Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Persiapan


__ADS_3

Pagi telah tiba, Zee bangun dari tidurnya kemudian menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Rusdianto.


Setelah selesai memasak ia kembali ke kamarnya dilihatnya suaminya sedang memakai Jas yang telah ia siapkan.


"Mas, sini biar aku bantu." ucap Zee kemudian membantu Evan memakaikan jas dan mengancingkan jas Evan. Evan terus memandangi Zee.


"Apa ini rasanya kalo punya istri, apa kalo Tina yang jadi istri aku. Dia akan memperlakukan aku seperti ini." batin Evan.


"Udah selesai Mas. Sekalian mau aku pakein dasinya?" tawar Zee.


"Kamu kenapa si tumben banget." ucap Evan.


"Kok kamu malah ngomong gitu si Mas. Kan aku itu istri kamu. Aku harus bantu nyiapin semua keperluan kamu dong Mas." Jawab Zee.


Kemudian Zee mulai memakaikan dan merapikan dasi milik Evan.


"Sekarang udah rapi, biar aku yang bawa tas kamu ke meja makan ya Mas. Aku udah siapin sarapan."tawar Zee.


Kemudian mereka turun bersama dan menghabiskan makanan mereka.


"Yaudah Zee, kamu mau berangkat ke kantor sekarang? atau nanti aja?" tanya Evan yang melihat Zee masih belum siap.


"Aku berangkat nanti aja Mas. Aku anterin. mas sampai depan yuk." ajak Zee membawa tas suaminya.


"Biar aku aja yang bawa." pinta Evan.


"Oh gak papa Mas, biar aku aja." jawab Zee.


Kemudian mereka berjalan ke halaman depan.


"Yaudah aku pergi ke kantor dulu ya." Pamit Evan.


Zee mengambil tangan suaminya itu dan menciumnya.


"Kamu hati hati ya Mas." Zee tersenyum.


"Cupp" Evan mengecup kening Zee.


Zee Terbelalak tak percaya melihat apa yang dilakukan suaminya.


"Yaudah aku pergi dulu ya." pamit Evan lagi tapi Zee tidak menjawab.


"Zee kamu dengerin aku nggak si?" tanya Evan.


"Oh iya Mas maaf." ucap Zee tersadar.


tetapi Evan tidak juga beranjak dari tempatnya.


"Katanya mau pergi mas, kok malah diem disini? " tanya Zee.


"Gimana aku mau berangkat kalo tas aku kamu pegang terus kayak gitu." protes Evan.


Zee baru tersadar bahwa ia masih memegang tas milik Evan.


"Aduh maaf mas, aku lupa." Ucap Zee kemudian memberikan tasnya.


Evan tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


Di ZEFA WO.


Fanya sedang fokus pada laptopnya tiba tiba Zee masuk sambil tersenyum manis.


"Wih kenapa ni? pagi pagi udah memancarkan aura positif aja. ada apa ni kayaknya happy banget?" Fanya heran melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


"Apaan si sok tau kamu. Gak ada apa apa kok " jawab Zee masih tersenyum.


"Bohong, aku kan udah temenan sama kamu lama. dan kamu tu gak bisa sembunyiin raut wajah kamu yang bahagia banget itu. Atau jangan jangan semalem kalian habis itu ya." tebak Fanya.


"Apa si Nya, sembarangan kamu. Aku Seneng Karena tadi sebelum berangkat. Mas Evan cium kening aku." jawab Zee wajahnya memerah.


"Seriusssssss oh my God ini berarti tanda tanda kalo dia udah mulai sedikit Nerima kamu." ucap Fanya.


"Semoga aja gitu ya Nya." harap Zee.


"Kalo gitu kamu harus terus pepet dia. Kalo perlu kamu baperin supaya dia jatuh cinta sama kamu."


Saran Fanya.


"Pepet gimana maksud kamu?" tanya Zee.


"Kamu kiss aja pipinya waktu dia mau berangkat kerja."Saran Fanya.


"Aku gak yakin itu bakal berhasil." jawab Zee ragu.


