Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Huru Hara


__ADS_3

Di kamar Zee


Zee tengah menata ranjangnya tiba tiba handphone miliknya berbunyi. Ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal.


"Dari siapa ya?" Zee membuka pesan tersebut.


"mas Evan mau ketemu sama Tina?" Ucap Zee.


Zee kemudian mengambil tasnya.


"Aku harus kesana sekarang." Zee kemudian keluar dari kamarnya.


Di cafe.


"Hay Sayang." sapa Tina yang baru datang dan menghampiri Evan. Tina menyentuh pundak Evan.


"Tolong kamu jangan bertingkah seperti ini, dan jangan panggil aku sayang lagi." pinta Evan melepaskan sentuhan Tina.


"Kenapa kamu jadi berubah gini si Van?" tanya Tina.


"Tin sekarang semuanya itu udah berubah, sekarang aku adalah seorang pria yang sudah beristri. kita udah gak bisa jalani semua ini." protes Evan.


Zee yang tiba disana akhirnya duduk mendekat dan menutup wajahnya dengan buku menu.


"Mas Evan ngomong apa ya sama Tina." batin Zee.


"Mbak mau pesan apa?" tanya seorang waiters mengagetkan Zee.


"Oh jus jeruk aja Mas." jawabnya.


Zee masih terus memantau Evan dan Tina, hingga minumannya datang.


"Van aku mohon kamu fikir ulang lagi." Ucap Tina kemudian berdiri dan sengaja menjatuhkan diri dipangkuan Evan.


"Seharusnya aku gak Dateng kesini, kalau cuma untuk melihat kemesraan mereka berdua." batin Zee mulai meneteskan air matanya.


Ia berdiri dari tempat duduknya dan merasakan kepalanya berputar.


"Aduh kepala aku kenapa pusing banget." ucap Zee pelan, ia terjatuh dan berhasil ditangkap oleh seorang pria yang tadi memberikan minum padanya. Zee dibawa pergi olehnya.


"Aduhhh maaf Van, aku gak sengaja." ucap Tina bangun dari pangkuan Evan.


"Jadi aku langsung to the point aja, aku undang kamu kesini karena aku mau minta sama kamu, tolong jangan pernah datang di kehidupan aku lagi." pinta Evan.


"Eh iya tadi itu kan Zee yang istrinya CEO terkenal itu ya, kok ke kamar hotel sama pria lain si." kata seorang ibu ibu disamping meja Evan dengan suara yang keras hingga Evan mendengarnya.


"Alah palingan juga dia cuma mau hartanya, kan pernikahan mereka terpaksa. makannya dia muasin diri di hotel sama pria lain." ungkap salah satunya.


"Aduh gak punya harga diri banget ya." balas salah satunya. Tina tersenyum licik melihat ekspresi wajah Evan yang merah membara.


"Brakkk" Evan memukul meja dengan keras dan menghampiri meja tersebut.


"Siapa Zee yang kalian maksud, kalian jangan sembarangan nuduh orang." bentak Evan.

__ADS_1


"Kita gak nuduh kok, kalo gak percaya cek aja di hotel A tadi kita lihat mereka mesra mesraan chek in di hotel itu." ungkap salah satu dari ketiga ibu ibu itu.


"Awas aja kalo kalian ngomong sembarangan," bentak Evan kemudian bergegas menuju hotel yang tak jauh dari tempat itu.


"Van, tunggu Van." Tina mengikuti Evan dan mengacungkan jempol pada ketiga ibu itu.


di hotel A


Zee tersadar, ia tengah dipapah oleh seorang pria yang diingatnya tadi adalah seorang writers.


"Kamu siapa? tolong lepasin." ucap Zee.


"Tenang mbak, tadi mbak pinsan jadi saya akan membawa mbak untuk beristirahat di kamar hotel kami." jawab waiters tersebut.


"Kepala aku bener bener pusing." ucap Zee.


"Sabar ya mbak sebentar lagi kita sampai." jawabnya.


Evan masuk dengan penuh amarah dan langsung menuju meja resepsionis.


"Mbak, kamar atas nama Zee Aisyilla apa ada?" tanya Evan.


"Sebentar Pak, biar saya chek." jawabnya kemudian membuka bukunya.


"Ibu Zee Aisyilla dan pak Kenzi baru saja chek in." jawabnya.


