
" YANAAA " teriak ayah ku dari luar rumah karna ingin membeli pelataran sekolah
" iya ayah " jawab ku sambil keluar kamar dan menuju ayah ku kami pergi ke toko pakaian untuk membeli baju sekolah sangat terlihat jelas kalok Rudi takut yana kembali lagi dan menghilang.
...di toko peralatan sekolah 。◕‿◕。...
" pilihlah nanti ayah bayar berhubung ada rejeki " kata Rudi
" baik lah " ucap yana memilih semua keperluan nya yg ia butuhkan yana juga memilih yg hemat hemat agar tidak membebani Rudi dalam soal membayarnya.
" totalnya 670 ribu pak " ucap karyawan itu dan Rudi kaget karna uangnya tidak cukup yana mengetahui hal tersebut.
" mbak bayar kartu kredit ya " ucap yana dan akhirnya yana membayar semuanya dan mereka ke tempat parkiran.
" nanti ayah ganti uangnya " kata Rudi pada yana.
" nggak perlu lah yah... ngomong ngomong bank masih buka nggak jam segini baru jam 4 kayaknya buka lah kita ke bank dulu yah.. oiya kk sama ktp asli bawa nggak " ucap yana pada Rudi.
" bawa kok kebetulan semalam lagi ngurus masuk tknya Ilham " jawab Rudi
" kita ke bank dulu " kata yana
......di bank (◕ᴗ◕✿)......
mereka sudah satu jam menunggu dan akhirnya selesai
" ini yah " kata yana sambil memberikan kartu ATM di dalamnya
" untuk siapa " ucap Rudi sambil berjalan keluar
" ini ATM ayah bisa nabung dan transfer uang melalui ini yana udah transfer 20 juta kedalam ini untuk simpanan terserah ayah mau gunakan buat apa aja yg ayah mau " kata yana.
" ayah nggak bisa terima ini banyak banget lagian ayah nggak pande soal beginian " kata Rudi menolaknya.
" ini nggak ada apa apa nya kalok melihat pengorbanan ayah buat kami semua... kalok dulu yana selalu minta uang pada ayah sekarang Lia yg kasi ayah uang.. setiap bulan yana akan kirim 2 juta buat ayah.. yana percaya kalok ayah bisa " ucap yana sambil tersenyum.
" ayah nggak tau harus berkata apa.. tapi terimakasih " kata Rudi menghapus air matanya karna terharu kini yana bukanlah anak yg manja dan pemalas dia sudah kerja sudah menghasilkan uang itulah yg Rudi tau.
" oiya yah kita ke tempat yg jual mobil sama motor itu ya yah " ucap yana yg sudah duduk di atas motor nya itu
" ngapain kesana? " tanya Rudi heran.
" udah lah... kita kesana dulu nanti baru tau " ucap yana dan Rudi hanya menurutinya.
...sampai di sana (◕ᴗ◕✿)...
mereka masuk kedalam sana tempat nya sangat besar begitu banyak mobil dan motor di sana ada juga sepeda sepeda yg harganya selangit karyawan di sana terlihat meremehkan yana dan Rudi karna setelah pakaian mereka yg terlihat seperti kurang mampu tapi ada satu pelayan pria yg sangat ramah sama kami.
" pak silah kan duduk dan melihat lihat apakah harga dan benda sesuai atau mau keliling keliling dulu untuk melihat beberapa produk nya " ucap karyawan tersebut.
" yana kita mau ngapain kesini " bisik Rudi.
" beli motor buat ayah, yana kasian lihat ayah motornya mogok terus, Abang kita lihat lihat motor ya " ucap yana sambil tersenyum membuat wajah karyawan itu tersenyum senyum sendiri.
" ok dek manis " balas karyawan tersebut kami berdua di ajak berkeliling Abang karyawan tersebut menjelas nya tentang motor motor yg di hadapan kami agar kami semakin tertarik membelinya.
" ok bagus, ayah pilih lah yana yg bayar " ucap yana membuat Rudi tak percaya.
__ADS_1
" yana jangan main main ah.. ini duit nak bukan daon Ayuk sekarang kita pulang ayah nggak punya duit beli ini semua " ucap Rudi membuat beberapa karyawan di sana tertawa sampai terbahak bahak.
" aku benci orang yg menertawakan orang tua ku " batin yana sudah sangat emosi.
" jangan menghalu lah dek.. kalok nggak ada uang mending jangan di sini lah beli motor sama mobil mobilan yg dari plastik itu dek yg 3 lima ribu " ucap wanita yg termaksud karyawan di sini dan yg lainnnya hanya tertawa.
" yana ayo pulang " kata Rudi yg sudah malu karna di tertawa kan oleh banyak orang.
" nggak " ucap yana menolak permintaan Rudi untuk pertama kalinya " Abang.. mobil ini satu motor ini 5 sepeda listrik ini 5 sepeda ini 5 dan sepeda anak anak ini satu cepat siapkan berkasnya biar ayah sana tandatangani... " ucap yana dengan serius tapi mereka malah ketawa semakin keras.
