Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Bertemu Kembali


__ADS_3

Evan kembali memasuki ruangan Zee.


Zee tengah bercanda dengan Fanya sedang Kevin duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Fanya aku titip jagain Zee ya, soalnya aku mau pergi sebentar. Mama katanya nanti sore baru kesini." pinta Evan.


"Emang kamu mau kemana Mas?"tanya Zee.


"Aku ada urusan penting sebentar sama teman lama aku. kamu gak papa kan aku tinggal?" tanya Evan.


"Iya Mas tapi kamu hati hati ya." pinta Zee.


"Iya aku pasti jaga diri, yaudah aku berangkat ya." pamit Evan.


"Mas, ada yang kelupaan." ucap Zee.


"Kelupaan? apa yang lupa." tanya Evan kemudian Zee menarik tangan kanan Evan dan menciumnya.


"Kamu hati hati ya Mas." ucap Zee,Evan salah tingkah sehingga menabrak pojok ranjang rumah sakit.


"Mas, kamu gak papa?" tanya Zee terkejut.


" Eh maaf aku gak papa kok." ucapnya kemudian berlalu keluar ruangan. Kevin dan Fanya tertawa melihat tingkah Evan.


Di cafe.


Evan tiba di cafe tetapi tidak dilihatnya Tina di meja biasa yang ia gunakan.


tiba tiba Tiba memeluk Evan dari belakang. Evan yang merasa canggung pun melepaskan pelukan itu dan mendorong Tina.


"Honney kok kamu dorong aku si, kamu kenapa ? emang kamu gak kangen ya sama aku?"tanya Tina.


"Maaf Tina lebih baik kita selesaikan ini sekarang, aku mau bicara penting sama kamu." ucap Evan Dingin.


"Maaf honney aku tau kamu pasti masih marah ya sama aku." sesal Tina.


kemudian mereka duduk di kursi mereka masing masing dan memesan minuman.


"Ada yang mau aku omongin penting sama kamu " ucap Evan mulai serius.


"Ngomong apa si honney?" tanya Tina.


"Aku minta maaf." kata Evan.


"Kok kamu yang minta maaf, kan harusnya aku." jawab Tina.


"Tina, maaf kita udah gak bisa bersama lagi." terang Evan.


"Kamu apa si honney, kamu pasti mau ngasih kejutan ya. nggak lucu tau nggak." Tina tertawa.


Evan kemudian meminum minumannya kemudian berdiri.


"Aku sama sekali gak bercanda Tina, mungkin dulu aku masih berharap sama kamu. Tapi aku sudah menikah. Dan sekarang aku ngerasa gak bisa nyakitin hati dia. aku akan berusaha terima dia." ucap Evan.


"Kamu jahat Evan. kenapa kamu ngomong gitu." Tina meneteskan air matanya.


"Mulai sekarang Tolong jangan datang lagi didepan ku. aku udah nyaman sama hidup aku yang sekarang." pinta Evan.


"Van jangan tinggalin aku. " rengek Tina kemudian jatuh pingsan.


"Tin kamu kenapa tin?" Evan berusaha membangunkan Tina tapi tidak ada respon.

__ADS_1


Evan segera menolong Tina. Ia membawa Tina pulang ke apartemen milik Tina.


di ruangan Zee.


"Selamat sore" Sapa mama Rossa bersama pak Rusdi.


"Mama, Papa."Zee langsung dipeluk oleh Mama Rossa.


"Maaf ya sayang baru dateng, Lho ada Kevin juga ya. lha suami kamu mana sayang?" tanya Mama Rossa.


"Mas Evan pergi ma, katanya ada urusan penting." ucap Zee.


"Anak kamu itu gimana si Pa, Istrinya baru kecelakaan bukan malah dijagain malah pergi." umpat Mama Rossa.


"Kamu lupa ya, dia kan juga anak kamu."protes Pak Rusdi.


"Kok Mama sama Papa malah berantem si." ucap Zee tertawa.


"tau ni Papa." ucap Mama Rossa.


"Kalau udah ada yang jagain Zee, fanya pamit dulu ya Om, Tante." pamit Fanya.


"Biar aku anter." tawar Kevin.


"Yaudah kalian hati hati ya, Vin jagain lho." pinta Mama Rossa.


