Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
My Hero


__ADS_3

Zee terus berusaha agar ia bisa bebas dari kolam yang dalam itu.


Feli tersenyum licik. Zee berteriak sekeras mungkin. sampai kemudian ia akhirnya pingsan.


Evan yang mendengar teriakkan Zee pun bergegas menuju ke arah suara.


"Byurrrrrrr." Evan segera menolong Zee.


Zee yang masih sedikit sadar melihat Evan mendekat.


"Ya Allah apa aku harus berakhir seperti ini. Rasanya aku udah gak kuat bernafas." batin Zee.


kemudian Evan semakin mendekat dan berhasil membawa Zee ke daratan.


Ia membaringkan tubuh Zee kemudian Kevin dan Fanya pun menyusul.


"Zee bangun Zee, Zee buka mata kamu Zee." Evan berusaha membangunkan Zee dengan menepuk nepuk pipi Zee. tetapi tidak ada respon.


Evan berusaha mengeluarkan air yang masuk kedalam tubuh Zee, tetapi masih belum berhasil.


"Van gan ada pilihan lain, kamu harus kasih nafas buatan." saran Kevin.


"Gak Vin, aku gak bisa." tolak Evan.


"Buruan Van, buang ego kamu. atau Zee gak tertolong." bentak Fanya yang khawatir.


dengan ragu akhirnya Evan membantu Zee dengan memberikan nafas buatan.


"Uhuk uhuk." Zee mengeluarkan air yang sempat ia telan.


"Alhamdulillah kamu gak papa Zee. " Fanya merasa lega.


Zee menggigil kedinginan, Kemudian Evan menggendong Zee dan membawanya ke kamarnya.


Fanya melirik Feli yang sedari tadi hanya menjadi penonton.


"Kamu gimana si? Lihat Zee tenggelam malah cuma nonton. Kamu sengaja ya." tuduh Fanya.


"Loh kok kamu salahin aku si. Mas Kevin tu lihat dia galak banget, nuduh aku lagi." Feli mencari pembelaan.


"Apasi aku gak mau ikut campur." Kevin meninggalkan Fanya dan Feli.


"Awas aja ya kamu Fel, kalo sampe kamu ketahuan celakain Zee. Aku gak akan tinggal diem." ancam Fanya kemudian meninggalkan Feli.


Di kamar Zee.


"Mas, udah gak papa aku bisa jalan sendiri kok." pinta Zee.


"Tapi kamu itu masih lemah." protes Evan kemudian meletakkan Zee diatas ranjang.


"Makasih ya mas, aku gak tau kalo kamu gak selametin aku jadinya gimana." ucap Zee.


"Sebenarnya tadi itu kenapa si. kok kamu bisa tenggelam." tanya Evan.


Zee mengingat kembali apa yang diucapkan Feli padanya.

__ADS_1


"Gak papa Mas, tadi aku cuma teledor aja terus kepleset." jawab Zee berbohong.


"Yaudah kalo gitu aku suruh bibi gantiin baju kamu ya, kamu kayaknya kedinginan" ucap Evan.


"Gak usah Mas. aku bisa kok ganti baju sendiri. Kamu juga ganti baju ya mas. Jangan sampai sakit." pinta Zee.


Di lapangan perusahaan.


Kevin mengajak Fanya untuk mengunjungi dan mempersiapkan untuk acara HUT Rusdianto group.


"Ih ngapain kamu malah ajak aku kesini si?" tanya Fanya.


"Aku butuh bantuan kamu. Kamu kan ahli mendekor. Jadi tolong kamu atur supaya lapangan ini jadi semenarik mungkin." Pinta Kevin.


"Untuk apa dulu dong?" Tanya Fanya.


"Sebentar lagi HUT Rusdianto group dan Evan suruh aku buat event dengan tema sport." Kevin menjelaskan.


"Oh, kalo gitu kamu harus tentuin dulu. Lomba yang akan diadakan apa aja. setelah itu kita persiapkan alatnya. dan kita atur tempatnya." Fanya menanggapi dengan serius.


