
Fanya tiba di kantor ia terus berusaha melepaskan Cincin dari jari manisnya. Hingga ia tidak sadar ia tengah menjadi pusat perhatian para karyawannya.
"Aduhhh kenapa cincinnya gak bisa dibuka si. Semaleman juga masih gak bisa dibuka." ucap Fanya kesal.
"Fanya tunggu." Kevin memanggil Fanya dan menarik tangannya masuk kedalam lift.
"Ihh apa si kamu tarik tarik." protes Fanya.
"Kamu sadar gak sih kamu itu jadi pusat perhatian karyawan kamu." ucap Kevin.
"Oh sorry aku gak nyadar." ucap Fanya.
"Yaudah mana cincinnya udah kamu lepas kan?" tanya Kevin.
"Nah itu dia, Cincinnya masih gak bisa dilepas." rengek Fanya.
"Masak gak bisa si? sini biar aku bantu." tawar Kevin menarik cincin dari jari Fanya.
"Aduh sakit tau." protes Fanya. Kevin menarik dengan keras hingga ia terjatuh begitu juga dengan Fanya yang jatuh menimpanya.
Tiba tiba pintu lift terbuka. Karyawan yang berada di luar melihat hal tersebut. Fanya segera berdiri kemudian menuju ruangannya.
"Fanya Tunggu urusan kita belum selesai." Kevin mengikuti langkah Fanya.
"Yaampun Jantung aku kenapa kayak habis lari maraton gini." batin Fanya melempar tubuhnya ke sofa.
"Fanya aku boleh masuk" tanya Kevin. Kemudian Fanya keluar dari ruangannya.
"Vin kita bahas ini diluar jam kerja aja ya, aku malu banget sama karyawan disini. mereka pasti salah paham."pinta Fanya.
"Yaudah tapi kamu harus berusaha lepas Cincin itu ya, itu penting banget buat aku." pinta Kevin kemudian meninggalkan Fanya.
Di dapur Rusdianto.
"Ayo kamu minum ini Nak. Biar cepat melendung." ungkap Nenek Uti memberikan segelas jamu kepada Zee.
"Iya Nek." jawab Zee menerima minuman itu.
"Nenek berharap kamu bisa segera kasih cicit." harap Nenek Uti.
"Kasian Nenek, beliau sangat berharap aku hamil. Padahal aku dan Mas Evan udah bikin perjanjian kalau kita gak akan lakukan hal itu jika bukan atas dasar cinta." batin Zee.
"Loh Zee kok kamu malah melamun si?" tanya Oma Ita.
"Iya Oma, ini aku minum kok." ucap Zee meneguk minumannya.
"Selamat sore Oma, Nenek." sapa Evan.
"Lho Evan udah pulang." ucap Nenek Uti.
__ADS_1
"Iya Nek, Lho ini ada apa si kok pada kumpul disini?"tanya Evan.
"Ini lho Van, kita mau kasih Zee jamu supaya dia bisa cepet hamil." terang Oma Ita.
"Hamil?" tanya Evan.
"Bagaimana Zee bisa hamil, kalau kita aja gak pernah melakukan hubungan suami istri." batin Evan.
"Mas Evan kayaknya kaget banget denger Oma bilang gitu. aku tau dia pasti merasa tertekan."batin Zee.
"Lho kenapa kaget gitu?" Tanya nenek Uti.
"Oh gak papa Nek." Jawab Evan.
"Yaudah Nek, aku balik kekamar dulu ya." Pamit Zee kemudian meninggalkan dapur. Evan pun mengikutinya.
Di Rumah Fanya.
Fanya baru saja tiba di rumah, Ia masuk kedalam kamar Daddy-nya.
"Selamat sore Dad." sapa Fanya.
Fanya menganga ketika melihat Daddy-nya sedang berusaha berjalan dibantu oleh perawat yang disewa oleh Fanya.
"Daddy....." Fanya memeluk Daddy-nya, ia menangis terharu karena Daddy-nya kini telah bisa berjalan kembali.
