Kisah Kami

Kisah Kami
Ali yg emosi


__ADS_3

hari ini kami sedang bermisi di kutub Utara suhu di sana benar benar sangat dingin dan ini sudah jalan 6 hari kami di sini tanpa tidur terus berjaga sepanjang hari


" astaga yana.. " ucap ame melihat tingkah yana yg sedang mengambil es dan memberikan sirup berwarna warni udah di jadikan es serut oleh nya " jangan makan kayak gini di sini.. kau nggak kedinginan apa " kata ame membuang nya kelaut dan yana hanya berpura pura kesal


" yana bikin ulah lagi " kata kami bersama sama nggak heran sama tingkah yana yg selalu bikin ame marah karna tingkahnya seperti anak anak setelah ame menjauh ternyata yana menyembunyikan botol sirup dan mangkok di sana dengan cepat yana melakukannya dan makan dengan tenang kami hanya bisa ketawa di sana


" yanAAA!!!! " teriak ame menendang mangkok dan botol sirup itu sejauh mungkin " sudah selesai.. Jangan buat ulah lagi " ucap ame dengan lembut


" botol sirup terakhir ku " ucap yana merasakan begitu sedih karna itu botol sirup terakhirnya sudah di terbangkan oleh ame


pesawat tempur datang menjemput kami dan kami menaikinya karna hari ini kami akan pulang ke Indonesia kami tertidur begitu pulas


...di Indonesia 0_0...


hari ini di adakan rapat oleh pak presiden yg selalu di adakan 2 Minggu sekali biasanya di hadiri oleh oleh orang orang penting di negara ini dan yana serta Ali tidak mau mengikutinya karna kemungkinan besar kami bakalan di remehin karna faktor usi


" jadi jendral kalian tidak datang lagi " ucap pak Andika yg sudah memimpin negara selama 5 tahun terakhir dan 5 tahun kedepan akan tetap sama


yg mewakili yana dan Ali adalah Samuel dan azuri


" selama 5 tahun terakhir mereka tidak pernah datang secara langsung menghadap saya.. alasannya bermacam macam.. sesibuk apakah mereka sampai sampai di rapat kali ini kalian tetap mewakili mereka.. saya nggak mau tau alasan nya.. kalok mereka nggak datang maka rapat ini tidak akan di mulai! " kata pak Andika dengan nada sedikit marah membuka yg lainnya takut kehilangan jabatan


" baik pak.. saya akan meminta mereka secara langsung.. saya permisi dulu " ucap azuri sambil keluar dari ruangan dan menelpon yana


" hallo.. ada apa sensei " kata yana menerima panggilan telepon oleh azuri

__ADS_1


" gawat yana.. kalok kau dan Ali nggak datang meeting nggak bakalan di mulai lebih baik kalian cepat datang deh.. 30 menit lagi kami tunggu " ucap azuri sambil mematikan telepon nya membuat yana dan Ali panik dan langsung menuju ke kamar masing masing dengan kecepatan penuh langsung ke kamar mandi membersihkan diri dan memakai pakaian lengkap sesuai yg para jendral pakai dan berangkat mengunakan helikopter


...sampai di sana ◉‿◉...


ketika sampai banyak orang terheran heran siapa kami berdua karna wajah tak kelihatan akibat topi sengaja di buat agar tidak memperlihatkan wajah kami ke resepsionis yg ada di sana


" permisi kami sudah membuat janji dengan pak presiden dan mereka sedang menunggu kami di ruang meeting kalok boleh tau ruangannya di mana ya.. " ucap yana membuka topinya sambil berbicara lembut penuh dengan senyuman


resepsionis yg berjenis kelamin laki-laki itu langsung jatuh hati dengan yana dan setiap pria menginginkan dirinya menjadi miliknya selamanya


" benar di lantai 39 di sana ada dua ruangan pintu berwarna hitam itu ruangannya... sebelum itu tolong tanda tangan di sini sini sini dan nomer pribadi di sini " ucap resepsionis mau ambil untuk dengan nomer telpon nya yana tapi yana memberikan nomer yg salah lalu berjalan menuju lift dan masuk kedalamnya


ketika masuk Ali baru sadar ada anj*ng di sana tubuhnya sangat besar dan bulunya sangat lebat Ali bersin bersin karna elergi dengan anjing alergi Ali sangat parah dengan anj*Ng ketika anjing itu pergi bahkan Ali masih bersin bersin ketika sampai Ali meminum obat yg selalu ia bawa ke mana mana dan sedikit lebih tenang


" baik sensei " jawab kami berdua masuk kedalam ruangan tersebut terlihat mereka semua sangat tegang karna sudah menunggu 30 menit saja


