Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Cinta Karena-Nya


__ADS_3

Evan duduk di sofa kamarnya sambil membaca majalah.


Kemudian Zee datang membawa segelas susu hangat untuk Evan.


"Mas, ini aku buatin susu buat kamu."


Zee meletakkan segelas susu di atas meja.


"Oh iya makasih, Zee besok kamu gak usah ke kantor ya."pinta Evan.


"Loh emang kenapa Mas?" tanya Zee.


"Besok Rusdianto group akan adain event HUT. Jadi kita akan adain lomba olahraga gitu. Kamu istri dari CEO harus hadir dan ikut serta dong." terang Evan.


"Iya Mas, nanti aku bilang sama Fanya ya Mas." jawab Zee.


"Oh sekalian kamu ajak Fanya ikut aja. Diakan udah banyak membantu." terang Evan kemudian meminum minumannya.


"Yaudah Mas, aku telvon Fanya sebentar ya." pamit Zee kemudian ia menelevon Fanya.


"Halo Zee, ada apa ni?" tanya Fanya.


"Gini nya, besok kan Rusdianto group mau adain event. Nah besok aku gak bisa berangkat ke kantor deh kayaknya." jelas Zee.


"Oh iya aku tau, Wah pasti seru banget ya. Aku jadi iri deh." jawab Fanya.


"Kamu juga diajak mas Evan buat ikut Nya, gimana kamu mau nggak?" tanya Zee.


"Hah serius nih Zee?" Fanya ragu.


"Serius dong, ngapain aku bohong." jawab Zee.


percakapan berlangsung hingga 20 menit berlalu.


Zee kembali ke kamar. dilihatnya Evan telah tertidur pulas di ranjangnya.


"Yaampun mas Evan udah tidur, kayaknya pules banget. kasihan Mas Evan pasti kecapean." ucap Zee kemudian melepaskan sepatu milik Evan yang masih dikenakan. Kemudian Zee menyelimuti tubuh Evan.


"Kamu tidur yang nyenyak ya Mas."ucap Zee mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya.


ia terus memandang wajah Evan. memastikan Evan telah benar benar terlelap.

__ADS_1


Saat hendak tidur Zee memberanikan diri mengecup pipi suaminya itu.


" Selamat malam Mas Evan. selamat tidur." ucap Zee kemudian menutup matanya.


Di kamar Daddy Fanya.


Fanya tersenyum kemudian mematikan hp nya.


"Dad, sekarang Fanya itu bahagia banget. Bisa lihat Zee berumah tangga dan bahagia banget." ungkap Fanya.


Daddy berusaha mengucapkan kata. ia meneteskan air matanya. Fanya yang melihat itupun mengusap air mata Daddy-nya.


"Fanya tau, Daddy pasti juga pengen kan lihat Fanya berkeluarga gitu. Fanya kangen banget dimarahi sama Daddy kayak dulu lagi." ucap Fanya menangis.


"Maa-afff." ucap Daddy-nya terbata bata.


"Daddy. Daddy bisa ngomong." teriak Fanya histeris kemudian ia memeluk Daddy-nya.


"Ma....af dad....dy du......lu le...bih mi...lih.... I....bu ti....ri ka.....mu" Ucap Daddy menangis.


"Daddy gak perlu minta maaf atas semua kesalahan itu Dad. Fanya udah lupain semuanya. Sekarang Fanya minta sama Daddy. Daddy harus semangat untuk sembuh buat Fanya ya Dad. Fanya udah gak punya siapa siapa lagi selain Daddy." pinta Fanya yang tak mampu lagi menahan air matanya.


mereka berpelukan erat karena jarak dan waktu yang telah terlewatkan dengan buruk.


Jam menunjukkan pukul tiga pagi,Zee terbangun dari tidurnya Karena ia merasa kedinginan.


"Astaghfirullah jam berapa sekarang kok dingin banget." ucap Zee kemudian melihat jam bekernya.


"Masih jam tiga pagi, lebih baik aku ambil air wudhu aja deh." ucap Zee.


kemudian Zee masuk kedalam kamar mandi dan mulai melakukan wudhu. ia kemudian melaksanakan sholat tahajud.


Evan meraba raba samping tempat ia tidur, tidak ditemukan Zee disana. Ia pun membuka mata.


ternyata Zee tengah sholat.


Setelah menyelesaikan sholatnya, Zee pun berdoa dan tidak sadar bahwa Evan tengah memperhatikannya.


"Ya Allah, bukakanlah pintu hati suami hamba agar bisa menerima hamba. Lindungilah dia selalu dimana pun dia berada. Ya Rabb, hamba tahu bahwa sekeras apapun Mas Evan. Dia akan melunak atas kehendak-Mu. Sekeras apapun Mas Evan. Dia adalah laki laki terbaikku, Imamku, jalan menuju Surga bagiku." Zee mengucapkan doanya.


Evan menyusul dan duduk dibelakang Zee.

__ADS_1


"Apa aku pantes buat kamu doain? " tanya Evan mengagetkan Zee.


"Astaghfirullah Mas Evan. kok kamu bangun Mas?" Tanya Zee.


"Maaf ya Zee, aku selama ini gak bisa jadi imam yang baik buat kamu."Ucap Evan.


"Mas Evan ngomong apa si. Kalo mas Evan emang mau menjadi baik. Mas Evan bisa kok. lebih baik sekarang mas Evan ambil Wudhu terus Sholat tahajud." Saran Zee.


"Emang masih diterima, aku sholat lima waktu aja masih jarang." jawab Evan.


"Mas, Sholat itu kewajiban, mulai sekarang Mas Evan harus menerapkan itu didiri mas Evan ya. Mas Evan bisa anggap hidup kita ini seperti kontrak kerja yang harus dilakukan Mas Evan, ya harus dilakukan. seperti misalnya sholat." terang Zee.


"Kamu bener Zee selama ini aku terlalu mengejar dunia, sampe aku lupa akhirat. aku bisa penuhi persyaratan kontrak kerja. tapi perintah dari Maha Pencipta aku nggak bisa, aku bener bener gak berguna, aku malu banget." sesal Evan.


"Mas, gak ada kata terlambat untuk bertaubat Allah itu Maha Pemaaf. kita jalan pelan pelan ya Mas. Kita jalan Sama sama. " Ajak Zee.


"Makasih kamu udah ingetin aku Zee." Ucap Evan dengan wajah penuh senyum yang tulus.


Zee benar benar terkejut dengan reaksi suaminya itu. Sepertinya Zee telah benar benar mencintai Evan karena-Nya.


kemudian mereka berdoa bersama, mengaji dan melaksanakan sholat subuh bersama.


Evan benar benar berbeda dari biasanya.


bersambung.............


promosi guys


guys yuk mampir juga ke karya baru author.


bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.


judul : Anak Genius: milikku milikmu


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.

__ADS_1


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕


__ADS_2