Kisah Kami

Kisah Kami
menjenguk yana


__ADS_3

Adam mendapatkan informasi bahwa yana masuk rumah sakit langsung menuju kesana. Adam menanyakan di mana ruangan yana lalu pergi kesana.


" ini ruangan nya kan " kata Adam masuk kedalam ruangan tersebut melihat yana sedang makan.


" siapa " kata yana melempar garpu dan tertancap di dinding.


" maaf saya Adam " kata Adam kaget.


" kk Adam rupanya bikin kaget aja lah " Kat yana.


" saya dengar kamu masuk rumah sakit jadi saya langsung ke mari dan membawakan buah sama bunga hehehe buah nya dari mama " kata Adam tersenyum.




" terimakasih ya kk " kata yana mau meletakkan piring nya di meja sebelah nya


" sini saya saja " kata Adam membantu yana.


" makasih ya kk " kata yana tersenyum.


" sama sama " kata Adam


mereka berdua bercerita bersama tertawa gembira.


" aku pulang aja lah yana kayak nya udah baikan " batin adam melihat mereka tanpa sepengetahuan mereka berdua. Ali duduk di kursi rumah sakit tersebut.


" Ali kok di sini ngak masuk " kata siti.


" kk Adam lagi berduan sama yana lebih baik kita tunggu kk Adam pulang saja baru kita masuk " kata Ali.


ame mengintip sedikit untuk melihat yg terjadi bersama Zia dan siti.


" yana ngak peka banget sih kalok Ali suka sama dia " kata mereka.


" kayak nya " kata Ali lemas.


" iya sama kayak kau ngak peka " batin Levi keni dan farel melihat ame Siti Zia masih memegangi bunga.


" kalian kenapa ngak masuk kok di luar aja " kata yana sedikit keras dari dalam ruangan.


" ketahuan ya " kata mereka masuk kedalam ruangan satu persatu.


" wah kalian ada di sini pelajaran kalian bagaimana " kata Adam.

__ADS_1


" ngak masalah " kata kami.


" bagaimana kondisi nya yana udah baikan belum " kata Siti.


" Alhamdulillah udah kok. aku ini kan kuat " kata yana.


" kuat tapi masuk rumah sakit " kata keni.


" hehehe " kata yana.


" kapan boleh pulang " kata farel mengambil buah apel lalu memakannya.


" buah itu untuk yana bukan untuk kau " batin adam.


" kayaknya nanti besok juga bisa pulang " kata yana memerhatikan Ali.


" apa yg kau bawa Ali " kata yana yg hobi makan.


" ini untuk ku bukan untuk mu " kata Ali.


" kasi kek aku satu pelit amat lah banyak itu " kata yana.


" ini salah buah " kata Ali memberikan kepada yana.



" sama sama " kata Ali


" kami ngak " kata mereka.


" ambil lah satu satu masak harus ke bagiin lagi " kata Ali mengambil jatahnya.


" wah. selamat makan " kata mereka memakan salat buah tersebut bersama sama.


" oiya perbaikan taman depan udah selesai belum " kata yana.


" sedikit lagi siap tinggal atur bunga bunga aja di mana tempat nya " kata Ali


" permisi " kata Arthur akan dan aski masuk kedalam ruangan.


" kenapa mereka juga datang " batin keni Levi dan farel


" yana bagaimana kondisi nya udah baikan " kata Arthur.


" Alhamdulillah udah kok kk " kata yana.

__ADS_1


" syukur lah ini kami bawa kue " kata aski.



" terimakasih ya kk " kata yana.


" sama sama " kata mereka ber3.


" saya mau dong " kata azuri mengambil satu potong dari kue tersebut dan memakan.


" guru ini lah " kata mereka ber4.


" sensei ngak udah di tawar ambil sendiri nanti dia " kata ame.


" pintar " kata azuri.


" bagaimana kondisi nya yana " kata Samuel.


" baik kok tenang aja " kata yana melihat ruangan penuh dengan manusia super ribut.


" hhmm iya lah tu " kata Samuel.


" hehehe " kata yana.


" sensei punya saya itu " kata Ali melihat salat buahnya di ambil azuri.


" sekarang ini punya sensei " kata azuri ngak mau ngalah.


" iisss sensei ini lah " kata Ali.


*aabbanngg aku telah hamil sayang aabb*anngg aku sudah terlambat datang bulan.. sayang.. kau hamil sama siapa.. sayang.. itu anak siapa... aku hamil sama Abang masa hamil sama setan...


ada dering salah satu dari mereka.


" telpon siapa itu " kata samuel.


" maaf semua punya saya " kata Arthur.


" angkat di sini " kata azuri.


" baik lah " kata Arthur menggangkat nya.


" ARTHUR PULANG SEKARANG JUGA " kata papa Arthur.


¥¥¥¥¥¥

__ADS_1


nantikan kelanjutan ceritanya ya. jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2