Kisah Kami

Kisah Kami
jendral baru


__ADS_3

ketika kilo sedang fokus pada Ali dan Levi farel mengambil kesempatan berupa seolah olah sedang menyerang yonda padahal tujuan farel adalah kilo. ketika farel melihat peluang besar untuk menang tanpa kasi ampun farel langsung menebasnya tanpa melukai Levi dan Ali


" beraninya kau!!!! " teriak yana menyerang yonda dengan kekuasaan penuh pedang mereka yg mereka gunakan mengeluarkan percikan api, yana tak memberinya celah sedikit untuk yonda


" inikah yana sebenarnya... kenapa begitu kuat.. " batin yonda merasakan tekanan yg sangat sangat kuat dari yana. yonda hanya fokus pada yana tak sadar bahwa yana bisa mengunakan dua pedang sekaligus dengan cepat sebelum yonda menyadari yana menebas kepala yonda tapi yonda sempat meluncurkan 5 peluru listrik bertenaga tinggi kepada Ali keni Levi farel dan Siti membuat mereka tak sadarkan diri


baju yana terkena darah yg keluar yana melihat ke atas ada sepasang musuh sedang memperhatikan yana


" hebat juga kau " kata Daylon dan dari tangannya keluar sebuah air itu bukan air biasa air itu sanggup meleleh logam besi dalam 2 detik Enji datang dan melindungi yana sehingga yana tak terluka begitu juga dengan Enji dia baik baik saja


" seperti nya dia memiliki ikatan perjanjian dengan hewan suci " kata Enji yg sudah mengetahui nya detik ini " yana.. ijinkan aku mengunakan tubuhmu.. " Enji meminta ijin pada yana


" silahkan " jawab yana Enji tetap ada di samping yana tapi jiwanya ada di dalam tubuh yana dengan sekali tebasan pedang tubuh Daylon menjadi berkeping keping hingga tak bisa di satukan " kalian secara paksa melakukan perjanjian hidup dan mati dengan hewan suci.. " ucap Enji sangat marah dan terbang perlahan menuju musuh yg bernama aneska


aneska mengeluarkan api dari tangannya tapi tak berpengaruh sama sekali terhadap yana yg telah di kuasai oleh Enji aneska mengeluarkan es dari tangannya tapi 3 meter jauh nya dari yana es tersebut mencair menjadi air biasa " kenapa bisa... kenala tidak berfungsi.. " ucap aneska ketakutan melihat nya hawa kematian semakin mendekatinya senakin dekat hawanya semakin pekat hingga aneska susah bernafas


" istirahat lah dengan damai.. " ucap Enji mengangkat tangannya dan api yg sangat panas membakar tubuh aneska berteriak kesakitan berkali kali ia mencoba memadamkan api di tubuhnya tapi tidak bisa pesawat tempur yg begitu besar mengelilingi kami tanda bahwa bala bantuan sudah datang mereka menyaksikan pemandangan yg tak biasa


" bukankah ini terlalu kejam " ucap AlizaBets menyaksikan semuanya di depan matanya secara langsung


" dia sedang di kendalikan oleh salah satu Monster nya.. " jawab halu mendekati Enji secara perlahan lahan dan seketika tubuh yana hilang kendali terjatuh kebawah halu langsung menangkap tubuh nya yana dan dirinya sudah tak sadarkan diri " semuanya Evakuasi semua orang di sini.. " perintah halu pada setiap agen mata yg berkumpul


" siap jendral " jawab mereka semua langsung turun tangan menolong setiap orang yg sedang tak sadarkan diri.


" maaf mengganggu... saya tidak apa apa.. saya harus kembali ke kota saya.. di sana juga terjadi pertempuran.." ucap yana tersadar dan menjauh dari halu


" terlalu cepat... pulihkan kondisi mu terlebih dahulu.. " ucap Rizwan tak seperti biasanya


" nggak perlu " kata yana terbang dengan kecepatan tinggi kembali ke kotanya


...di sisi lain Ó╭╮Ò...

