Kisah Kami

Kisah Kami
jalan hidup


__ADS_3

" lapar lah " batin yana yg sedang membuka selang impuls nya dan berjalan keluar dari ruang medis.


" makan bakso ikan enak juga " kata mereka.


" kalian mah gila bakso, aku kepingin yg Asam asam gitu " batin yana.


" jeruk nipis bulat bulat kau telan " kata Anoo.


" asam lambung ku nanti kumat kalok gitu " batin yana.


"hiks hiks hiks " suara seseorang menangis.


" siapa yg nangis " batin yana.


" lurus 5 meter kedepan belok kanan 3 meter " kata Enji dan yana mengikuti nya.


yana Melihat seorang menangis dia memakai baju latihan.


" mungkin dia anggota baru " batin yana.


" mungkin " kata mereka.


" hallo dek, kenapa nangis, adek anak baru ya " kata yana duduk di sebelah adek itu.


" aku ngak nangis " kata nya menghapus air matanya.


" boleh kakak tau kenapa adek nangis, cerita saja ngak papa kok " kata halwa.


" hormat pada agen mata Laura kariyana " kata 4 anak lainnya yg datang dengan memakai baju yg sama seperti anak di samping yana.


" kalian satu tim dengan nya " kata yana.


" iya kami satu tim " kata mereka mencoba bersikap profesional di depan atasan.


" kenapa dia nangis, boleh kalian ceritakan " kata yana menunjukkan anak itu. " perkenalkan diri kalian dulu " kata yana kembali.


" saya Sarah " kata Sarah.


" saya pauzi " kata pauzi.


" saya Bima " kata Bima.


" saya rino, ketua pemimpin tim ini dan yg di samping agen mata Laura kariyana itu namanya zofa. " kata Riko.


" alasan kenapa dia nangis " kata yana menatap mereka.


" kami.. kami.. kami.. " kata mereka ketakutan ingin membilangkan nya.


" cepat bilang " kata yana.


" kami ingin keluar dari agen mata " kata zofa.


" alasannya " kata yana sedikit terkejut.


" kami baru seminggu di sini, ketika kami sampai kami melihat pertarungan yg memakan nyawa, kami ngak mau membunuh " kata Sarah menangis.


" latihan disini sangat kejam kami tidak di biarkan tidur siang walaupun hanya sebentar malamnya kami harus lanjut membunuh hewan yg ngak berdosa buat di masak " kata pauzi menangis.


" walaupun di sini sangat nyaman, tidak seperti di luar sana, kami makan teratur dan kalok hujan kami ngak basah lagi, tapi di sini kami harus bekerja keras untuk latihan sebulan menghapal undan undang yg sangat banyak " kata Bima.


" dan lagi kami harus berperang seperti anda, membunuh makhluk yg ngak bersalah " kata Rino.


" kalian pasti tau kalok kalian keluar kalian akan dapat sangsi yaitu kehilanganmu seluruh ingat kalian saat di sini " kata yana menatap mereka.


" kami tau " kata mereka.


" siapa guru kalian " kata yana.


" guru Samuel " kata mereka.


" ini jam 8 pagi kenapa kalian ngak ada di kelas " kata yana.


" kami sudah bilang sama guru Samuel kalok kami akan keluar dari agen, tapi guru memberikan kami waktu dua hari untuk berpikir " kata Rino.


" kalok gitu ayo ke kamar kk dulu, ada yg mau kk tunjukkan " kata yana berjalan meninggalkan mereka dan mereka mengikuti yana sampai ke kamar.

__ADS_1


...di kamar 〜(꒪꒳꒪)〜...


" kenapa ada 8 tempat tidur di sini, bukanya hanya lima " kata Sarah.


" Tim kk beranggotakan 8 orang, tunggu di sini kk mau ganti baju dulu " kata yana mengambil baju nya dari lemari dan menuju kamar mandi.


" ini foto mereka, mereka sangat keren " kata pauzi melihat foto kami di dinding terpajang rapi.


" kamar mereka sangat berbeda dengan kamar kita " kata Riko.


" siapa kalian " kata kami semua mengarahkan pedang kami keleher mereka


" dia anak latihan mungkin lihat saja bajunya " kata Siti.