" di tunggu sebentar dek.. duduk di sini dulu sambil menunggu " ucap karyawan tersebut langsung menyiapkan nya
" yana apa apaan ini, ini bukan mainan nak ayah akan batalkan semuanya " kata Rudi pada yana.
" nggak perlu ayah duduk saja... untuk uang segini nggak ada apa apanya sama yana... biarkan mereka yg tertawa menjadi diam... ayah duduk saja dan tenang yana akan bayar semuanya " ucap yana dengan emosi yg masih di tahan
" emangnya yana punya uang berapa? " tanya Rudi Melihat tingkah yana yg berubah drastis 180° terbalik dari biasanya dan tak seperti biasanya.
" puluhan kali lipat dari semua jumlah ini " ucap yana dengan percaya diri.
" ayah nggak percayalah... ayah akan batalkan ini semua " kata Rudi masih tidak percaya.
" maaf pak semua berkasnya sudah siap tolong di baca dulu mana tau ada sedikit keganjalan maka akan bisa di ubah " ucap karyawan tersebut sambil membawa kertas kertas tersebut yana membacanya dengan sangat cepat karna sudah terbiasa akan kertas kertas seperti ini.
" 2. 189.234.000( dua meliar seratus delapan puluh sembilan juta dua ratus tiga puluh empat ribu) yg benar saja ini mahal banget " kata Rudi kaget melihat tagihannya begitu juga yg lainnya.
" Abang saya bayar pakai kartu kredit ya... ayah tolong tanda tangan di sini sini sini sini dan sini sama dengan yg lainnnya juga soalnya semua nama atas nama ayah tapi yg bayar yana tenang aja " ucap yana Rudi percaya tidak percaya sama yana " ayah percaya kan sama yana maka tanda tangani lah " ucap yana meyakinkan Rudi Rudi menandatangani semuanya
yana menggesek kartu nya dan menekan kodenya semua orang sedang menantikan hasilnya apa kah berhasil atau tidak tapi transaksi nya berhasil membuat semua orang terdiam sedangkan Rudi tak percaya akan semua ini
" bang mobilnya kami bawa langsung ya.. dan yg lainnya tolong di kirim ke alamat ini.. " ucap yana dengan lembut membuat si Abang semakin jatuh cinta pada yana.
" baik dek " jawab Abang itu sambil menyerahkan kuncinya pada yana.
" terimakasih... ayah ayo pulang " kata yana sambil membawa Rudi keluar dari sana mobil itu sudah berada di depan mereka berdua
" motor nya " ucap Rudi masih bingung Rudi melihat temennya yg sedang lewat " Asep sini lah " panggil Rudi dan si Asep mendekat Rudi dengan temennya yg ia bonceng di belakang
" nape " tanya Asep sambil melihat yana yg begitu cantik " gila emang dunia... anak kayak bidadari bapak kayak siluman 🐷 " ucap Asep dan Rudi memukul belakangan Asep dengan kuat membuat Asep kesakitan.
" sep tolong kau bawa motor ku ni kerumah ku lah ini nah uang rokok " kata Rudi memberikan uang 20 ribu.
" ok lah kalau begitu " kata Asep langsung gaskull tancap pergi dari sana sambil membawa motornya sedangkan yana dan Rudi masuk kedalam mobil Rudi pernah membawa mobil karna dia pernah berkerja sebagai supir jadi Rudi memilih SIM
...di dalam mobil (✿^‿^)...
" yana jawab jujur ayah dari mana semua uang ini? " tanya Rudi sambil mengemudi dengan pelan.
" yana kerja " jawab yana masih fokus pada Lettop nya
" yana.. ayah nggak percaya.. apa yana bisa jujur sama ayah.. apa yg sebenarnya yana kerjakan hingga mendapatkan begitu banyak uang? " tanya Rudi dengan lembut kembali agar yana bisa luluh.
" kalok seandainya yana bilang semua ini hasil dari pembunuhan apa akan ayah terima " kata yana Tampa memandang wajah Rudi
" ayah akan menolak semuanya karna itu haram hukumnya.. pembunuhan adalah perbuatan syaitan " jawab Rudi menolak.
__ADS_1
" kalok gitu pada saatnya nanti ayah pasti tau kok apa pekerjaan yana.. tapi yana benar benar harus kembali lagi... yana hanya sebulan di sini.. setahun kemudian yana akan kembali lagi " ucap yana membuat Rudi sangat tidak senang.
" kalok gitu berhenti berkerja.. ayah akan membiayai semuanya jangan hiraukan soal uang rezeki nggak akan ketukar " kata Rudi menghentikan mobilnya karna sedang lampu merah
" ayah.. yana dengar rel jalan kereta api akan di perbaiki berarti rumah akan di gusur.. ayah tinggalkan di mana nantinya? " tanya yana mengalihkan pembicaraan mereka.
" ayah dan bunda sedang berusaha tapi tenang aja jangan risau semua masih aman terkendali " kata Rudi membuat dirinya setenang mungkin.