__ADS_1


tim peluru di buat kelelahan akibat monster yg berdatangan tiada henti walaupun sangat mudah menghentikan membunuh mereka tapi dengan jumlah yg banyak akan menjadi sulit juga


" kenapa mereka nggak ada habisnya sih.. " ucap ria yg sudah sangat kelelahan satu monster terjatuh dan mengenai tembok lapangan di balik tembok itu ada bunda Akbar dan Ilham dengan cepat bunda memeluk Akbar dan Ilham melindungi nya dari tembok tersebut dan beberapa warga lainnya


yana yg sudah ada di sana melihat ini semua dengan mata kepalanya sendiri air matanya tak terbendung satu tebasan pedang membunuh seluruh monster yg ada di sana tubuh yana kembali di basahi oleh darah " bunda!! bunda harus bertahan " ucap yana memindahkan semua batu yg di dalamnya ada bunda


tim ceria dan para pasukan TNI serta polisi langsung membantu begitu juga dengan masyarakat lainnya karna temboknya sangat tebal dan kokoh membuat semuanya semakin sulit. yana memukul satu serpihan tembok yg sangat besar dan hancur berkeping keping " evakuasi korban " ucap yana langsung menolong bunda Akbar dan Ilham membawanya ketempat yg aman


Zoya memeriksa denyut nadi bunda tapi dia menunduk tulang punggung bunda sudah patah mengakibatkan tulang rusuk menebus jantung Akbar dan Ilham kekurangan oksigen hingga mereka tewas air mata tak terbendung lagi satu monster datang dengan tubuh yg sangat besar dan kuat Andre terpental begitu jauh hingga ketembok yg paling belakang


yana terbang di depan hadapan monster tersebut sambil menghapus air matanya " KENAPA KALIAN HARUS ADA DI DUNIA INI!!! " teriak yana sangat kuat membuat siapapun pasti mendengar nya dan yana memutuskan tangan monster tersebut " SEHARUSNYA.. INI NGGAK TERJADI!!! " yana kembali berteriak sambil memutus kan tangan monster yg satunya lagi


" KENAPA KALIAN SELALU MERENGGUT NYAWA DAN KEBAHAGIAAN SESEORANG YG TAK BERSALAH!!! " yana kembali berteriak yana menebas monster itu menjadi dua dengan sekali tebasan pedang nya darah bercucuran keluar membasahi tubuh yana keseluruhan nya masyarakat yg melihat bahkan sampai muntah muntah karna terlalu menjijikkan sedangkan yana turun kebawah


" yana bersihkan wajah mu " kata Fira memberikan sapu tangan pada yana " terimakasih " itulah jawaban yana sambil membersihkan wajahnya dan yana duduk di kursi yg ada di sana perasaannya kacau balau. kaki tangan nya terlalu parah air matanya mengalir tapi yana tetap bertahan dan tidak menangis


setelah kondisi membaik semuanya di perbolehkan pulang ke rumah masing masing setiap Korban di pulangkan ke rumah nya masing masing acara pemakaman bunda Akbar dan Ilham pun di lakukan di depan batu nisan nya bunda Akbar dan Ilham yana sudah tak bisa membendung air matanya


" jangan membahayakan dirimu sendiri " pesan Rudi dan yana hanya tersenyum lalu pergi dari sana terbang menuju markas


...markas ಥ‿ಥ...


ketika sampai markas sudah di perbaiki dan di sana semua orang sedang berkumpul ya... jendral Edy dan kaira tewas terlihat di dalam peti mereka sangat tenang dan nyaman sekali seperti tidur yana kembali kekamar dan mengganti pakaian nys dengan baju pemakaman para agens dan kembali berkumpul


" atas jasa mereka berdua.. mengorbankan nyawa mereka demi kita semua hingga titik darah penghabisan mereka adalah pahlawan bagi kita semua.. mereka adalah pahlawan sejati.. " ucap halu membuat semua orang menangis


mereka di bawa kerumah mereka rumahnya jendral Edy ketika sampai semua orang anak istri dan cucunya mereka sudah bersiap dengan kepulangan mereka dari udara kami tim peluru dan agen lainnya berbaris menurun dengan pedang di arah kan ke atas dan bersatu satu peti di angkat oleh 4 orang


terbang secara perlahan lahan menuju kebawah seperti acara pedang pora setiap barisan yg telah di lewati akan berbaris di belakang sambil tangan nya tetap hormat ketika sudah sampai di bawah peti nya di bawa masuk kedalam rumah dan di buka agar siapapun bisa melihatnyaa bahkan pak presiden Mansur ada di sana menghadiri acara pemakaman


istri jendral Edy terus menangis meratapi kepergian sambil memegangi foto jendral yana mendekati istri nya jendral " maaf.. maaf.. saya tak bisa menyelamatkan jendral Edy.. saya terlalu lambat.. seandainya saya cepat semuanya tak akan seperti ini.. maaf kan saya " tangis yana dan ibu jendral melihat yana sangat tulus langsung memeluk yana

