
...pagi hari ༼;´༎ຶ ༎ຶ༽...
semua orang sudah ada di ruang latihan tapi yana tidak muncul juga
" ok semuanya kita mulai latihan " ucap azuri
" sensei tunggu " ucap kami semua
" ada apa " kata azuri pada kami.
" yana " ucap kami.
" yana telah keluar dari agen mata semalam sekarang dia sudah ada di rumahnya " jawab Samuel membuat mereka terkejut.
" loh kok bisa yana nggak cerita apa apa " kata mereka sedih dengan kepergian yana tanpa mereka ketahui.
" ibu nya mengancamnya dengan bunuh diri yana nggak bisa papa dan mengerti keinginan ibunya " ucap azuri pada mereka.
" berarti yana melupakan kami dan tak akan mengingat kami lagi " tangis ame dan para cewek lainnya sambil berpelukan mereka nggak bisa mendengar suara yana lagi kasi sayang dari yana lagi tawa canda dari yana lagi semuanya sudah hilang dan hanya tinggal kenangan.
" nggak berguna kalian menangis.. hapus air mata kalian.. jangan tahan orang yg hendak pergi.. lepaskan dari pada menyakitkan " ucap Samuel membuat kami menghapus air mata kami dan memulai latihan.
" selamat tinggal yana " batin kami semua.
...posisi yana...
ketika yana turun dari mobil yana mengambil koper nya
yana menjadi pusat perhatian di sekeliling nya karna paras cantik membuat semua orang memperhatikan nya yana berjalan lurus saja tidak menghiraukan orang orang yg melihat nya
" kota ini sudah banyak berubah ya.. sampai bingung... nasip banget dah.. dua tahun nggak pulang kerumah pas pulang malah kesasar.. nasep nasep... " batin yana sambil menggeleng geleng kan kepalanya di kampung sendiri tapi malah kesasar.
" neng mau kemana Abang antar deh " tawar uwak uwak tukang becak di sana.
" kini Abang awak(saya) bingung nih.. tempat nya udah betul tapi masalahnya saya lupa di mana tempat nya.. udah lama nggak kesini " ucap yana dengan lembut membuat para pria di sana semakin jatuh hati pada yana
" ada alamatnya tak kalok ada bisa Abang antar ini " kata uwak tersebut tapi yana menggelang gelengkan kepalanya.
" nggak papa lah bang awak jalan aja permisi.. " ucap yana sambil terus membuat pria di sana sampai mimisan saking cantiknya yana " jalan kentang nomer 5 " batin yana terus mengingat nya sambil berjalan yana terus berjalan dan akhirnya bertemu dengan jalan tersebut yana melihat ada acara 17san yg dirayakan satu tahun sekali memperingati hari kemerdekaan RI.
yana berjalan masuk sambil melihat kesekitar anak anak yg sedang berlomba makan kerupuk dan yana mengenal mereka semua para lajang lajang di sana menatap yana karna yana sangat terlihat asing bagi mereka.
" ayo.. semangat makan habis kerupuknya.. " kata yana menganggu mereka tapi mereka melihat yana jadi aneh " 3 orang pertama yg menang 50 ribu " ucap yana dan mereka dengan cepat menghabiskan kerupuk mereka " dasar setan sogok uang aja cepat " batin yana sambil mengeluarkan dompetnya yg tebal.
para lajang lajang itu langsung mengambil sisir dan merapikan rambut mereka dengan cepat serta penampilan mereka yg mereka rapikan dengan sangat cepat dan berjalan menuju yana tapi kalah cepat dengan anak anak yg sudah mengepung yana.
" kk kk duitnya duitnya " kata mereka nggak sabaran.
" 50 ribu untuk 3 orang sisanya yg kalah 10 ribu ya.. " ucap yana membagikan uangnya pada mereka.
" makasi kk " kata mereka semua sangat senang dan bubar
" tempat disini nggak berubah ya " ucap yana sambil tersenyum melihat kesekeliling begitu banyak pepohonan yg rindang hawa sejuk dan segar bunga berbaris di setiap jalan yg berwarna warna.
" siapa nama dek? udah punya pacar belum? " tanya cowok yg di sampingnya wajahnya lumayan tampan dan dia paling terkenal dengan playboy nya yg sudah turun temurun soalnya ayahnya sudah menikah 10 kali dan bercerai sebanyak 12 kali dan sekarang ayahnya sedang mencari pengganti baru.
__ADS_1
" nama awak Laura kariyana jomlo sejati " ucap yana sambil tersenyum.