" duduk di kursi kosong.. kita mulai meeting nya " kata pak Andika dan kami hanya menurutinya duduk di ruang kosong tanpa membuka topi kami agar wajah tidak terlihat sama sekali


ketika selesai meeting Ali dan yana tidak di ijinkan keluar ruangan " buka topi kalian.. apa alasan kalian tidak mengikuti meeting selama 5 tahun terakhir.. apa karna faktor usia kalian yg baru menginjak 20 tahun.. atau kalian takut di remehkan oleh pejabat pejabat tinggi karna kalian sudah menjadi jenderal saat berumur 15 tahun " ucap pak Andika tepat sasaran membuat kami kehabisan kata kata


pak andika terkejut saat melihat wajah kami " maafkan kami.. " ucap kami bersama sama sambil menunduk


" Ali.. bisa kita bicara berdua anda.. jendral yana bisakah keluar " kata pak Andika


" nggak bisa.. kalok mau bicara bicarakan saja di sini kenapa yana harus keluar " ucap Ali sedikit nada berteriak

__ADS_1


" Ali.. nggak sopan seperti itu.. " kata yana membuatnya Ali terdiam


" baik yana kau tetap di sini... saya hanya mau melakukan tes DNA itu saja.. saya mau membuktikan semua ini apakah benar atau tidak.. karna saya tak mau berharap dan saya tak mau memberikannya harapannya.. di sini saya hanya mau bukti dan kebenaran " kata pak Andika sambil berdiri dan menatap Ali


" baiklah... " ucap Ali mencabut beberapa helai rambutnya " anda harus tau.. dan saya Pastikan kalok semua ini hanya kesalah pahaman... kalok terbukti hasilnya negatif anggab saja kita tak pernah bertemu dan saya benar benar benar sangat membenci anda!!! " teriak Ali keluar dari ruangan tersebut dan membanting pintunya begitu sangat kuat


" maaf atas perlakuan Ali.. jujur Ali bukan seperti itu orangnya.. dia sangat lembut tapi sedikit cuek.. Ali tidak akan melakukan itu kalok dia tidak di sakiti.. bukan sakit fisik tapi hatinya... kalok bapak mau memperbaiki hubungan.. bicara dengannya baik baik.. basa basi dengan hal yg ia sukai.. contohnya.. ia sangat suka kari ikan sambal terong.. dan Ali tak terlalu suka dengan daging.. " ucap yana sambil tersenyum entah kenapa pak andika ingin mengetahui lebih dalam lagi


" bisa ceritakan sedikit tentang Ali " kata pak Andika yg kembali duduk di kursinya


" tentu saja.. kalok Ali model berpakaian nya sih nggak ribet pak.. Ali sering memakai pakaian yg tertutup seperti memakai celana panjang baju berlengan panjang apa lagi kalok ada jaket yg ada topinya itu pak dia benar benar suka.. biasanya model makan Ali itu nggak rumit sih yg penting harus ada sayur meski nggak ada sayur yg penting berkuah pak.. warna kesukaan Ali itu putih sana seperti saya hehehehe... Ali lebih menyukai makanan yg di buat di rumah ketimbang makan di luar.. dan yg terpenting Ali itu sangat menyukai kue cokelat yg asal di gigit cokelat nya keluar pak.. kalok itu di jamin Ali nggak bakalan nolak... " ucap yana menceritakan tentang Ali


" sepertinya yana sangat dekat dengan Ali.. apakah kalian pacaran atau hubungan yg lebih dari itu.? " tanya pak Andika pada yana


" cuman sahabat sih.. kami kenal saat berumur 13 tahun.. " jawab yana tersenyum


" apa Ali pernah mengucapkan sesuatu seperti jadi pacar atau istri gitu? " tanya pak Andika merasakan bahwa Ali sangat menyukai yana tapi yana nya aja nggak peka peka


" mungkin saya akan menolak.. " jawab yana sambil tersenyum


" alasannya " ucap pak Andika terheran heran " apakah sudah memiliki keluarga " tanya pak Andika kembali..


" saya tak bisa memiliki anak bahkan kalok saya melakukan bayi tabung hanya kemungkinan kecil dapat melakukan lahiran saat 7 bulan... saat itu perut saya di tusuk oleh seorang dan 3 tusukan tepat di rahim.. Ali itu sangat menyukai anak anak jadi nggak mungkin saya berpacaran bahkan menikah dengan Ali.. " ucap yana tidak menampilkan wajah sedihnya bahkan yana terus tersenyum


" saya ikut prihatin " kata pak Andika " dia wanita yg sangat kuat " batin pak Andika

__ADS_1


__ADS_2