__ADS_1


" seharusnya kau tidak di sini.. seharusnya kau berada di rumah mu.. berkumpul dengan keluarga mu.. saya ikut berduka cita atas kematian ibu dan adik adik mu " ucap istri jendral sambil menghapus air matanya yana tapi yana hanya tersenyum


setelah pemakaman selesai para agen kembali ke markas besar nya masing masing jendral Edy dan kaira di kenal di sangat banyak agen karna kebaikannya mereka dan selalu rendah hati dan detik ini semuanya hanya kenangan yg bisa di ingat


...keesokan harinya •́ ‿ o...


hari ini adalah hari pemilihan presiden yg baru bagi Indonesia pencoblosan di lakukan dengan tertib setiap daerah dan sekaligus meeting agens bagi para agens untuk mengetahui siapa jendral mereka selanjutnya semua agens memakai seragam yg sama berwarna putih dengan Lis berwarna hitam dan kancing berwarna gold


" jendral kita selanjutnya seorang wanita yg akan memimpin pasukan HPSTI Indonesia adalah Laura kariyana dan wakil nya M. Abdullah Ali untuk kalian berdua di mohon kedepan " ucap halu dan semua orang bertepuk tangan karna Yana adalah agens yg pertama menjadi jenderal dengan usia baru 15 tahun


" saya menolak " kata yana membuat semua orang terkejut dan terdiam


" alasannya? " tanya halu sambil tersenyum


" masih ada senior saya yg lebih berpotensi untuk menjadi jenderal dan lebih pantas dari pada saya " jawab yana


" bagaimana mau senior jadi jendral karna semua senior mu menunjuk mu sebagai Jendral... ayolah yana.. gemgam tanggung jawab ini.. kau sangat pantas mendapat jabatan ini " ucap halu heran sama jalan lppemikiran yana


mereka semua bersorak agar yana dan Ali menerima jabatan ini dan mau nggak mau kami menerimanya kami berjalan kedepan bersama sama AlizaBets memakaikan lambang seorang jendral di lengan baju yg kanan halu memakaikan Bros seorang jendral bertuliskan nama di bagian dada sea memakaikan topi dan memberikan pedang khusus yg di pakai oleh para Jendral sedan kan Rizwan memakai kan jubah berwarna merah dan putih bagian kanan merah dan bagian kiri putih serta bulu buku yg ada di setiap pinggiran jubah berwarna putih di bagian yg merah sedangkan berwarna merah di bagian yg putih


mengucapkan sumpah di depan kitab suci



saya seorang jendral bersumpah akan selalu bertindak adil 2. saya seorang jendral bersumpah akan bertarung sampai titik darah penghabisan demi melindungi setiap nyawa manusia 3. saya seorang jendral bersumpah akan selalu mengutamakan kepentingan negara di banding kepentingan pribadi. dan itulah sumpah nya sumpah suci para Jendral



setelah selesai acaranya kembali ke kamar masing masing tapi tidak dengan Ali dan yana pergi keruangan jenderal dan halu menjelaskan semua yg perlu di lakukan oleh kami berdua setelah selesai mereka pun berpamitan pergi dan hanya tinggal yana dan Ali di sana tidak butuh waktu lama semua berkas sudah selesai


" hhmm Andika pramanto Wijoyo.. Ali wajah mu mirib dengannya " ucap yana sambil memerhatikan wajah Ali dengan dia Andika presiden baru di Indonesia

__ADS_1


" banyak wajah manusia kayak gitu " kata Ali sambil melihat juga fotonya tapi kenapa begitu sangat mirib " kok bisa mirib banget sih " batin Ali jadi kesal sendiri


__ADS_2