mata berkaca kaca.


" iya iya nanti kita dekor ulang 3 kamar ya tapi sekarang kita belanja dulu " kata yana mengambil tas samping dan memakainya.

__ADS_1


¥¥¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2