
Di Rumah Evan .
Semua keluarga Rusdianto telah menunggu kedatangan Evan dan Zee.
Mereka membuat pesta penyambutan kecil kecilan untuk Evan dan Zee.
Evan mulai membuka pintu tetapi tidak ada siapapun yang menjawab. Suasana Rumah sangat sepi dan tenang.
"Mas, kok rumahnya kayak sepi banget ya. Pada kemana ya mas?" tanya Zee.
"Aku juga gak tahu Zee." jawab Evan.
Kemudian mereka melangkah memasuki ruang keluarga.
tiba tiba kertas kerlap kerlip bertaburan. Pak Rusdianto, Mama Rossa,Nenek Uti dan Oma Ita sudah berdiri disana.
Begitu juga Kevin dan Fanya. Fanya bergegas memeluk sahabatnya itu.
"Yaampun Zee, aku tu kangen banget sama kamu tau nggak." ucap Fanya.
"Yaampun Nya, baru aja aku tinggal tiga hari." Zee tertawa.
"Gimana Zee, berhasil nggak bikin ponakannya. ceritain dong sama aku." ledek Fanya dengan polosnya.
"Apasi Nya, malu sama orangtua." Zee berkata pelan sambil mencubit pipi sahabatnya itu.
"Aduh, iya iya maaf. yaudah Van aku pinjem Zee sebentar ya." ucap Fanya lalu mengajak Zee berbicara di tepi kolam.
"Em Vin kamu ikut aku keruang kerja ya, ada yang mau aku bicarain sama kamu." ucap Evan.
Kemudian mereka berdua memasuki ruang kerja.
Di tepi kolam.
Fanya menarik tangan Zee dan mengajaknya ngobrol santai di tepi kolam.
"Aduh Nya kamu ngapain si bawa aku kesini." protes Zee.
"Aduh Zee, ayo dong cerita ke aku. gimana malam pertama kalian? gimana unboxing nya? " tanya Fanya antusias.
"Ih kamu emang bener bener gak punya malu ya." ledek Zee.
__ADS_1
"Ye biarin aja. ya siapa tau ini bisa jadi pelajaran buat aku gitu." jawab Fanya mencari alasan.
"Pelajaran apaan coba? biologi?" tanya Zee.
"Ah kamu ma kelamaan." protes Fanya memanyunkan bibirnya.
"Kita tu gak ngapa ngapain." jawab Zee.
"Hahhhhhhh" Fanya yang duduk seketika langsung berdiri terkejut mendengar perkataan sahabatnya itu.
"Apa si nya, biasa aja dong." protes Zee.
"Wah ada yang beres nih Zee. masak kalian kesana tiga hari tiga malam, tapi si Evan gak ngapa-ngapain kamu."protes Fanya.
"ih fanya kamu jangan kenceng kenceng dong ngomongnya. Lagian aku sama Mas Evan udah bikin kesepakatan. Kalo kita gak akan lakukan itu jika kita belum saling mencintai." jawab Zee.
"Oh gitu ya, yah kecewa deh aku. Yaudah deh kalo gitu aku ke toilet bentar ya Zee. " pamit Fanya kemudian meninggalkan Zee.
Di Ruang Kerja.
Evan duduk di kursi kerjanya. kemudian Kevin mengikutinya.
"Gimana keadaan kantor, berjalan baik kan Vin." tanya Evan memulai pembicaraan.
"Begini Vin, sebentar lagi kan ada event HUT Rusdianto group. Saya mau kamu handle semuanya ya." pinta Evan.
"Siap Van. Jadi untuk kali ini kita mau mengusung tema apa?" tanya Kevin.
"kita usung tema sport aja Vin. Supaya karyawan juga gak jenuh. dan sekalian mereka bisa berolahraga." jawab Evan.
"Ide yang bagus Van, kalo gitu aku pamit buat siapin semuanya." pamit Kevin kemudian meninggalkan Evan.
Di Dapur.
Fanya baru saja keluar dari kamar mandi kemudian ia melihat Kevin sedang mengambil minuman.
saat kevin hendak meminumnya Fanya mengagetkan Kevin sehingga air minumnya mengenai jasnya.
"Aduh Vin maaf aku gak sengaja." ucap Fanya mengusap jas Kevin.
"Aduh bilang aja kamu sengaja kan?" protes Kevin melepaskan jasnya.
__ADS_1
"Kenapa si kamu tu suudhon terus sama aku. heran." ucap Fanya.
"Ya karena emang kamu tu selalu aja berkhianat. buktinya kemarin aja kamu malah berpihak sama Boy." jawab Kevin.
"Cemburu kan? iyakan?" tanya Fanya.
"Udahlah, gak jelas ngomong sama kamu." ucap Kevin kemudian pergi meninggalkan Fanya.
"Vin tunggu, Aku tu gak bermaksud kaya gitu." teriak Fanya mengikuti langkah Kevin.
Di Tepi Kolam.
Zee sedang menikmati teh sembari menunggu Fanya kembali. Kemudian Feli datang menghampiri Zee.
"ehhmmm" Feli berdehem mencuri perhatian Zee.
"Eh Feli, sini duduk." tawar Zee.
"Aku ogah ya duduk sama kamu, lagian kamu kan gak setara sama aku. Gak usah sok baik sama aku." ucap Feli.
"Kamu ngomong apa si Fel, sok baik gimana ya?" tanya Zee.
"Denger ya Zee, Kak Evan itu gak akan pernah mau sama kamu. Dia itu cinta banget sama kak Tina. dan aku yakin banget kalo kak Tina kembali. Kak Evan pasti tinggalin kamu." ledek Feli.
"Fel, kamu juga dengerin aku ya. aku dan mas Evan itu menikah karena takdir dari Allah.
dan aku akan menjaga rumah tanggaku karena pernikahan itu hal yang sakral bukan permainan. kamu anak kecil gak akan tau itu." jawab Zee tegas.
"Ohhh songong banget kamu ya." ucap Feli kemudian mendorong Zee kedalam kolam.
Zee tercebur kedalam kolam dan tenggelam. Feli tertawa puas.
"Tolong aku gak bisa renang." ucap Zee berusaha meminta pertolongan tapi Feli tidak menghiraukannya.
***********************************************
~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~
terimakasih untuk yang telah membaca 😊.
sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.
__ADS_1
jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .
jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