"Apa? dia emang kesini sama seorang pria?kasih saya kunci cadangan sekarang. saya akan bayar berapapun." pinta Evan.


"Saya ini suaminya jadi saya berhak." bentak Evan.


"Bagus Evan udah bener bener marah." batin Tina.


" Baik Pak, ini silahkan kamarnya nomor 1245. " jawabnya.


Evan bergegas mencari kamar yang ia cari.


Di dalam kamar.


"Kita sudah sampai Bu, biar saya bantu ibu berbaring ya." tawarnya .


"Gausah mas makasih saya bisa sendiri." tolak Zee.


Tetapi karena tubuhnya oleng dan berusaha melepaskan tangan pria tersebut Zee malah terjatuh ke ranjang begitu juga Pria tersebut.


"Brakkk" Evan membuka pintu kamar tersebut dan melihat kejadian itu.


Ia mendorong tubuh pria itu hingga tersungkur ke lantai. Evan juga memukulinya.


"Mas, udah mas stop."Zee berusaha menghentikan Evan.


"Berhenti kamu bilang? kamu bener bener perempuan gak punya malu, gak punya harga diri. kamu bener bener mempermalukan keluarga Rusdianto."Bentak Evan.


"Maksud kamu ngomong gitu apa si Mas?" tanya Zee.

__ADS_1


"Selama ini kamu menjalin hubungan sama orang ini dibelakang aku kan? kamu cuma manfaatin harta aku? iya kan? atau jangan jangan pernikahan kita ini, semua setingan kamu. karena kamu tahu kalau pengantin wanita pergi jadi kamu gunain kesempatan itu." tuduh Evan.


"Puarrrr" Zee menampar pipi Evan. Air matanya mulai lepas dari pelupuk matanya.


"Jaga omongan kamu Mas, bisa bisanya kamu bilang aku manfaatin harta kamu, kamu bilang aku memalukan? Aku yang udah atur pernikahan kita?" tanya Zee.


"Mas, Apa aku sehina itu dimata kamu? apa aku serendah itu dimata kamu. Aku tau mas, Kamu adalah emas, dan aku cuma serpihan debu, sampai kapanpun kita gak akan pernah sama. Tapi tolong kamu jangan pernah menghina aku. " ucap Zee.


"Sekarang bukti udah jelas kan? kamu berduaan dengan pria lain padahal kamu udah punya suami, kamu malah berduaan di kamar hotel sama pria lain." bentak Evan.


"Aku sama dia gak saling mengenal, yang seharusnya sadar itu kamu Mas, kamu yang makan berdua sama mantan kamu dan bermesraan di belakang aku." bentak Zee.


"Aku gak ngapa ngapain sama Tina, kamu jangan sembarang ngomong kalau gak tau. " Protes Evan.


"Itu yang kamu lakuin ke aku Mas, kamu menghakimi aku atas apa yang gak aku perbuat. Selama ini aku menghargai kamu karena aku sangka kamu juga menghargai aku mas. Tapi sekarang aku tau Dimata kamu aku ini hina, aku buruk aku gak pernah bisa bersanding sama kamu. kita adalah langit dan bumi yang gak akan pernah bersatu. kamu langit yang selalu diatas dan dipandang sedangkan aku cuma bumi yang selalu diinjak injak."ucap Zee.


Evan terdiam mendengar perkataan Zee.


"Sekarang aku membebaskan kamu Mas, gak perlu waktu enam bulan, sekarang kamu bisa kembali ke mantan kamu ini. Aku gak akan ganggu kamu lagi Mas. Jadi sekarang juga silahkan kamu Talak aku Mas." bentak Zee.


"Bilang aja kamu udah ketahuan makannya minta talak." ucap Tina.


"Kalau emang itu mau kamu, oke kamu fikir aku gak bisa." protes Evan.


"Aku juga udah ikhlas Mas, Aku udah lelah sama semua ini." ucap Zee.


"Oke dihadapan semua orang yang ada disini." ucap Evan.


"ya Allah kuatkan hatiku untuk menerima ini semua," batin Zee.


"Ayo Van talak dia, bagus." batin Tina.


bersambung.......


promosi guys


guys yuk mampir juga ke karya baru author.


bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.


judul : Anak Genius: milikku milikmu


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕

__ADS_1


__ADS_2