" tapi kenapa mereka bisa masuk, hanya beberapa orang saja saya yg bisa " kata ame.


" kita bunuh saja " kata Zia dengan dingin membuat mereka ketakutan sampai tubuh mereka bergetar apa lagi melihat baju kami yg penuh dengan darah monster karna baru saja selesai dari misi.


" bisa bisa nya kaus kakinuha tinggal, hadeh ada ada aja lah " kata yana yg baru saja selesai mandi dan lupa bawa kaus kakinya.


" yana " kata mereka terkejut.


" hai semuanya, mana pun kaus kakiku " kata yana mencari di lemari.


" yana " kata ame Zia dan Siti memeluk yana dengan erat dan yana membalasnya.


" tubuh mereka kenapa sangat tinggi " batin mereka ber5.


" Ali keni farel lepi lepaskan pedang kalian, kalian menakuti mereka ber5, aku yg membawa mereka " kata yana melepaskan pelukan nya.


" kanapa kau bawa mereka " kata Ali.


yana menceritakan apa yg terjadi sama mereka. kami mandi terlebih dahulu agar bisa menyelesaikan mereka ini, setelah selesai.


" jadi kalian mau keluar dari agen, kalian tau sangsinya tapi kalian hanya menyerah karna seperti itu " kata Levi menatap mereka dan mereka hanya menunduk.


" buku undang-undang no berapa kalian hapal " kata keni berjalan menuju rak buku.


" buku 2 " kata Riko dan keni mengambil nya.


" wah cepet banget kalian, satu Minggu udah hapal satu buku ini, bagus bagus " kata keni.


" kami seminggu udah hapal semua buku undang-undang " kata farel.


" cepat benget " batin mereka ber5.


" tadaaa makanan udah siap " kata kami ber4 selesai membuat makanan.



makan nya.


" kalian tau keuntungan kalian dan kerugian kalian ada di sini " kata ame.


mereka hanya menggeleng geleng kepala mereka.


" ke untungngan, kalian mengantikan agen mata yg telah pensiun atau mati dalam kondisi sedang bermisi " kata Ali.


" kalian itu penerus agen mata " kata keni.


" kalian di berikan tempat tinggal, makanan, baju, dan yg lain nya " kata farel.


" kerugian nya, kalian akan merasa kelelahan karna aktivitas yg kalian jalani itu normal kok, kami juga gitu dulu, jalani semua dengan ikhlas saja " kata Levi.


" kalian ngak harus membunuh monster seperti kami, setiap dua tim akan di beri tugas masing masing, contoh nya kami tim peluru kami di tugaskan kedalam bidang monster " kata ame.


" sedangkan tim seangkatan tahun kami dia di tugaskan ke masyarakat, kenapa begitu karna kami ahli dalam bidang monster ketimbang bidang masyarakat " kata Zia.


" karna ada dua bidang ya itu monster dan masyarakat, bidang monster biasanya melakukan misi yg berbahaya seperti membunuh, kekejaman, kematian, darah, " kata yana sambil makan.


" sedangkan bidang masyarakat sangat berbeda jauh, bidang masyarakat biasanya melakukan misi pertolongan, pencarian, lemah lembut, tidak menggunakan kekerasan, biasanya mereka akan bekerja sama dengan kepolisian setempat " kata Siti dengan lembut


" jadi kalian pilih yg mana " kata Ali.


" masyarakat " kata mereka ber5.

__ADS_1


" kalok gitu bertarung dengan siti dulu, " kata yana menunjuk Siti.


" loh kok aku yana " kata Siti.


" kami yakin kau bisa " kata kami semua.


" baik lah " kata Siti berjalan mengambil pedang Nya.


" mana ku simpan ya, bukan di sini, mungkin di sana, tunggu apa di sana ya, kayaknya di sini, tapi kok ngak ada ya " kata yana mencari sesuatu.


" yana jangan di berantakin lah " kata ame melihat yana.


" nanti ku rapikan, aku cariii nah ini dia " kata yana memegang seperti kain tapi ada bentuk lingkaran di tengah nya.


yana memasang nya di tangan, kaki Siti.


" tugas kalian, kalian harus mengenai lingkaran ini, kalok kena warnanya berubah jadi hitam dan kalau belum kena warnanya tetap hijau, mengerti " kata yana kepada mereka.


