
di Kamar Hotel.
"Van tunggu, ini sebenarnya ada apa si?" tanya Kevin yang baru saja datang.
"Kevin, Wanita ini wanita yang kelihatan polos. berani beraninya selingkuh." jawab Evan.
"Aku gak selingkuh Vin." ucap Zee.
"Diam kamu, gak usah alasan." bentak Evan.
"Van sabar Van, aku juga gak percaya kalo Zee selingkuh. ini semua pasti cuma salah paham." ucap Kevin.
"Sekarang kamu jawab, Kamu kenal sama Zee." tanya Evan kepada laki laki yang disangka selingkuhan Zee.
"Iya kami udah menjalin hubungan lama, maaf Zee aku udah gak bisa nutupin ini semua." jawabnya.
"Apa? Kurang Ajar." Evan memukul pipi lelaki itu.
"Van sabar Van, Mas lebih baik kamu pergi aja. sekarang Evan lagi emosi." pinta Tina.
kemudian lelaki itu keluar dari kamar tersebut.
"Sekarang kamu gak bisa ngelak lagi Zee, dia sendiri yang bilang kalau kalian memang memiliki hubungan."Tina membuat suasana menjadi semakin panas.
"Tolong jangan sembarang bicara, dan kamu gak usah ikut campur urusan aku dan Mas Evan. Apa yang dibicarakan orang tadi itu semua gak bener." protes Zee.
"Kamu yang jangan mencari alasan Zee. sekarang semua udah jelas. ternyata pemikiran aku tentang kamu selama ini salah. Aku kira kamu berbeda dari wanita lainnya. ternyata kamu sama aja, bahkan lebih buruk." Umpat Evan.
"Udah puas kamu hina aku mas? silahkan kamu hina aku sampe kamu puas."Ucap Zee.
"Orang tua kamu pasti sangat malu karena gak berhasil mendidik anak perempuannya. sampe kamu jadi gini." umpat Evan.
"Berhenti hina orang tua aku Mas, kamu boleh hina aku tapi jangan orangtua aku." bentak Zee.
"Udah udah stop jangan berantem disini, kalian selesaikan ini dirumah aja, malu disini." ucap Kevin.
"Kita selesaikan ini dirumah, Kevin ayo.tinggalin aja dia biar pulang sendiri." Evan mendahului langkah Kevin.
"Aku percaya sama kamu Zee." ucap Kevin Kemudian mengikuti langkah Evan.
"Selamat ya, akhirnya kalian mau pisah juga. Evan pasti dalam hati seneng banget dengan kejadian ini. kita jadi bisa kembali bersama lagi tanpa parasit kayak kamu. Aku saranin kalau kamu punya malu. lebih baik kamu mundur aja deh dari hidup Evan." ucap Tina kemudian meninggalkan Zee.
di Jalan
Zee memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. ia menangis di perjalanan.
"Kalau emang ini udah waktunya, aku harus berpisah dari Mas Evan. Kenapa rasanya aku berat banget." batin Zee.
Zee terus berjalan menyusuri jalanan yang sepi, Tiba tiba ia memegangi kepalanya yang terasa berat.
"Astaghfirullah, kenapa kepala aku jadi pusing." Ucap Zee.
Zee berusaha agar tetap tersadar, tubuhnya mulai terasa lemah.
"Ya Allah, Ini kenapa aku jadi lemes gini." Ucap Zee.
Setelah berusaha untuk tetap bertahan, ia tetap terjatuh di tepi jalan.
__ADS_1
di Ruang Kerja Evan.
Evan tiba di rumahnya pukul 19.00, Ia sangat kesal dan bergegas masuk ke ruang kerjanya.
"Sekarang juga kamu panggil Zee, kita harus selesaikan masalah ini hari ini juga." pinta Evan.
"Iya Van, biar aku panggilin." Kevin keluar dari ruang kerja Evan.
Selang beberapa menit, Kevin kembali dengan wajah cemas.
"Zee gak ada di kamar Van." ucap Kevin.
"Apa? gak ada di kamar? Jangan jangan karena ketahuan dia kabur sama laki laki tadi." tuduh Evan.
"Jangan berprasangka buruk Van, mungkin dia masih sedih dan mencari ketenangan." jawab Kevin.
" Kenapa kamu belain dia terus? Jangan jangan selama ini kamu suka ya sama dia." bentak Evan.
