Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Tamu Bulanan


__ADS_3

Kamar Resort.


Evan keluar dari kamar mandi. Kemudian ia mengeringkan rambutnya yang basah sehabis keramas.


"Kamu udah selesai Mas?" tanya Zee memegang perutnya.


"Iya, kenapa kamu pegangin perut kamu terus? kamu laper?" tanya Evan heran.


"Nggak kok Mas, yaudah aku mandi dulu deh." Zee masuk ke dalam kamar mandi.


Evan bercermin sambil menyisir rambutnya.


"Nanti aku harus gimana ya mulainya, masak aku yang ajakin dia. Gengsi dong.Ntar dia pikir aku yang mau lagi." Evan berbicara pelan.


"Tapi kalo nunggu Zee yang ngajakin, itu mustahil banget." pikir Evan.


"Ah bodo amat, kali ini aku harus kalahin gengsi.


Kalo sampe malam ini gagal lagi. Aku udah gak akan kasih kesempatan." ucap Evan kemudian menyemprotkan parfum ke tubuhnya.


Waktu terus berjalan, tetapi Zee belum juga keluar.


"Zee kenapa lama banget si." Protes Evan kemudian menghampiri kamar mandi.


"Zee, kamu kenapa lama banget si."teriaknya dari luar.


Tetapi tidak ada jawaban dari dalam.


"Zee jawab dong, kamu gak papa kan? kalo gak kamu jawab aku dobrak ni pintu." ancam Evan.


Hening, masih belum terdengar jawaban. Evan pun membuka pintu kamar mandi.


Dilihatnya Zee pingsan dengan memegangi perutnya.


"Zee bangun, kamu kenapa?" Evan berusaha membangunkan Zee.Ia menepuk nepuk pipi Zee dan meletakkan kepala Zee di pangkuannya.


Zee perlahan mulai membuka matanya.


"Mas, maaf mas.perut aku sakit banget."ucap Zee.


"Kamu kenapa si? masih sakit kemarin?" tanya Evan cemas. Ia memegang dahi istrinya.

__ADS_1


"Nggak Mas, aku dateng bulan.Perut aku jadi sakit banget." Jawab Zee.


kemudian Evan menggendong Zee ala bridal style. Kemudian meletakkannya di ranjang.


"Makasih ya mas.tapi aku harus pergi sebentar mas. Boleh ya" pamit Zee.


"Mau kemana lagi si?"tanya Evan.


"Mau beli pembalut mas. Aku gak bawa." jawab Zee malu.


" Udah kamu istirahat aja, biar aku yang beli." Evan bergegas keluar dari kamar.


Di restoran.


Boy mengajak Caca dan Fanya untuk makan malam di restoran.


Mereka duduk kemudian memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan.


"Caca mau makan apa sayang?" tanya Boy.


"Aku mau steak." jawab Caca.


"Oh iya, Nanti biar aku anterin Caca, habis itu aku anterin kamu pulang dan kamu gak boleh nolak." jawab Boy.


"yaudah deh, makasih ya." Fanya tersenyum manis.


Mereka mengisi waktu menunggu untuk mengobrol.


Akhirnya pesanan tiba. Boy memandang Fanya yang terlihat sangat akrab dengan putrinya.


"Fanya memang akrab banget sama Caca. Walaupun dia masih muda tapi dia memiliki sosok keibuan." pikir Boy.


Di Minimarket.


Evan mencari cari barang yang ia cari.saat menemukannya dia bingung karena banyak sekali jenis pembalut.


"Kok banyak banget si." keluh Evan mengambil dua jenis, kemudian membacanya.


"Lagian ini bedanya apa coba?" pikir Evan.


"Mbak, sini sebentar." panggil Evan kepada pramuniaga yang bertugas.

__ADS_1


"Iya mas, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


"Saya mau tanya, ini semua bedanya apa sih?" tanya Evan dengan memperlihatkan kedua barang yang ada di tangan kanan dan kirinya.


"Oh , begini mas. berbeda jenis ini berbeda keunggulan mas. biasanya tergantung kenyamanan pemakai." jawab pramuniaga toko.


"Oh gitu ya, tapi saya gak tau yang biasanya dibeli istri saya." jawab Evan enteng.


"Ini kayaknya bagus merek A keunggulannya apa?" tanya Evan menunjukkan.


"Pilihan yang bagus mas. karena ini nyaman dipakai karena bahannya lembut" jawab pramuniaga.


Kemudian Evan memasukkannya ke keranjang.


"Tapi ini juga kayaknya bagus, tulisannya nyaman aman." Evan membaca merek lainnya.


"Betul sekali Pak,itu juga rekomendasi."jawab pramuniaga.


Evan pun memasukkannya ke keranjang. Ia berhenti kemudian memasukkan semua jenis pembalut dengan merek yang berbeda.


"Kalo kayak gini, dia kan bisa pilih sendiri mana yang biasa buat dia." ungkap Evan.


"Wah, beruntung sekali istri bapak. jarang jarang Lo pak, ada suami yang mau beliin istrinya barang ini." puji pramuniaga itu.


"Saya mau tanya,Mbak kan perempuan. Jadi pasti tahu kalau sakit saat datang bulan itu obatnya apa?" tanya Evan.


"Baik Pak, kebetulan ada minuman herbal untuk meredakan rasa nyeri saat datang bulan. Bapak juga bisa kasih teh madu." jawab pramuniaga toko.


Kemudian Evan membeli keperluan yang ia butuhkan dan membayarnya.


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕

__ADS_1


__ADS_2