Kisah Kami

Kisah Kami
pergi


__ADS_3

...di markas ಥ‿ಥ....


" kau yakin " kata Siti menangis.


" aku yakin akan pilihan ku, soal ujian aku akan dari sana saja nanti jangan terlalu di pikirkan, selama aku pergi kalian harus tetap hidup " kata yana.


" yana ini makanan buat di jalan jangan lupa habiskan " kata ame manangis.


" pasti ku habiskan kok " kata yana menerimanya.


" eh yana mau berapa lama kau di situ ayo cepat lama banget dah " kata Enji.


" iya iya, aku pergi dulu semuanya " kata yana.


" yana saya harap kau pulang dengan selamat " kata Jendral.


" tenang itu bisa kita jawab nanti " kata yana.


" kalok terjadi apa apa segera hubungi markas " kata kaira menangis.


" iya ibu " kata yana.


" jaga diri baik baik di sana lekaslah pulang " kata udy.


" baik " kata yana.


" PEMBERIAN HORMAT " kata Jendral Edy.


para agen mata yg ada di sana hormat kepada yana dan yana membalas hormat mereka. yana berjalan masuk kedalam mulut Enji dan kami pun masuk kedalam air.


" yana kau harus hidup jangan sampai mati " kata Enji.


" kau ini lah, kalok mati pun aku di sana berarti emang takdir ku " kata yana memakan bekal yg di buat oleh ame.


" kau ini lah " kata Enji.


tak terasa kini kami sudah sampai di depan gua itu. menurut mitos tak semua orang bisa pergi ke gua ini dan bisa melihat gua ini karna di penuhi oleh kabut tebal dan aroma busuk.


di sana sudah ada anoo Afwi dan arwi yg menjaga di depan gua itu. yana keluar dari mulut Enji dan melihat gua itu sangat besar.


" untuk apa kau kain sebanyak itu " kata Afwi membawakan kain sesuai permintaan yana.


" ini hanya untuk mengubur kan mayat mayat yg ada di dalam sana " kata yana.


" kau yakin masuk sendiri, hawa pembunuh nya pekat loh kau bisa mati " kata Anoo.


" aku tak mau membunuh nya aku kesini hanya mau mengambil jasat jasat yg ada di dalam sana kalok dia mau bicara baik baik kenapa harus pakai fisik " kata yana membuka tasnya lalu mengambil kaca mata hitam.


kaca mata hitam itu bukan kacamata biasa. walaupun dalam keadaan gelap gulita kita masih bisa melihat dengan jelas mengunakan kaca mata itu.


" aku masuk dulu berjaga lah di sini " kata yana mengambil kain itu dan masuk kedalam.


ketiak sudah 20 meter dia berjalan menuju kedalam suasananya semakin gelap. yana Melihat tulang belulang manusia di sana yana membentang kain itu dan memasukkan tulang itu kedalam kain lalu mengikat nya dan berjalan semakin dalam.


setiap yana mengambil tengkorak manusia itu yana menangis air matanya terus berjatuhan. hawa busuk semakin menyengat.


" aku akan membawa kalian keluar lalu menanam kalian, kalian harus damai di alam sana " kata yana menangis.


" HEI MANUSIAA KAU MENANGIS HANYA MENGUTIP TULANG TAK BERGUNA ITU " monster.

__ADS_1


" iya aku menangis, aku.. aku membayangkan kalok aku di posisi para jasat ini. keluarga yg menunggu mereka pulang tapi Meraka tak kunjung pulang Keluarga mereka pasti sangat khawatir " kata yana menangis tapi tetap mengambil tulang tulang itu dan memasukkan nya kedalam kain putih tadi.


" MANUSIA ITU KEJAM " monster.


" kau yg kejam kau membunuh manusia tak bersalah demi melampiaskan balas dendam mu. Meraka tak punya sangkut pautnya dengan anak dan suamimu tapi kau membunuh mereka " kata yana duduk di atas batu itu.