" Laura kariyana anak nya pak Rudi? " Kata Abang itu yg bernama Pahri
" ya iyalah bang siapa lagi.. Abang ini lah udah tua juga godain awak.. kalok mau godain awak kau lepas dulu burung mu " ucap yana menendang si Otong yg nggak bersalah.
" astaghfirullah gendut udah pulang kau.. kangen Abang lohh " kata Pahri memeluk yana membuat semua orang terheran heran dan yg mendengarnya terkejut.
" kau ini lah.. anak orang kau peluk peluk.. kau halalil dulu baru kau peluk " ucap Rudi menarik kerah baju nya Pahri btw Rudi adalah ayah tirinya Pahri karna Rudi menikah pada untuk pertama kalinya jadi Pahri tinggal dengan Rudi selama ini.
" yah dia yana lah dia yana.. " kata Pahri kesenangan membuat semua orang terkejut mendengar nya.
" ayah yana pulang.. " ucap yana dengan air mata yg mengalir dan yana menyalami Rudi membuat hati Rudi bergetar mendengar suara yana Rudi memeluk yana yg kini tinggalnya udah hampir sama dengannya.
" Alhamdulillah yana... kau pulang nak.. selama ini kemana... kenapa pergi gitu aja nak.. kenapa nggak ada kabar.. " tangis Rudi sambil memeluk yana semua orang kaget dan dengan cepat gosip kepulangan yana sudah tersebar luas kemana mana dengan sangat cepat seperti kilat melalui mulut emak emak dan tetangga yg menyebar dengan cepat mengalahkan perkembangan virus Corona.
" maaf maaf.. " kata yana sambil menangis Rudi melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata yana
" ayo kita pulang kerumah nenek banyak pertanyaan yg harus kau jawab... ini kopermu kan.. ayah yg bawa " ucap Rudi sambil membawa koper yana sedangkan yana hanya berjalan di samping Rudi sambil menunduk.
" mustahil untuk kembali " batin yana
" dia yana.. kenapa badannya sekurus itu"
" dia selama ini kemana "
" aku dengar dia lari subuh "
" lihat kopernya dan bajunya dia pasti jual diri "
" pasti jadi simpanan om om mah "
...di rumah (✯ᴗ✯)...
mereka sudah sampai di depan rumah nenek yana yg bernama izah rumah tersebut rumah panggung semuanya murni 100% terbuat dari kayu jati asli nggak kw nenek yana sudah menunggu di depan rumah ketika melihat perempuan yg berhijab nenek yana langsung berjalan sambil memeluk yana dan menangis
" kemana aja selama ini... kenapa nggak pulang.. apa benci sama nenek makanya nggak pulang.. apa nenek ada salah... yana benci kah sama nenek hingga tak pulang pulang... " kata izah sambil menangis
" tenang nek tenang... yana nggak benci nenek.. nenek nggak buat salah kok.. sekarang jangan nangis ya... sekarang kita masuk ya... " ucap yana dan mereka semua masuk kedalam rumah.
ketika masuk yana melihat kesekeliling tak ada yg berubah dari rumah ini semuanya masih tersusun rapi dan sangat bersih yana masuk kedalam kamar merapikan ingin memasukkan semua pakaian nya tapi lemari sudah kosong baju baju yana sudah di sumbangkan kepada orang yg membutuhkan yana kembali lagi keluar Melihat mereka semua yg akan melontarkan pertanyaan pertanyaan yg ingin mereka bicarakan.
" yana duduk " ucap Rudi dengan tegas membuat yana langsung duduk yana paling takut dengan Rudi karna kalok Rudi sudah marah tak ada yg bisa menghentikan nya " kemana dua tahun nggak pulang pulang? " tanya Rudi
" kerja sambil sekolah " jawab yana sambil menunduk tak berani menatap Rudi.
" kerja di mana? " tanya Rudi kembali pada yana yg tak berani menatap nya.
" jadi barista kopi di Jakarta " jawab yana tetap menunduk.
" siapa yg ngijinin kesana? siapa yg kasi izin keyana buat yana kerja? dari mana uang buat kesana? " tanya Rudi kembali.
" yana pergi diam diam yana nggak minta ijin yana kesana naik kapal malam " jawab yana berbohong pada Rudi untuk pertama kalinya.
" apa yang yg ayah kasi nggak cukup selama ini.. ayah tau ayah kerja dengan gaji yg sikit tapi kalian selalu makan kan setiap kebutuhan selalu terpenuhi kan! kebutuhan sekolah juga kan! jadi untuk apa yana kerja! ayah masih kuat buat bekerja! yana fokus aja kesekolah! cuman itu yg ayah minta " kata Rudi sangat marah dengan yana
" maaf " ucap yana sudah menerima kenyataannya
__ADS_1
" yana bilang yana sekolah kan? " tanya Rudi kembali tapi dengan nada lembut
" iya yah " jawab yana.