" meski besok kan 9 di lakukan pembokaran? " tanya yana membuat Rudi bercucur keringat " yah ayah hanya 3 bersaudara dan rumah tempatnya sama otomatis samalah nasipnya cuman ada satu harapan yaitu tinggal di rumah nenek kalau tinggal di rumah nenek kamar cuman dua nggak mungkin muat kan.. yana udah beli rumah untuk ayah satu uwo( kk tertua ayah) dan uwak juga masing masing satu rumah nggak perlu bayar yana ikhlas semuanya besok jam 7 kemas kemas lah barang susun susun di sana.
untuk rumah ayah sudah ada semuanya sudah ada sofa barang barang dapur udah lengkap kasur lemari pokoknya sudah lengkap lah kecuali rumah uwak dan uwo hanya ada tikar sih tapikan uang mereka ada yana nggak bisa bantu semuanya tapi untuk tempat tinggal gratis nggak perlu bayar untuk motor sepeda dan sepeda elektrik nya di bagi bagi ya.. uwak satu motor satu sepedanya satu sepeda listrik nya untuk uwo cukup di satu aja motor doang sih untuk Abang Pahri satu sepeda satu motornya
nah sisanya kan dua motor 3 sepeda nya 4 sepeda listrik kan ayah satu motornya bang Pahri juga satu sepeda nya Yuni satu yana satu bang Pahri satu sisanya untuk bunda jadi adil " ucap yana sambil memakan cokelat yg ada di dalam tas nya.
" kalok itu yana aja lah... " kata Rudi sambil menghentikan mobilnya karna sudah sampai sampai yana turun dari mobil begitu pula dengan Rudi banyak orang yg melihat kami berdua dan tak lama kemudian motor dan sepeda pun sampai yana menandatangani semuanya motor dan sepeda itu di turunkan dan di parkirkan di depan rumah nenek setelah selesai mereka pun pulang ke asalnya.
" Akbar Ilham Zahra Yuni " panggil yana
" kenapa sih " jawab mereka keluar dari rumah melihat sepeda dan motor berbaris
" nah kalian ambil satu sepedanya untuk kalian " kata yana pada mereka
" benarkah.. " ucap mereka semua kaget mendengar nya
" iya benar.. ambil satu deh... main main dulu keliling di daerah sini aja... untuk Akbar nggak boleh Akbar main sepeda di dalam rumah aja bahaya kalok di luar " ucap yana membuat Akbar sedih sedangkan yg lainnya sangat bergembira
" tatak ahat " kata Akbar menangis yana jongkok di depan Akbar dan membisikan sesuatu " enalkah " kata Akbar sangat bergembira mendengarnya.
" iya.. sekarang jangan nangis ya.. kita tunggu paketnya datang ya.. " ucap yana sambil mengendong Akbar yg sudah tak menangis lagi " uwo uwak motornya untuk kalian satu ya bang Pahri juga ambil satu ini kuncinya " ucap yana sambil membagikannya pada mereka bertiga mereka bertiga menangis bahagia.
" terimakasih " ucap mereka sangat senang dan melihat motor baru mereka " yana kau beli semua ini... uangnya dari mana " ucap uwo heran
" kan yana bilang yana itu kerja.. " kata yana sambil mengendong Akbar yg sudah hampir tertidur
" emangnya gaji mu berapa " tanya uwak ku penasaran.
" cuman dua 3 juga satu bulan " jawab yana berbohong.
" kok bisa beli ini semua? " tanya Rudi heran.
" yana kerja dari pagi sampai malam di 4 tempat kerja berbeda beda jadi gaji yana sebulan itu 12 juta... udahlah nggak udah di pikirin... lebih baik coba dulu itu motor " ucap yana masuk kedalam rumah karna Akbar sudah tertidur " besok pagi jam 7 udah di sini ya.. ada yg mau yana tunjukin " ucap yana kembali.
" yana biar bunda aja yg gendong.. yana istirahat saja di dalam kamar udah hampir mati " kata bunda istrinya Rudi .
" terimakasih " ucap yana menyerahkan Akbar pada bunda.
...pagi hari ◉‿◉...
semua keluarga sedang pergi mengikuti mobil yg yana beli setelah 10 menit perjalanan mereka sampai banyak rumah bertingkat dua begitu mewah menurut mereka yana membagikan kunci pada uwo dan uwak serta ayah membuat mereka sangat kebingungan.
" ini rumah uwo ini rumah ayah dan ini rumah uwak.. ya.. rumahnya masih kosong lah.. nggak papa kan... nggak perlu bayar lah anggab aja rumah sendiri " ucap yana pada mereka semua
mereka semua terharu dan menangis uwak isteri nya uwak yana memeluk yana Begitu juga dengan bunda
" bagaimana cara nya kami berterimakasih.. " ucap mereka manangis.
" cukup bayar aja listriknya setiap bulan... soalnya uang listrik nggak yana tanggung... kalian semua cukup tempati rumah ini saja itu aja kok " ucap yana hanya tersenyum " lebih baik kita lihat rumah nya dulu... bisa langsung masuk barang.. " ucap yana.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...