" kau mengetahui nya " monster.


" hhmm aku mengetahui semuanya " kata yana


" aku Sangat ingin membunuhmu tapi aku mencium bau para raja dan ratu naga serta burung Phoenix, apa hubunganmu dengan mereka " monster.


" mereka hewan peliharaan ku, ngomong ngomong tubuh mu mana sih ngak nampak aku, aku kayak bicara sama hantu " kata yana sedikit kesel.


" HAHAHA HAHAHA hewan peliharaan mu, cuman manusia rendahan seperti mu bisa anggab mereka peliharaan, sudah lah lebih baik aku membunuh mu " monster.


tiba tiba monster itu menyerang, dengan cepat yana berhasil menghindar yana mengeluarkan racun dari pedang nya.


" jadi kau menghisap semua racun yg ada di sini melalui pedang itu " monster.


" iya emangnya kenapa, di sini aku hanya mau membawa pulang jasat jasat di sini, aku tak mau melawan mu atau membunuhmu, selesai aku membawa mereka aku akan langsung pulang " kata yana kembali mengambil kerangka itu dan menangis.


" eh bodoh, ngambil gitu aja nangis " monster.


" apa kau tau, setiap agen mata yg kau bunuh mereka memiliki keluarga memiliki suami memiliki istri dan anak, suami nya kau bunuh istri dan anaknya ada jauh di sana, aku aku ngak bisa membayangkan mereka pulang hanya tinggal nama dan barang barang yg di pulang kan " kata yana kembali menangis.


monster itu terdiam dan tak menjawab.


" kau membunuh mereka, lalu bagaimana nasip Keluarga nya, APA KAU NGAK BERPIKIR, aku tau kehilangan orang yg berharga apa lagi anak dan suami itu pasti sangat menyakitkan, tapi ku mohon jangan bunuh manusia lagi sudah banyak nyawa yg kau bunuh apa kau ngak puas " kata yana menangis.


" kau cukup ikhlaskan kepergian mereka, memulai yg baru walaupun itu berat tapi cobalah untuk pergi dari masa lalu mu sendiri, " kata yana.


" percuma kau mau meracuni ku, pedangku akan menghisap semua racun itu " kata yana kembali berjalan masuk kedalam.


" bau busuknya semakin menyengat " batin yana.


yana melihat ke atas seperti ada tetesan air tapi ini gua mana mungkin ada hujan. ternyata di sana ada mayat manusia yg di gantung dengan sangat kejam.


" kenapa kau begitu kejam, KAU SANGAT KEJAMMM " kata yana menangis.


" aku hanya membalaskan dendam ku " monster.


" apa kau ngak memikirkan Keluarga nya, apa kau tau orang tua mereka sedang menunggu di rumah untuk kepulangan mereka tapi mereka ada di sini dalam keadaan tidak bernyawa, bukankah kau itu seorang ibu, kau pasti mengerti perasaan ibu mereka mengetahui bahwa anak nya sudah MATI " kata yana terus menangis.


yana terbang ke atas, untung nya yana membawa pengawet mayat yg hanya sekali suntik bisa bertahan selama 30 hari. setelah semuanya sudah di suntik yana membentang kain yg satunya lagi dan meletakkan semua mayat itu di sana.


" siapa nama mu " monster.


" nama ku yana " kata yana kembali berjalan sambil membawa mereka yg di dalam kain.


" kenapa kau menolong mereka " monster.


" karna mereka keluarga ku, kau juga Keluarga ku " kata yana terus memungut mayat yg di sana.


" aku bukan Keluarga mu " monster.


" tapi sekarang kau Keluarga ku, " kata yana.


tiba tiba ruangan itu menjadi terang, monster itu memperlihatkan wujud aslinya. dia bukan monster tapi siluman rubah putih berekor sembilan. rubah itu sangat cantik dan bersih. tapi yana malah menangis.

__ADS_1


" hei kenapa kau menangis " rubah itu heran.