"Mungkin kamu yang suka sama dia." jawab Kevin.
"Aku? suka sama dia. mana mungkin." tolak Evan.
"Buktinya kamu marah besar sama Zee dan laki laki tadi. Kamu cemburu buta iya kan Van. sampai kamu gak bisa mengontrol diri kamu sendiri." ledek Kevin.
"Jangan sok tau kamu. Lebih baik kamu sekarang juga cari Zee dan bawa dia kesini." pinta Evan.
"Oke, aku akan cari dia." jawab Kevin kemudian menelevon Zee, tetapi hp Zee tidak aktif.
Akhirnya Kevin menelepon Fanya.
"Halo, ada apa?" tanya Fanya.
"Kamu lagi sama Zee gak?" tanya Kevin.
"Nggak tu, kan dia masih dirumah istirahat kan?" tanya Fanya.
"Dia gak ada dirumah." jawab Kevin.
"Kok bisa?" tanya Fanya. kemudian Kevin menceritakan kejadian di hotel.
di Kantor ZEFA WO
Fanya mematikan teleponnya, kemudian mencari nama Zee dan menghubunginya.
"Zee kamu dimana si, kamu kan masih sakit. kenapa malah dapat masalah gini." ucap Fanya.
Ia mencoba berulang kali menghubungi sahabatnya itu tetapi tidak juga aktif.
"Aduh Zee angkat dong, biasanya kamu kalo ada masalah pasti cerita ke aku, tapi Kenapa sekarang malah ngilang." Fanya memegang kepalanya.
"Ini gak bisa dibiarin aku harus memperjelas semuanya sama Evan. gara gara dia Zee jadi ngilang." Fanya berdiri dari tempatnya kemudian bergegas menuju rumah Evan.
Di sebuah Kamar.
Seorang wanita tua tengah mengompres wanita yang ia temukan pingsan di tengah jalan.
"Kasihan sekali kamu Nak, pingsan dijalan. Untung warga baik mau bawa kamu kesini." ucapnya.
__ADS_1
Zee perlahan membuka matanya. ia memperhatikan sekelilingnya yang nampak asing baginya.
"Ibu siapa? Maaf ini saya dimana ya?" tanya Zee.
"Ini rumah Ibu Nak, tadi ibu temuin kamu pingsan dijalan, makannya ibu bawa kamu kesini." jawab ibu itu.
"Terimakasih atas bantuannya Bu." ucap Zee.
"Iya sama sama Nak, oh iya nama ibu ibu Siti nama kamu siapa? Kenapa bisa pingsan di jalan. keluarga kamu pasti cariin kamu." ucap ibu Siti.
"Saya Zee Bu, Kemarin memang saya habis kecelakaan dan saya malah keluar rumah. jadi pingsan." jawab Zee.
"Yaampun kasihan, kalo begitu kamu malam ini menginap di rumah ibu aja ya. kamu kayaknya masih lemes." ucap Bu Siti.
"Tapi saya takut dicariin suami saya Bu." ucap Zee.
"Yaudah, kamu telpon suami kamu aja, biar kamu dijemput." saran Bu Siti.
"Astaghfirullah, Hp saya mati Bu. baterainya habis." ucap Zee.
"Yaudah kamu charger dulu gih." ucap Bu Siti.
di Ruang Kerja Evan.
Tina masuk kedalam ruangan Evan berusaha untuk menghibur Evan.
"Van kamu yang sabar ya, dia emang bener bener keterlaluan. bukannya malah pulang. dia malah pergi pasti berdua sama cowok tadi." ucap Tina menyentuh pundak Evan.
"Udahlah Tin, tolong kamu jangan buat suasana jadi lebih runyam." protes Evan meninggalkan Tina.
"Kenapa Dia malah pergi si." batin Tina.
"Klunting klunting." suara hp Evan berbunyi, ada televon masuk dari Zee.
"Zee telepon, bagus Evan kamu udah kasih kesempatan buat aku untuk mempermudah memisahkan kalian." batin Tina.
bersambung........
promosi guys
guys yuk mampir juga ke karya baru author.
bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.
judul : Anak Genius: milikku milikmu
***********************************************
~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~
terimakasih untuk yang telah membaca 😊.
sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.
jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .
jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕
__ADS_1