
di ruangan Zee.
Zee tengah resah memikirkan Evan yang tak kunjung datang. kemudian pintu terbuka.
Dilihatnya Fanya masuk kedalam ruangannya bersama Kevin.
"Loh kok kalian cuma berdua? Kalian gak nemuin Mas Evan ya?" tanya Zee.
kemudian Evan masuk kedalam ruangan Zee, Zee tersenyum melihat suaminya itu.
"Mas, kamu dari mana aja si? aku khawatir sama kamu Mas." ucap Zee.
kemudian Evan memeluk tubuh istrinya.
"Maafin aku Zee." Ucap Evan.
"Maaf? buat apa Mas?" tanya Zee.
"Maaf karena seharusnya aku nemenin kamu malah aku gak ada disini." jawab Evan.
"Gak papa Mas, yang penting kamu baik baik aja.oh iya Mas. Nanti sore aku udah boleh pulang lho." ucap Zee.
"Oh ya?" tanya Evan.
"Iya, aku gak sabar pulang bosen banget disini." ucap Zee.
kemudian dokter masuk keruangan tersebut,Evan mengajak Kevin dan Fanya keluar dari ruangan.
"Ada apa si Van?" tanya Kevin.
"Tolong kalian simpan rapat rapat apa yang terjadi semalam antara aku dan Tina." pinta Evan.
"Aku akan diem, itu karena aku gak tega bilang ini sama Zee. tapi kalo sampe aku tau kamu kayak gitu lagi. aku sendiri yang akan bawa Zee pergi dari hidup kamu." ancam Fanya.
"aku akan coba untuk buka lembaran baru bersama Zee." ucap Evan.
"Bagus kalo kamu berfikir kayak gitu." jawab Fanya.
"Makannya Aku mau minta tolong sama kalian. Tolong siapin acara untuk penyambutan Zee di rumah bisa?" tanya Evan.
"Itu urusan gampang." ucap Kevin Kemudian menarik tangan Fanya.
"Ihhhh ngapain si tarik tangan aku." protes Fanya.
"Kita urus semuanya kerumah Evan." ajak Kevin.
"Yaudah si aku bisa jalan sendiri kali gak usah modus." ucap Fanya berjalan mendahului langkah Kevin tiba tiba ia tergelincir di lantai yang baru saja di pel. beruntung ia langsung ditangkap oleh petugas kebersihan tersebut.
"Ngapain si orang itu modus banget sama Fanya. Fanya juga kayaknya seneng banget ditangkap gitu." batin Kevin dengan ekspresi jengkel. Ia menarik tangan Fanya dengan keras.
"Aduhhhh sakit Kevin." protes Fanya.
"Mas, kalo ngepel yang bener dong." protes Kevin
"Lho kok kamu salahin Masnya si, aku yang salah kok aku jalannya gak hati hati. Masnya kan udah nolongin aku. Makasih ya Mas." ucap Fanya tersenyum manis.
"Iya mbak sama sama." jawab petugas kebersihan tersebut.
__ADS_1
"Oh berarti kamu yang modus kan? sengaja jatuh supaya ditangkap sama dia." ucap Kevin.
"Ih kamu apaan si, gak jelas deh. Oh aku tau kamu cemburu ya sama aku." ledek Fanya.
"Hah? aku cemburu? gak mungkin dong aku cemburu sama kamu. udahlah jangan buang waktu. kita harus cepet." ucap Kevin berjalan meninggalkan Fanya.
"Kok aku ditinggal si. Vin tunggu dong kan kamu pasti cemburu. Muka kamu itu kelihatan banget." ledek Fanya menyusul Kevin.
Malam telah tiba.
Evan memarkirkan mobilnya kemudian membantu Zee membuka pintu mobil.
"Makasih ya Mas." ucap Zee.
"Ayo biar aku gandeng, kaki kamu masih sakit kan?" tawar Evan.