" ku pikir Disini air menakung ternyata darah " kata yana menangis.


" perkataan mu sederhana, sifat tulusmu yg sangat luar biasa, kau memikirkan perasaan Keluarga mereka tapi aku tak memikirkan nya. semua orang yg ada di sini menginginkan harta Karun yg ada di gua ini " kata rubah itu.


" apa ini sakit " kata yana memegang bekas luka yg terdapat di kaki rubah itu.


" tidak sama sekali " rubah itu makin heran sama sifat yana.


" syukur lah, aku mau pergi ke ruangan itu dulu aku mencium bau busuk yg menyengat di sana " kata yana berjalan ke sana.


selama 20 hari yana di dalam gua itu, yana tak tidur dan tak makan karna nafsu makannya hilang, yana tak mengantuk karna dia tau kalok dia tidur itu akan menyia nyiakan waktu nya. yana hanya memakan kapsul penambah tenaga.


" akhirnya selesai juga " kata yana duduk di batu itu.


" hei kau ngak tidur selama 20 hari apa kau tidak mengantuk, tidur lah dahulu, tenang saja aku tak akan membunuh mu " rubah itu prihatin dengan yana yg terus mengumpulkan mayat mayat yg ada di sana.


" perjalanan keluar dari gua ini memakan waktu 5 hari, dan masih banyak mayat yg harus ku bawa " kata yana terus berjalan.


" terserah mu lah " rubah.


...di markasಥ╭╮ಥ. 10 hari kemudian...


" yana kau betul betul meninggalkan kami sudah 30 hari kau ngak pulang " kata Siti menangis.


semua anggota mata dari berbagai negara sudah datang, semenjak sepuluh hari yana tak kembali mereka masih yakin yana masih hidup dan mereka memutuskan untuk menunggu 20 hari lagi dan benar sampai sekarang yana masih belum kembali.


hari ini adalah hari pemakaman yana. karna jasad tidak ada mereka hanya akan memulangkan barang barang yg selama ini ada di yana.


" sudah lah ibu jangan menangis lagi " kata jendral Edy menenangkan kaira.


" ibu sedih nak, bagaimana perasaan keluar mereka meski kita belum memberi tahu mereka kalok Yama telah tewas dalam keadaan sedang menjalani misi " kata kaira menangis.


" kita sudah mengangkat yana sebagai anak angkat kita, ini sudah takdir nya " kata udy juga ikut bersedih.


" Ali mau sampai kapan kau menangis, tenangkan dirimu " kata keni menenangkan ali


" kita semua merasa kehilangan di sini, kalok kau menangis seperti itu yana juga pasti sangat sedih " kata Levi.


" iya Ali kau jangan menangis " kata farel.


" hei ingat yg selalu di bilang yana, jangan menangis tersenyum lah karna senyuman mengobati setiap kesedihan " kata ame menirukan yana.


" kami tersenyum " kata mereka tersenyum.


" di beritahu kan kepada seluruh agen mata bersiap siap untuk bertarung 30 monster yg sangat besar mendekat di beri tahukan kepada seluruh agen mata bersiap siap untuk bertarung 30 monster yg sangat besar mendekat " bel alaram.


" semuanya bersiap siap " kata halu.


mereka semua bersiap siap untuk bertarung. mereka menuju keluar dari markas. ketika mereka keluar mereka melihat seorang wanita memakai baju pengantin yg sangat mewah bertaburkan berlian dan emas bermahkota asli berlian dan emas, gaun itu 100% terbuat dari sutra.


dengan cepat wanita itu menebas kepala monster tersebut dan mereka semua kalah, gaun putih itu kini berwarna merah akibat darah para monster itu.


" lama tak bertemu "


¥¥¥¥¥¥¥


nantikan kelanjutan ceritanya ya, jangan lupa like 👍 komen ✍️📱 favorit ❤️ dan vote nya ya

__ADS_1


__ADS_2