
Di apartemen Tina.
Tina sibuk merias diri, ia sedang bersiap siap untuk pergi.
"Aku akan rebut kamu kembali ke sisi aku Evan. Aku yakin kamu masih cinta sama aku. " ucap Tina.
Tina tersenyum licik menghadap cermin.
"Aku akan kasih kejutan ke kamu. sekarang aku udah cantik. Tinggal dateng ke kantor dan ajak Evan makan siang." ucap Tina kemudian mengambil tas miliknya. Kemudian keluar dari kamar.
Di dapur Zee.
Zee tengah memasak masakan kesukaan Evan. Kemudian nenek Uti dan Oma Ita menghampiri Zee.
"Wah kamu masak makanan kesukaan Evan ya?" tanya Nenek Uti.
"Iya Nek, Zee mau anter makanan buat Mas Evan." jawab Zee tersenyum.
"Baunya harum banget. Evan pasti suka." puji Oma Ita.
"Iya Oma, semoga begitu ya." harap Zee.
"Bagus nak, jangan nyerah hadapi Evan ya." ucap Nenek Uti.
"Siap Nek, Zee akan terus berusaha supaya Mas Evan bisa nerima Zee." jawab Zee.
Di kantor Evan.
Tina masuk kedalam ruangan Evan tanpa mengetuk pintu.
"Hay Bebby." sapa Tina.
"Tina, kamu ngapain disini?" Evan terkejut dengan kedatangan Tina.
"Van aku mohon maafin aku karena pergi ninggalin kamu. tapi aku terpaksa Van. Jangan bohongi diri kamu sendiri kamu masih sayang kan sama aku?" tanya Tina.
"Tapi semuanya udah terlanjur Tin. sekarang aku ini suami orang. mana mungkin bisa kita sama sama lagi." tolak Evan.
"Pernikahan kamu itu cuma kesalahan Van. kita sama sama punya kesalahan. Kita masih bisa perbaiki semuanya." ucap Tina memeluk tubuh Evan dengan erat.
"Tin tolong kamu lepasin aku. kalo orang lihat mereka bisa salah paham." pinta Evan.
"Tolong Van, biarin seperti ini aku rindu banget sama kamu." ucap Tina.
"Aku mohon jangan mempersulit keadaan Tin." pinta Evan.
"Kalau kamu lepasin aku, aku akan bilang sama istri kamu tentang kejadian kemarin malam." ancam Tina.
"Kalau Zee sampai tahu, kasihan dia. biarlah begini sebentar sampai Tina tenang." batin Evan.
Zee tiba di depan ruangan suaminya. Ia hendak mengetuk pintu tapi dilihatnya pintu sedikit terbuka. akhirnya ia memutuskan membuka pintu dan masuk.
Zee melihat suaminya tengah berpelukan dengan wanita yang tidak ia kenal. Saat itu Evan membelakangi Zee. sedangkan Tina melihat Zee pun semakin memeluk erat tubuh Evan.
"Siapa wanita itu? kenapa dia meluk mas Evan."batin Zee
"Prang" suara wadah jatuh kelantai makanan yang telah dimasak Zee berceceran dilantai.
__ADS_1
Evan yang terkejut pun menoleh dilihatnya Zee kembali meneteskan air matanya.
"Zee aku bisa jelasin semuanya." Evan menyusul istrinya dan menggenggam tangannya.
"Ohhh jadi ini istri kamu Van, yang udah gantiin aku dihari pernikahan kita? makasih ya mbak udah mau gantiin walaupun waktunya untuk sementara. sebentar lagi pasti mbak bebas kok dari Evan karna saya udah kembali." ucap Tina.
Zee menatap Evan dengan penuh kekecewaan.
"Dia siapa Mas?" tanya Zee.
Evan terdiam terlalu sulit baginya untuk memberitahu Zee.
"Aku Tina, calon istri Evan." Tina mengulurkan tangannya.
"Ya Allah, dia kembali. Apa itu artinya aku akan segera kehilangan Mas Evan." batin Zee menjabat tangan Tina.
Zee berbalik arah keluar dari pintu ruangan Evan air matanya mengalir dengan derasnya.
"Zee tunggu Zee. Kamu mau kemana?" tanya Evan menarik tangan Zee.
"Kamu gak perlu tau aku mau kemana Mas, Selamat ya ini kan yang selama ini kamu tunggu." ucap Zee.
"Tolong kamu jangan nangis lagi Zee, aku udah janji sama diri aku sendiri gak akan lagi buat kamu nangis." pinta Evan.