Kemudian mereka memasuki Rumah.
"Loh Mas kok gelap si? ada orang gak si?" tanya Zee.
"Selamat datang Zee....."Lampu dihidupkan keluarga Rusdianto menyambut kedatangan menantu mereka.
"Selamat datang kembali ya nak." ucap Pak Rusdi.
"Makasih pa." jawab Zee.
"Yaudah sekarang kita makan malam bersama yuk." ajak Mama Rossa.
"Gimana?kamu suka sama kejutannya?" tanya Evan.
"Makasih Mas." Ucap Zee.
"Loh kok buru buru si Nak." ucap Mama Rosa.
"Iya Tante kasian Daddy sendiri dirumah." jawab Fanya.
"Kamu hati hati ya Nya." pinta Zee.
"Asyiappp Buboss" jawab Fanya memeluk Zee. kemudian pergi meninggalkan rumah Rusdianto.
"Kalo gitu aku juga pamit Om, Tante." pamit Kevin kemudian menyusul Fanya yang telah keluar lebih dulu.
"Ihhh Mas Kevin ngapain si sama cewek itu terus." batin Feli.
Akhirnya mereka makan malam bersama.
Pagi telah tiba.
Zee seperti biasanya setelah mandi ia akan menyiapkan pakaian suaminya kemudian membantu memasak.
setelah selesai sarapan Zee mengantar Evan sampai di depan pintu.
"Zee aku berangkat ke kantor dulu ya. kamu hari ini gak usah berangkat kerja dulu."pamit Evan.
"Iya Mas, kamu hati hati ya." ucap Zee.
"Selalu aja bilang gitu, aku ini Evan Rusdianto. Aku bisa jaga diri." protes Evan kemudian mulai melangkah meninggalkan Zee.
__ADS_1
"Mas, tunggu ada yang ketinggalan." Ucap Zee.
"Apa lagi yang ketinggalan." tanya Evan.
"Kunci kamu Mas. emang kalo gak pake kunci mobil kamu bisa jalan." Zee mengambil kunci mobil Evan di meja makan kemudian memberikan kepada Evan. Lagi lagi Evan melangkah Zee memanggilnya.
"Mas, tunggu dulu." panggil Zee.
"Apa lagi si Zee? nanti aku bisa telat." protes Evan.
Kemudian Zee mencium tangan Evan kemudian mencium dengan yakin ia memberanikan diri mencium pipi Evan.
"Semangat kerjanya ya Mas."Ucap Zee tersenyum Manis.
Evan memegangi pipinya ia merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan Zee.
"Mas? kok kamu malah diem terus disini si? nanti telat lho." ucap Zee mengingatkan.
"Oh iya. " jawab Evan kemudian mulai melangkah sambil sesekali menengok melihat Zee.
"bruak." Evan menabrak pintu karena salah tingkah.
"Mas, kamu gak papa?" Zee menghampiri Evan.
"Gak aku gak papa." jawab Evan berpaling kemudian menghadap ke arah Zee lagi.
"Ada apa lagi Mas?" tanya Zee menahan tawa.
"Kunci mobil aku kayaknya ketinggalan." jawabnya.
"Yaampun Mas, kan kuncinya udah ditangan kamu." ucap Zee tertawa.
"Oh iya." ucap Evan yang tersadar, Ia segera memasuki mobil dan meninggalkan rumahnya.
"Aku kenapa si? kok jadi gugup cuma gara gara dicium sama Zee. " ucap Evan memukul kemudinya.
bersambung........
promosi guys
guys yuk mampir juga ke karya baru author.
bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.
judul : Anak Genius: milikku milikmu
***********************************************
~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~
terimakasih untuk yang telah membaca 😊.
sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.
jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .
jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕
__ADS_1
Lelaki terbaikku akan diusahakan up setiap hari ya guys, insyaallah tiap pukul 4 pagi. mohon dukungannya.😉😉😉