Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Hati yang Rapuh


__ADS_3

Di rumah Fanya.


Boy memarkirkan mobilnya kemudian ia dan Fanya keluar dari mobil.


"Makasih ya Mas. Oh iya ayo mampir dulu." Ajak Fanya.


"Kamu tinggal sendirian di rumah?" tanya Boy.


"Oh aku tinggal sama Daddy aku." Jawab Fanya.


"Oh, boleh aku ketemu?" tanya Boy.


"Boleh, yaudah yuk mas masuk." ajak Fanya kemudian Boy mengikuti langkah Fanya.


Fanya membawanya masuk ke kamar Daddy-nya.


"assalamualaikum Daddy, Fanya pulang." Fanya mencium tangan Daddy-nya.


"Dad ini Boy, temen Fanya." Ucap Fanya.


kemudian fanya menceritakan tentang Daddy-nya kepada Boy.


Karena hari semakin malam. Boy pamit kepada Fanya untuk pulang.


Di kamar resort.


Evan masuk kedalam kamar dengan membawa semangkuk sup hangat dan teh madu.


"Mas, kamu udah pulang mas? loh barangnya mana? " tanya Zee yang tidak melihat barang bawaan suaminya.


"Barangnya masih diluar, biar aku ambil sebentar." kata Evan kemudian meletakkan nampan di atas meja dan keluar dari kamar.


"Yaampun mas, kamu baik banget ya ternyata." Zee merasa tersentuh.


Evan masuk kedalam kamar dengan membawa sekantong plastik berukuran besar hingga Zee terkejut.


"Astaghfirullah Mas, kamu beli apa kok sebanyak itu?" tanya Zee.


Kemudian Evan mengeluarkan satu persatu barang yang ada di plastik.


"Ini semua isinya pembalut, karena aku gak tau mana yang biasa kamu pakai. Jadi aku beli semua aja." jawab Evan.


"Astaga Mas, aku bisa pake mana aja kok."Jawab Zee tertawa melihat tingkah Evan.


"Gak bisa gitu dong Zee, kamu itu istri dari Evan Rusdianto. Jadi harus bener bener pake yang berkualitas." kata Evan angkuh.


"yaudah makasih ya Mas, aku beruntung punya suami kayak kamu." ucap Zee.


"yaudah sekarang biar aku suapin kamu ya. Jangan geer ini cuma karena kamu lagi sakit aja."


ucap Evan kemudian duduk disamping Zee dan mulai menyuapi Zee.

__ADS_1


Evan mengambil sesendok sup kemudian hendak menyiapkan ke mulut Zee .


Tapi Zee menahan tangan Evan.


Zee memberikan diri mencium pipi suaminya itu.


Evan terdiam kaku, kemudian di memegang pipinya. merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan Zee.


"Makasih ya Mas, kamu udah baik banget sama aku." ucap Zee tersenyum.


tetapi Evan masih terdiam.


"Mas, kamu gak papa? Mas, kamu marah ya aku cium." Zee merasa bersalah.


"Kamu lanjutin makannya sendiri ya. aku mau ke kamar mandi." ucap Evan kemudian bergegas meninggalkan Zee.


Zee pun merasa bersalah,Ia merasa jika Evan marah padanya.


"Astaghfirullah, kayaknya Mas Evan marah sama aku. lagian kenapa aku jadi agresif gini si.Dia pasti risi sama aku." Zee menyesali perbuatannya kemudian ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Di kamar Fanya.


Setelah Boy pulang dari rumahnya, Fanya kemudian merebahkan tubuhnya di kamar.


Ia melihat Boneka panda berukuran besar di atas ranjangnya.


Kemudian ia menghampiri boneka tersebut.


"boneka ini kan pemberian si jutek Kevin." ucap Fanya tersenyum sambil memandangi boneka tersebut.kemudian ia meletakkan boneka tersebut di pojok ranjangnya.


"yaudah deh biar disini aja, kamu aku kasih nama resee aja ya, jadi temen curhat aku." ucap Fanya tersenyum.


kemudian terlintas kebersamaannya dengan Kevin di pikirannya.


"Kevin emang resse si, selalu ngajak berantem. Tapi gak tau kenapa aku seneng kalo deket dia." ucap Fanya pada boneka tersebut.


"Eh tapi dia banyak nyebelinnya daripada baiknya" Fanya seperti sedang bercerita pada boneka tersebut.


"Ya ampun, kenapa aku jadi mikirin dia." Ucap Fanya tersadar kemudian ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Di kamar mandi resort


Evan masuk ke kamar mandi kemudian memukul kaca.


"aaaaaaah kenapa aku jadi pengecut gini. kenap rasanya aku masih belum bisa terima. gimana aku mau buat Zee hamil kalau dia baru cium aku aja aku ngerasa berkhianat." ucap Evan.


Zee yang mendengar teriakkan Evan pun mengetuk pintu kamar mandi.


"Mas, kamu kenapa Mas? kamu gak papa kan. Tolong buka pintunya dong Mas." ucap Zee dari luar.


tetapi tidak juga ada jawaban dari dalam.

__ADS_1


"Mas, kalau aku salah aku minta maaf Mas. tapi kamu jangan gini dong Mas. Kita bisa kan bicarain ini baik baik." Zee terisak.


Evan yang mendengar suara Zee yang menangis itupun kemudian tersadar.


"Zee nangis, padahal dia gak salah. Lagi lagi aku buat dia nangis." ucap Evan kemudian membuka pintu kamar mandi.


terlihat Zee tengah terisak menunggunya di depan kamar mandi. ia tertunduk melihat Evan.


kemudian Evan memeluk Zee.


"Maaf Zee, aku cuma masih belum terbiasa aja " ucap Evan merasa bersalah.


"Aku yang minta maaf Mas, seharusnya aku gak lakuin itu." Isak Zee.


kemudian Zee melepaskan pelukannya.


"Mas, tangan kamu terluka, biar aku obatin ya." ucap Zee .


Kemudian Zee meminta Evan duduk, dan mengambilkan obat merah untuk mengobati tangan Evan yang berdarah karena memukul kaca.


Zee dengan telaten mengoleskan obat ke tangan Evan.


"Zee , maaf ya aku buat kamu nangis lagi." ucap Evan kemudian.


"Gak papa Mas,aku yang salah. kamu boleh marah sama aku. tapi jangan lukain diri kamu gini Mas." jawab Zee.


"Kamu gak salah Zee, aku akan coba membiasakan diri sama ini semua. tapi untuk permintaan nenek." kata kata Evan terpotong karena Zee meletakkan jarinya di bibir Evan.


"Mas, kita akan lakukan itu atas kemauan kita sendiri. ketika kita memang saling mencintai dan berkomitmen untuk mengikat satu sama lain. bukan atas dasar paksaan. kamu tenang aja aku tau kok waktu kita kan masih ada 5 bulan lagi." ucap Zee.


"Tapi kalau sampai waktu itu kita belum saling mencintai." ucap Evan.


"Kalau saat itu kamu belum mencintai aku. aku ikhlas dan aku akan pergi dari hidup kamu Mas " ucap Zee.


"aku akan berusaha untuk menerima semua ini." ucap Evan merasa bersalah.


"kita sama sama berusaha ya Mas. pelan pelan menerima pernikahan ini." ucap Zee tersenyum.


"Yaudah lukanya udah selesai diperban. Aku kekamar mandi dulu ya mas. sekalian beresin pecahan kacanya." pamit Zee kemudian meninggalkan Evan.


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕

__ADS_1


__ADS_2