" mengerti " kata mereka ber5.


" tapi kami ber5 kk itu sendiri " kata zofa


" ngak masalah, walaupun dia ini pemalu, sering nangis, tapi kalok serius, kalian dalam bahaya " kata yana tersenyum manis pada mereka.


" ayo mulai " kata Siti dengan pedang kayunya karna ini cuman latihan saja.


Sarah menyerang Siti di Luan tapi Siti dengan cepat menangkisnya, kemudian pauzi mencoba mengenai kaki Siti tapi Siti menangkis nya, Bima melihat Siti tidak melindungi lehernya.


" kesempatan " batin Bima menyerang leher siti, dengan cepat Siti berbalik dan mengerang Bima hingga Bima terjatuh.


zofa mencoba mengenai tangan Siti tapi dengan mudah Siti membalikkan serangan nya, Rino menyerang siti tapi Siti menangkis nya dengan kudah Rino ngak menyerah dia terus menyerang Siti hingga dia sendiri kelelahan.


" sudah sam.. " kata Siti terpotong karna alat di tubuhnya sudah berwarna hitam semua.


" berhasil " kata mereka ber5 ke kelahan.


di waktu Siti fokus ke rino, mereka ber5 mengenai target dengan pelan tampa Siti sadari sehingga mereka lah yg menang.


" bagus " kata ame bertepuk tangan begitu juga dengan yg lainnnya.


" kalok di asah lagi, mungkin mereka akan ke monster tapi bisa juga ke masyarakat, sifat mereka kan penolong cocok " kata yana sambil tetap memakan makanannya.


" duduk duduk " kata Zia dan mereka semua duduk sambil meminum air es yg ada di sana.


" kalian tau ngak yana itu fobia darah loh, dulu pertama kali dia melihat darah dia muntah muntah tapi sekarang dia bisa mengatasi fobia nya dan malah dia haus darah " kata ame menunjukkan yana.


" benarkah " kata Rino ngak percaya.


" iya, dulu yana tidak seperti itu tubuh dan wajahnya, dulu dia sangat ngemuk tapi seiring waktu latihan dia bisa kurus seperti itu akibat latihan yg berat " kata Zia.


" kerenn " kata mereka ber5.


" kalian kesulitan menghapal kan " kata Levi dan keni.


" iya kk " kata mereka ber5.


" kalok kalian kesulitan menghapal, lakukan yg membuat kalian bisa menghapal, contoh nya yana dia menghapal sambil ngemil, Zia yg menghapal sambil dengerin lagi, ame yg menghapal sambil mengelus sesuatu yg lembut, sedangkan Siti mengahapal dengan ketenangan " kata levi.


" Ali yg menghapal dengan fokus, farel yg menghapal sambil memperaktekkan langsung tapi dasarnya dia bisa menghapal walaupun dalam keadaan tidak fokus, Levi yg menghapal dengan nada musik, sedangkan kk menghapal seperti anak biasa nya " kata keni.


" seperti itu ya " kata Meraka merasa aneh.


" ahuk huk " yana terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


" yana kau, kenapa bisa " kata mereka panik.


" aku keselek bijik kacang, ini cuman selai strawberry bukan darah " kata yana membersihkan mulutnya.


" kau ini lah " kata mereka semua khawatir.


" sudah sudah, jadi apa kalian masih mau keluar dari agen " kata yana pada ber5 dan terlihat seperti mereka bingung.


" kk tau perasaan kalian, kalian pasti merasakan kalok latihan ini sangat beratkan, kami juga dulu gitu, bahkan seminggu kami di mata kami langsung di kirim ke latihan tempat monster dan kami harus membunuh mereka, pertama kami kasihan tapi kami sadar mereka memakan manusia makanya kami membunuh mereka " kata yana kembali.


" kalau kalian mau keluar kalian akan kembali hidup kejalanan lagi kan, kami dulu sempat ingin berhenti tapi kami yakin ini lah jalan hidup yg kami pilih, apapun resikonya mau itu besar atau kecil kami akan menanggung nya bersama itulah tim kita " kata Ali kepada mereka.

__ADS_1


¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya, jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya


__ADS_2