Kevin dan Fanya pun mencium tangan Bu Rossa dan pak Rusdi.


Di Apartemen Tina


Evan membawa Tina masuk kedalam kamarnya, ia kemudian menunggu hingga Tina terbangun.


Tina mulai membuka matanya perlahan ia kemudian memeluk Evan dengan erat sambil menangis.


"Gimanapun juga aku gak akan tega wanita pingsan dibiarkan." jawab Evan.


Tina melepaskan pelukannya dan mulai bermain cantik.


"Oke Evan. Aku ikhlas karena aku bahagia kalau lihat kamu Bahagia, makasih kamu udah tolongin aku. aku buatin kamu minuman dulu ya baru pulang." ucap Tina.


"Yaudah terserah kamu aja." jawab Evan kemudian Tina membuat minuman untuk Evan.


Ia memasukkan obat ke dalam minuman tersebut.


Evan akhirnya meminum minuman itu, Tina tersenyum licik. saat berdiri dan hendak pergi tiba tiba Evan merasakan kepalanya berputar. ia akhirnya tertidur.


Tina membawa Evan ke ranjangnya sambil tersenyum licik.


"Kamu akan jadi milik aku selamanya Van" ucap Tina kemudian memeluk tubuh Evan yang tertidur pulas.


"Aku akan foto dulu, biar bisa buat ancaman buat kamu." ucap Tina mulai membuka kancing kemeja Evan kemudian berfoto di samping Evan yang telah telanjang dada.


Di perjalanan.


Tiba tiba saja mobil milik Kevin dan Fanya berhenti.


"Lho ini kenapa Vin?" tanya Fanya.


"Gak tau biar aku cek dulu." Kevin turun dari mobil dan mengecek kondisi mobilnya.


"Kenapa?"Fanya mengikuti langkah Kevin.

__ADS_1


"Mesinnya lupa aku servis." Jawab Kevin.


"Yah, terus gimana dong.. ini udah malem sudah cari bengkel, kendaraan umum juga." tanya Fanya.


"Kalo gitu kita jalan kaki, nanti aku pinjem motor kamu." saran Kevin.


"Yahhhh yaudah deh terpaksa." Jawab Fanya.


mereka akhirnya berjalan Kevin terus melangkah meninggalkan langkah Fanya.


"Ih Kevin aku cape tau" protes Fanya.


"Sebentar lagi sampai kok."ucap Kevin.


"Eh Vin tunggu bentar, itu dipundak kamu apaan?" tanya Fanya.


"Apa?" tanya Kevin.


"Bentar kamu jangan banyak gerak."Fanya tersenyum licik kemudian melompat ke atas punggung Kevin dan melingkarkan kedua tangannya di depan dada Kevin.


"Apaan ni, malah aku gendong kamu." protes Kevin.


"Ayo dong Vin, ini udah malem tau. aku tu capek." pinta Fanya.


Kevin yang merasa kasihan akhirnya mengalah . ditengah perjalanan Fanya mulai mengantuk dan akhirnya tertidur. kepalanya tersandar di bahu Kevin.


"Yah tidur nih anak. kasihan juga si dia kan habis pingsan." ucap Kevin mempercepat langkahnya.


setibanya dirumah Fanya, Kevin mengetuk pintu rumah dengan kakinya. kemudian Bi Ira membukakan pintu.


"Ehhh Mas Kepin, Non Fanya kenapa itu?" tanya bi Ira.


"sttttt jangan keras-keras Bi, Fanya ketiduran." jawab Kevin.


"Oh begitu, yaudah ayo Mas langsung bawa kekamarnya aja." Bu Ira menunjukkan kamar Fanya.


Kevin meletakkan Fanya di ranjang dengan hati hati. ia melihat Boneka besar yang diletakkan disamping tempat Fanya tidur.


Kevin mengambil boneka itu kemudian tersenyum.


" Boneka ini kan boneka yang aku kasih waktu di pasar malem. dasar cewek bawel, ternyata kamu simpen juga ya." ucap Kevin kemudian meninggalkan Fanya dan meminjam motor kepada Bi ira.


bersambung.......


apa yang akan dilakukan Tina kepada Evan??????


promosi guys


guys yuk mampir juga ke karya baru author.


bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.


judul : Anak Genius: milikku milikmu


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.

__ADS_1


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕


__ADS_2