Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Misi ViNya


__ADS_3

Keesokan harinya, Zee telah merasa bahwa ia telah kembali pulih.


Zee memutuskan untuk pulang memperjelas semua yang terjadi.


"Bu Terimakasih ya atas bantuan Ibu. Zee pamit pulang." Ucap Zee pada bu Siti.


"Iya nak sama sama, kamu bener udah sehat kan nak." tanya Ibu Siti.


"Iya Bu, keluarga aku pasti udah cariin aku." ucap Zee.


"Yaudah kamu hati hati ya Nak." ucap Bu Siti.


Di mobil.


Fanya masuk kedalam mobil Kevin.


"Jadi semalem kamu gak berhasil temuin Zee?" tanya Fanya.


"Iya aku udah cari semalem tapi gak ketemu." jawab Kevin.


"Aduh gimana dong Vin. atau kita cari di rumah rumah sakit aja." saran Fanya.


"Rumah sakit disini itu banyak, mana mungkin kita datengin satu satu ." jawab Kevin.


"Aduh terus kita harus cari kemana lagi Vin?" tanya Fanya.


"Lebih baik sekarang kita ke rumah Evan aja, siapa tau Zee udah pulang." saran Kevin.


"Sebenernya aku males banget ketemu sama si Evan itu. tapi omongan kamu ada benernya juga yaudah kita kesana aja deh." jawab Fanya.


Kemudian Kevin mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah Evan.


Di rumah Evan.


"Lho Evan kok kamu turun sendirian , Zee kemana? Kayaknya Mama seharian gak lihat dia." Tanya Mama Rossa.


"Mama gak tau ya, Zee itu bermalam sama selingkuhannya." jawab Felli asal.


"Felli jaga omongan kamu, jangan asal bicara." bentak Evan.


"Aku gak asal kok, Kak Tina yang kasih tau aku kalo menantu Tante itu kepergok sama suami sendiri lagi berduaan di hotel sama cowok lain. itu bener kan kak Evan." ucap Felli.


"Biarin aja dia pergi sama selingkuhannya aku gak peduli, gak usah pulang sekalian. semalaman aku nungguin dan hubungi dia tapi dia sama sekali gak balas." jawab Evan.


"Ih kak kalo aku jadi kakak ma, udah aku talak cewek itu." Felli mengompori.


" Fell kamu diem Jangan buat suasana semakin panas." ucap Pak Rusdianto bijak.


" Lebih baik kalian bicarakan ini baik baik dan dengan kepala dingin, siapa tahu ini cuma salah paham." saran Nenek Uti.


Kemudian Zee masuk dan menyapa semua keluarga yang tengah menikmati sarapan mereka.


"Selamat pagi semuanya, maaf aku semalam gak pulang." sapa Zee.

__ADS_1


"Kamu pasti bermalam sama selingkuhan kamu ya." ucap Feli.


"Feli udah kamu diem, Lebih baik kita semua pergi dulu, supaya mereka bisa bicara berdua untuk menyelesaikan masalah mereka." ajak pak Rusdianto kemudian mereka meninggalkan Zee dan Evan berdua.


"Kamu harus tenang dan berfikir jernih nak, jangan sembarangan bertindak." saran pak Rusdianto sebelum pergi.


"Darimana aja kamu? ngapain masih balik lagi? aku kira kamu udah kabur sama selingkuhan kamu itu." Umpat Evan.


"Sampai kapan si kamu bilang dia selingkuhan aku. Aku gak pernah selingkuh yang selingkuh itu kamu." jawab Zee.


"Omong kosong. kamu malah nuduh aku. semalaman aku coba telvon kamu tapi kamu gak angkat. dan kamu tuduh aku yang selingkuh. cuma wanita gak tau diri yang udah jadi seorang istri tapi lupa pulang dan sama sekali gak ngabarin suaminya." bentak Evan.


"Kamu bilang aku gak tau diri? Kamu selalu menuduh aku tanpa bukti. Kamu bahkan gak tau apa apa. kemarin aku pinsan di jalan dan dibantu sama seorang Ibu ibu dan hp aku baterainya habis. kamu bilang aku gak hubungi kamu? aku udah hubungi kamu tapi bukan kamu yang angkat tapi selingkuhan kamu itu , kamu semalam sama Tina kan?" balas Zee.