"Fanya... Daddy udah bisa jalan nak." ungkap Daddy-nya.
"Makasih ya Nak. karena kamu Daddy jadi punya semangat untuk sembuh. Maafin Daddy yang dulu." ucapnya.
"Daddy gak perlu minta maaf, Fanya udah maafin semua kesalahan Daddy." ucap Fanya.
"Mulai sekarang Daddy akan lindungi kamu." janji Daddy-nya.
Di kamar Evan.
Zee tengah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Evan yang merasa Zee masih dingin pun mendekati istrinya itu.
"Zee tentang permintaan Nenek sama Oma." Evan memulai pembicaraan.
"Iya aku tau kok Mas, Aku gak akan menekan kamu." jawab Zee.
"Bukan Zee, bukan gitu maksud aku. Gimana kalo kita kabulin permintaan mereka." ucap Evan tanpa Ragu.
"Ma...maksud kamu?" tanya Zee yang mulai gugup dan salah tingkah. Evan menggeser duduknya mendekati Zee.
"Setelah aku pikir pikir kasihan Oma sama Nenek pengen banget punya Cicit dari kita. jadi gimana kalo malam ini kita kabulin." Evan mendekatkan wajahnya ke wajah Zee hingga terpojok disudut kursi.
"Kenapa jantung aku gak bisa aku kontrol gini." batin Zee.
__ADS_1
"Kenapa rasanya aku nyaman dekat sama Zee." batin Evan.
"Mas jangan, aku gak bisa." Zee mendorong tubuh Evan.
"Kenapa?" tanya Evan.
"Aku gak akan lakuin itu kalau kamu belum punya perasaan sama aku Mas. aku gak akan lakuin itu kalau kamu gak mencintai aku Mas." tolak Zee.
"Emang apa si salahnya, Emang penting ya pengakuan Cinta. Kita ini kan udah menikah." tanya Kevin.
"Pengakuan Cinta mungkin gak penting buat kamu Mas. Tapi itu penting buat Aku. Apalagi dengan alasan kita yang menikah terpaksa dan hadirnya Tina diantara kita." Jawab Zee.
"Aku udah bilang kan sama kamu, aku sama Tina udah gak ada apa apa." jawab Evan.
"Tapi kamu masih belum bisa memilih antara aku atau dia Mas. kamu belum bisa nentuin pilihan kamu. mungkin ini sepele buat kamu. Tapi kalo sampai aku hamil dan kamu ternyata kembali sama Tina. semuanya bakal rumit." protes Zee.
"Yaudah kalo gitu, Berarti kamu udah nolak aku. kamu pikir aku cuma bisa kasih cicit ke Oma sama kamu aja." Umpat Evan kesal karena menerima penolakan dari Zee.
"maafin aku Zee tapi Aku gak tau aku udah cinta atau belum sama kamu Zee." batin Evan.
"Kenapa kamu bicara gitu Mas?" tanya Zee.
"Karena aku benci penolakan." bentak Evan kemudian keluar dari kamar mereka.
"Mas jangan pergi Mas." larang Zee tetapi Evan tetap meninggalkan Zee.
"Kata kata Mas Evan bener bener nyakitin hati." batin Zee mulai meneteskan air mata yang sedari tadi ia bendung.
"Maafin aku Mas. Tapi ini yang terbaik buat kita. Aku gak mau untuk kedepannya semuanya jadi rumit. Aku tau aku yang salah hadir di hidup kalian. Andaikan waktu bisa aku ulang, aku gak akan mau menikah waktu itu Mas. Karena sekarang aku jadi takut kehilangan kamu Mas." tangis Zee.
bersambung............
promosi guys
guys yuk mampir juga ke karya baru author.
bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.
judul : Anak Genius: milikku milikmu
***********************************************
~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~
terimakasih untuk yang telah membaca 😊.
sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.
jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .
__ADS_1
jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕
Lelaki terbaikku akan diusahakan up setiap hari ya guys, insyaallah tiap pukul 4 pagi. mohon dukungannya.😉😉😉