"Tolong lepasin tangan aku Mas. Biarin aku sendiri" Zee melepas paksa pegangan tangan Evan dan berlari sambil menangis tersedu-sedu.
Saat hendak mengejar Tina menahan tangan Evan tetapi Evan berhasil lepas.
Kevin baru saja hendak pergi untuk makan siang.
Zee menghadang mobil Kevin agar berhenti dan membawanya pergi dari kejaran Evan.
"Zee kamu mau bunuh diri ya, ngapain ngarang mobil gitu." protes Kevin.
Zee bergegas membuka pintu mobil Kevin.
"Tolong bawa aku ke kantor sekarang Vin." pinta Zee.
"Zee kamu nangis?" tanya Kevin.
"Tolong Vin aku mau ketemu sama Fanya." pinta Zee.
Kevin segera mengemudikan mobilnya dilihatnya Evan tengah berlari mengejar Zee.
Kevin memilih diam karena melihat Zee yang menangis. Ia tau Zee pasti sedang memiliki masalah.
Sesampainya di kantor ZeFa, Kevin segera membuka pintu untuk Zee.
"Makasih ya Vin." ucap Zee kemudian ia memegang kepalanya yang berasa berputar.
"Zee kamu kenapa? are you okay?" tanya Kevin.
"Aku gak papa." ucap Zee yang mulai kehilangan kesadarannya, tubuhnya ambruk beruntung Kevin dengan sigap menangkapnya.
"Zee bangun Zee. " Kevin segera membawa Zee masuk ke kantor Zefa. Fanya yang baru keluar dari ruangannya melihat Zee pingsan di gendongan Kevin pun langsung khawatir.
"Vin ini Zee kenapa?" tanya Fanya.
__ADS_1
"Aku gak tau kayaknya dia banyak masalah deh." jawab Kevin.
"Yaudah Vin langsung bawa keruangan aku aja." ajak Fanya.
Kevin meletakkan Zee di sofa panjang di ruangan Zee dan Fanya.
"Zee bangun dong Zee." ucap Fanya khawatir ia mengoleskan minyak angin ke hidung sahabatnya itu.
setelah beberapa saat akhirnya Zee mulai membuka matanya.
"Zee kamu udah sadar? Alhamdulillah ini minum dulu." ucap Fanya membantu Zee meminum air putih.
"Fanya..." rengek Zee memeluk Fanya erat.
"Zee kamu kenapa? ayo cerita sama aku kalo kamu ada masalah." Fanya mengelus pelan rambut Zee.
"Tadi aku ke kantor Mas Evan dan aku lihat Tina ada disana meluk Mas Evan." ungkap Zee.
"Apa? Tina?" Kevin dan Fanya serempak terkejut.
"Iya Nya, Kayaknya Mas Evan masih sayang sama dia. kayaknya belum sampai 6 bulan pernikahan aku harus kandas." ucap Zee.
"Kamu gak boleh nyerah gitu dong Zee. Evan kan belum ambil keputusan lanjut atau ninggalin kamu. kita harus segera minta kejelasan dari dia." saran Fanya.
"Tapi aku tau Mas Evan gak akan pilih aku Nya." ucap Zee putus asa.
"Yaampun come on dong Zee. kamu ini istri sahnya. Inget Zee bukan kamu yang salah disini, yang salah itu Tina sendiri karena ninggalin Evan. Pokoknya maju terus pantang mundur kamu gak boleh lemah Zee. Kamu harus buktiin ke Tina kalo kamu itu istri Sah dari Evan. Tina sekarang bukan siapa siapa. kalau dia wanita baik dia gak akan merebut Evan dari Istrinya." Fanya terus mengoceh tanpa henti, ia terus menyemangati Zee.
"Iya aku akan berusaha jadi wanita kuat kayak kamu." jawab Zee menghapus air matanya.
"Nah gitu dong." Fanya memeluk Zee dengan Erat.
"Maafin aku Zee, aku nyembunyiin kejadian semalam dari kamu." batin Fanya merasa bersalah.
Kevin tersenyum melihat keakraban Zee dan Fanya.
bersambung......
promosi guys
guys yuk mampir juga ke karya baru author.
bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.
judul : Anak Genius: milikku milikmu
***********************************************
~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~
terimakasih untuk yang telah membaca 😊.
sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.
jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .
jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕
__ADS_1
Lelaki terbaikku akan diusahakan up setiap hari ya guys, insyaallah tiap pukul 4 pagi. mohon dukungannya.😉😉😉