"Percaya deh sama aku." Fanya meyakinkan.


Kemudian mereka melanjutkan pekerjaan mereka.


Di Restoran.


"Senang bisa berbisnis dengan anda." Ucap client Evan.


"Terimakasih atas kerjasamanya Pak." Ucap Evan kemudian mereka berjabat tangan dan Client meninggalkan Evan dan Kevin.


"Vin gimana persiapan buat acara besok?" Tanya Evan.


"Udah 99% Van." jawab Kevin.


"Bagus, Kalo gitu." Jawab Evan.


"Aku mau pulang aja, Aku pengen cepet cepet ke rumah." Jawab Evan.


"Wah ada apa ni tiba tiba jadi seneng pulang, biasanya males banget kalo mau pulang. Kangen Istri ya?" ledek Kevin menahan tawanya.


"Apasi? kenapa kamu iri? Makannya nikah." Evan balik mengejek Kevin.


Kemudian datang anak kecil dengan membawa buket kecil bunga mawar dan menawarkan kepada pembeli yang sedang makan siang bersama kekasihnya, tetapi tidak ada yang mau membeli.


"Dek, sini dek." Evan memanggil anak itu.


kemudian anak itu menghampiri Evan.


"Kak silahkan kak dibeli untuk orang yang dikasihi." tawar anak itu.


"Dek semua mawar ini saya beli." Ucap Evan.


"Van kamu yakin beli sebanyak itu?" tanya Kevin.


"Yakin dong, jadi totalnya berapa dek?" tanya Evan.


"Semuanya ada 10 buket kak, jadi lima ratus ribu kak." jawab anak kecil itu.


Kemudian Evan memberikan uang kepada anak tersebut.


"Terimakasih Kak." ucap Anak itu kemudian bersorak pergi meninggalkan restoran.


"Bunga sebanyak itu mau kamu kasih ke siapa Van?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Aku kasih istri aku dong, kan aku punya istri. Kalo kamu kan gak punya, makannya cari." ledek Evan meninggalkan Kevin.


"Oh sekarang kamu gitu ya, mentang mentang udah nikah ledek aja terus." protes Kevin mengikuti langkah Evan.


Di Dapur.


Evan menghampiri Zee yang sedang memasak didapur.


"ehm." Evan berdehem sengaja mencuri perhatian Zee yang sedang fokus memasak.


"Eh Mas Evan, Tumben Mas udah pulang." Zee terkejut.


"Emang aku nggak boleh pulang lebih awal." protes Evan.


"Nggak gitu mas maksud aku." Zee merasa bersalah.


Evan pergi meninggalkan Zee. Zee pun mengikuti suaminya itu menuju kamar.


saat Zee membuka pintu dilihatnya suaminya tengah memakai jaket seperti hendak pergi, ia juga melihat buket bunga mawar di atas ranjang.


"Loh mas, kamu mau pergi kemana?" tanya Zee.


"Mau cari hiburan, habis pulang cepet salah." jawab Evan ketus.


"Mas, maaf iya aku gak nanya gitu lagi deh, sensi banget si Mas" protes Zee.


kemudian Evan melepas kembali jaketnya.


"Udah kamu diem, aku tau kamu pasti mau tanya kenapa aku gak jadi pergi kan?" ucap Evan.


"Nggak kok, yaudah mas aku lanjutin masak dulu ya mas." izin Zee.


"Oh iya mas, ini bunga siapa?" tanya Zee.


"itu buat kamu." jawab Evan


"banyak banget Mas." ucap Zee tercengang.


"Iya sebenarnya aku beli itu karna kasian sama anak anak yang jual." jawab Evan.


"Yaampun Mas, yang jual anak kecil? Kasian banget anak itu." ucap Zee.


"Yaudah ayo kita balik ke dapur deh, aku laper." ucap Evan.


"Ayok mas, biar aku masakin spesial buat kamu." jawab Zee.


bersambung.............


promosi guys


guys yuk mampir juga ke karya baru author.


bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.


judul : Anak Genius: milikku milikmu


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.

__ADS_1


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕


__ADS_2