Evan terdiam mendengar perkataan Zee.


"Apa bener Zee kemarin pingsan, tapi wajah dia emang pucat. atau ini cuma akal akalan dia aja." batin Evan.


"Aku rasa hubungan ini semakin lama semakin rumit Mas, aku cuma kamu jadiin hinaan terus. Aku udah capek Mas." Zee mulai meneteskan air matanya.


"Kalo kamu udah capek yaudah kamu pergi aja dari sini. gak usah tinggal disini lagi, tapi inget aku gak akan ceraikan kamu karena itu sama aja aku mempermudah langkah kamu dan selingkuhan kamu." Ucap Evan hatinya bergejolak.


"jadi kamu usir aku Mas, baik kalo gitu aku akan pergi." Zee masuk kedalam kamarnya kemudian keluar membawa sebuah koper.


"Makasih buat semuanya Mas, tolong titip Salam untuk semua yang ada disini." Ucap Zee bergegas meninggalkan Evan.


Saat Zee membuka pintu Rumah, ia berpapasan dengan Fanya dan Kevin.


"Zee, kamu kenapa bawa bawa koper." tanya Fanya.


"Fanya aku gagal Nya, aku gagal dalam rumah tangga aku. Aku diusir Mas Evan." Zee sesenggukan.


"Kamu diusir? terus kamu mau tinggal dimana?" tanya Fanya.


"Aku gak tau Nya, aku nggak tau harus kemana." jawab Zee.


"Gimana kalo Zee tinggal dirumah aku untuk sementara waktu , biar bisa buat nemenin Caca juga." tawar Kevin.


"Ihh kok Kevin nawarin si." batin Fanya.


"Boleh, asalkan kamu gak keberatan." jawab Zee.


"yaudah ayo kalo gitu kita anter kamu biar istirahat dulu." ajak Kevin kemudian mengajak Zee dan Fanya masuk kedalam mobilnya.


Di Mobil Kevin.


Kevin dan Fanya telah mengantarkan Zee, kemudian mereka berdiskusi di mobil.


"Aku gak tega deh lihat Zee difitnah gitu." ucap Fanya.


"Iya aku juga kasihan." jawab Kevin.


"Gimana kalo kita cari bukti bahwa Zee itu gak selingkuh." saran Fanya.

__ADS_1


"Cari bukti? dimana Nya?" tanya Kevin.


"kamu tau wajah orang itu kan?Kita ke restoran yang mereka datangi dong, Zee bilang kan orang yang mengaku selingkuhannya itu orang yang bekerja di restoran itu. jadi pihak restoran pasti punya dong data karyawannya." saran Fanya.


"Ternyata kamu cerdas juga ya, dengan tau identitas dia, kita bisa tau kebenarannya." jawab Kevin.


"Iyalah aku, yaudah Ayo buruan." ajak Fanya Kemudian mereka langsung menuju restoran tersebut.


Setibanya di sana mereka menemui manager restoran tersebut.


"Selamat pagi Pak Bu ada yang bisa saya bantu." sapanya.


"Jadi begini pak, kami ada keperluan yang harus melibatkan CCTV pada kejadian dua hari lalu apa boleh kita lihat." pinta Kevin.


"Baik mari Pak Bu." Jawabnya.


Kevin dan Fanya akhirnya mengecek CCTV dan benar saja dilihatnya seorang pria yang melayani pesanan Zee.


"Apa dia orangnya?" tanya Fanya.


"Iya bener emang cowok ini."Jawab Kevin.


"Tuh kan berarti emang ada yang niat mau fitnah Zee." ucap Fanya.


"Maaf Pak pria ini apa kita boleh tau identitasnya?" tanya Kevin.


"Wah maaf Mas, Mbak kayaknya orang ini bukan termasuk pegawai sini. jangan jangan dia sengaja menyelundup mbak dan berpura pura." jawab manager tersebut.


"Bagus ini bisa kita jadiin bukti." ucap Kevin.


"Tapi segini aja gak cukup. kita juga harus cari bukti lainnya." ucap Fanya.


"Bukti apa lagi?" tanya Kevin.


"Kita ke hotel sekarang." ajak Fanya.


bersambung........


promosi guys


guys yuk mampir juga ke karya baru author.


bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.


judul : Anak Genius: milikku milikmu


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.

__ADS_1


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕


__ADS_2