" seharusnya yana sudah SMA sekarang mana ijazah SMP mu rapot mu tunjukan sama ayah dan sekolah mu sekarang besok ayah akan urus semua keperluan sekolah dan besok ayah usahakan supaya bisa sekolah di sini " kata Rudi pada yana yana masuk kedalam kamar membuka kopernya mengambil satu map yg isinya ijazah dan lain lainnya yana memberikannya Rudi dan Rudi memeriksa semuanya dengan sangat teliti.
meski Rudi hanya bersekolah sampai SD itupun tidak tamat setidaknya Rudi mengerti dengan ini semua semua anggota keluarga sudah berkumpul dirumah ketika mendengar kabar yana yg menghilang dua tahun lalu kini sudah kembali dengan tampilan yg sangat berbeda.
" siapa pria ini " ucap Rudi memperlihatkan foto yana dengan Samuel azuri azuma jendral Edy udy secara bersamaan.
" mereka temen yana mereka yg membantu yana di sana sedangkan yg ini mereka menggangkat yana sebagai anak nya anak angkat anak kandungnya ini nama nya Edy orang tua angkat yana kaira dan udy mereka yg membiayai yana sekolah " ucap yana sambil menunjuk kan foto.
" berikan nomer telpon nya ayah mau berterimakasih sama mereka " ucap Rudi tapi yana malah menunduk sedih " kenapa? " tanya Rudi.
" pak udy baru saja meninggal 2minggu yg lalu akibat jatuh dari tangga dan terkena serangan jantung di larikan kerumah sakit tapi dia sudah tak bernyawa " ucap yana sambil menghapus air matanya.
" turut berdukacita " kata mereka semua.
" ayah mau keluar sebentar mau urus sekolah mu mumpung masih jam 10 siang nanti setelah ayah pulang kita belanja peralatan sekolah " ucap Rudi merapikan semuanya dan membawanya pergi kesekolah yg akan yana tempati.
" yana... " ucap Yuni sahabat baik yana mereka masih mempunyai hubungan darah karna ayahnya Yuni adalah abangnya ayah yana.
" Yuni.. " kata yana dan mereka berpelukan bersama sama
" kurus bener lah Lo.. nggak makan apa.. jangan jangan kau di siksa kayak di pilim pilim Indosiar itu " ucap Yuni sambil memeluk yana
" ya nggak lah..nggak mungkin mereka memperlakukan ku dengan sangat baik " kata yana sambil tersenyum
mereka semua terus menanyakan kepada yana rasa penasaran terhadap yana sedangkan yana sedang bersabar menjawab semua pertanyaan dari para keluarga nya
...sore hari ◉‿◉...
" kk ini cokelat banyak banget " kata Zahra adek kandungan nya yana satu ibu dengan yana
" mau kk " ucap Ilham adeknya nya yana juga tapi beda ibu
" akbal juga mau " ucap Akbar adeknya yana beda ibu dan dia anak terahir.
" ambil aja kalok mau banyak kok... tapi kalian keluar dulu kk mau ganti baju " ucap yana
" baik lah " kata mereka berlari keluar sambil membawa cokelat itu hanya ada yana dan Yuni yg sedang bermain hp nya yana membuka seluruh pakaiannya hanya tinggal pakaian dalam.
" seksi banget dah yana.. " ucap Yuni sambil memvidiokan yana.
" ayolah Yuni kebiasaan mu jangan vidioi aku lah malu tau nggak " kata yana menutupi tubuhnya
" tenang tenang udah ku hapus... tapikan yana.. percuma perut berotot seperti itu seperti perutmu kotak kotak " kata Yuni sambil memakan cokelat yg ada di sampingnya itu.
" percuma.. " ucap yana heran.
" perempuan itu pasti menikah kalok sudah menikah wik wik setelah wik wik dapat anak Gandung 9 bulan percuma itu perut kotak kotak " kata Yuni dengan ala kaki nya bagaikan di warung kopi
" akibat olah raga ini... " ucap yana Yuni terus memperhatikan tubuh yana yg sangat kekar perkasa tapi masih dalam keadaan wajar saja.
" oiya Mak kau ada di Amerika loh.. ku dengar mamak kau akan kembali Minggu depan apa kau nggak mau menghubungi nya kasian loh tapi kerasa dia udah tau kau pulang " kata Yuni pada yana yg sudah selesai mengganti bajunya.
" aku sudah bilang kok nanti aku akan jemput di bandara aja kan seminggu lagi Mak ku ulang tahun jadi sekalian bawa kue sama hadiah lah "
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...