"Oh gitu yaudah kalo gitu, Kamu harus bantuin aku buat mikir olahraga apa yang bagus." Kevin menarik Fanya untuk berdiskusi.


Di Kamar.


Evan memakai baju renang, Zee yang melihatnya pun bertanya tanya.


"Lho Mas kok kamu malah ganti baju renang si " tanya Zee.


"Iya, aku mau renang. nih baju buat kamu. Buruan kamu pakai." Evan memberikan baju renang untuk Zee.


"Makannya sekarang aku mau ajarin kamu berenang. Aku udah nggak mau ada tenggelam tenggelam lagi." Jawab Evan.


kemudian Zee mengambil baju pemberian Evan dan memakaikannya.


mereka berjalan menuju kolam.


"Sebelum kita berenang, kita harus pemanasan dulu. supaya kita nanti gak keram." terang Evan.


"sekarang kamu ikutin gerakan aku ya." pinta Evan.


kemudian Zee menirukan gerakan yang dilakukan oleh Evan.


"Nah, setelah pemanasan kita pengenalan dengan air supaya nanti kita gak kaget." ucap Evan lalu memasukkan kakinya kedalam kolam.


Zee pun mengikutinya. Ia tidak sengaja melakukannya dengan keras sehingga air mengenai badan Evan.


"Aduh maaf mas, aku gak sengaja." Zee merasa bersalah.


"Oh gitu ya, nih rasain pembalasan aku." Evan menyiratkan air kepada Zee.


mereka pun bermain air. tanpa sadar mereka tertawa lepas.


"Udah udah, sekarang kita mulai latihan berenang ." ucap Evan turun kedalam kolam renang dan mengulurkan tangannya untuk membantu Zee.


"Kita mulai dari bernafas didalam air ya. dan kalo bisa mata kamu tetap terbuka. kalo kamu udah gak kuat kamu boleh naik." ucap Evan.

__ADS_1


mereka pun menenggelamkan diri mereka dalam kolam tersebut saling menatap.


setelah belajar pernapasan Evan mengajari Zee teknik berenang.


Zee terus mengikuti permintaan Evan. hingga ia mulai bisa berenang.


"Ye... aku bisa renang mas." Zee bersorak kemudian reflek memeluk Tubuh Evan.


Evan terdiam dia mulai merasakan nyaman dipeluk oleh Zee. Zee yang tersadar pun melepaskan pelukannya.


"Aduh maaf Mas, aku gak sengaja." Ucap Zee merasa bersalah.


Evan terdiam, Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Zee.


"Mas, kamu mau ngapain?" tanya Zee takut.


"Sekarang aku mau ngetes kamu." jawab Evan Kemudian mendorong tubuh Zee.


"Massssss." teriak Zee yang telah terjatuh.


Evan menunggu Zee muncul ke daratan tapi ia tidak juga muncul.


Evan pun menyusul Zee. Ia menggendong Zee dengan cemas karena ternyata Zee masih saja tenggelam. saat hendak dibawa keatas Zee tertawa kecil melihat tingkah laku suaminya itu.


"Zeee... jadi kamu pura pura pingsan." protes Evan masih mengendong tubuh Zee.


"Ya habis mas Evan jahat si dorong aku." Jawab Zee.


"Oh gitu, oke aku akan lemparin kamu kalau gitu." Ancam Evan.


Zee kemudian mempererat pegangannya pada bahu Evan ia menenggelamkan wajahnya di dada suaminya itu.


"Ampun Mas, udah dong. Aku kedinginan tau." Ucap Zee.


Evan tersenyum tanpa sadar karena respon Zee. akhirnya karena kasihan ia membawa Zee ke tepi kolam dan mengambilkan handuk.Ia memakaikan Handuk pada Istrinya itu.


"Pakai ini supaya kamu gak kedinginan. sekarang kita masuk aja." ajak Evan.


"Makasih ya Mas. kamu bener bener pahlawan aku." Ucap Zee.


kemudian mereka kembali ke kamar mereka.


bersambung


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕

__ADS_1


__ADS_2