Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Satu Kebohongan


__ADS_3

Malam telah berlalu , tetapi Evan tak kunjung juga datang. Zee yang merasa cemas pun akhirnya menghubungi Kevin.


"Halo Vin, kamu tau nggak Mas Evan kemana? soalnya semaleman dia gak balik ke rumah sakit." tanya Zee.


"Wah aku gak tau , masak dia belum balik dari kemarin." jawab Kevin.


"Vin aku jadi khawatir deh, aku boleh gak minta tolong sama kamu?" tanya Zee.


"Boleh, kamu pasti mau minta tolong buat cari Evan kan?" tanya Kevin.


"Iya, aku khawatir banget sama Mas Evan. Aku takut dia kenapa napa." ucap Zee.


"Yaudah, Nanti biar aku lacak nomernya ya." jawab Kevin.


"Yaudah makasih ya Vin." ucap Zee.


"Iya sama sama." Zee menutup telepon. Kevin bergegas keluar dari kamar dan pamit pada ibunya.


Kevin membuka pintu apartemennya, Fanya telah ada didepannya.


"Ngapain kamu pagi pagi kesini?" tanya Kevin.


"Aku mau ketemu sama Caca." jawab Fanya.


"Kamu itu harusnya istirahat bawel, kamu kan habis sakit." protes Kevin meletakkan tangannya di dahinya kemudian dahi Fanya untuk mengecek suhu badan Fanya.


"Ihhhhh apaan si, aku udah gak Papa kok." protes Fanya.


"Yaudah masuk aja."Kevin meninggalkan Fanya. Fanya kemudian menarik tangan Kevin.


"Eitsssss kamu mau kemana?" tanyanya.


"Aku mau cari Evan, dia itu belum juga pulang." jawab Kevin.


"Ikut" pinta Fanya tanpa melepaskan genggaman tangannya.


"Tapi janji jangan repotin aku." pinta Kevin.


"Oke, Janji deh." Fanya mendahului Kevin memasuki mobil.


"Kita mau kemana?" tanya Fanya.


"Sebentar aku coba cek dulu, dimana keberadaan Evan." Kevin melihat hpnya dan terkejut.


"Evan di apartemen Tina? ngapain dia kesana " ucap Kevin.


"What Tina mantan calon istrinya." Ucap Fanya.


"Iya, yaudah ayo kita langsung kesana." ajak Kevin kemudian mulai mengendarai mobilnya.


Di apartemen Tina


Evan terbangun dari tidurnya, ia terkejut ketika melihat sekelilingnya seperti apartemen milik Tina.


"Astaga kenapa aku bisa tidur disini?" ucapnya kemudian melihat jam di handphonenya.


"Hah aku udah semaleman disini, Zee pasti cariin aku. dia pasti khawatir."ucap Evan.

__ADS_1


Ia tersadar bahwa ia tidak mengenakan kemeja.


"Kenapa aku tidur gak pake kemeja." Evan terheran.


Tina keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat Evan.


"Beb, makasih ya tadi malam itu indah banget. aku gak akan lupain malam itu." Tina menyentuh pundak Evan.


"Apa maksud kamu, tadi malam apa? aku gak inget apa apa."Evan semakin dibuat bingung.


"Yaampun Beb, masak kamu gak inget semalam kamu itu garang banget tau, badan aku sampai pegel semua, lihat ni badan aku penuh lebam merah karena ulah kamu." Ucap Tina.


"Gak mungkin aku gak ngerasa nglakuin apapun ke kamu." ucap Evan. bagaimanapun juga ia tau batasan dengan orang yang tidak sah untuknya.


"Yaampun Evan kamu aja sampe rusak baju aku.kamu kayak macan yang menekam mangsanya tau nggak? kayak macan kelaparan kenapa? istri kamu gak berguna ya?" tanya Tina.


"Tina, jaga omongan kamu, Kenapa kamu jadi nggak sopan gitu." bentak Evan.


"Tok tok tok." suara pintu diketuk.


Tina membuka pintu dengan handuk yang melilit tubuhnya dan rambutnya yang masih basah.


"Ohhhh Hay Kevin lama kita gak ketemu." sapanya.


"Astaghfirullah, godaan apa ini." ucap Fanya menutup mata Kevin.


"Kamu kenapa si Nya, aku ini gak bisa lihat." protes Kevin.


"Oh yaampun Kevin ini pacar kamu? baru dua bulan aku tinggal kamu udah punya pacar aja. ya walaupun kecil." ledek Tina.


"Apa Evan ada disini?" tanya Kevin to the point.


"Oh Ada dia lagi pake baju tu, soalnya kita habis menghabiskan malam bersama melepas rindu." Tina berbisik.


"Puaarrrrr." Fanya yang geram menampar pipi Tina.


"Kamu jangan Ngada ada ya, dasar wanita gak punya malu. Evan itu udah punya istri dan dia nggak mungkin lakuin itu." bentak Fanya kesal.


"Kurang ajar." Tina melayangkan tangannya hendak menampar Fanya. tetapi berhasil ditangkis oleh Kevin.


"Jangan berani berani sentuh dia kalau kamu masih sayang sama nyawa kamu."Ancam Kevin.


"Yaampun Kevin walaupun ngeselin tapi sweet banget belain aku." batin Fanya.


"Gitu banget kamu jagain pacar kamu, kalau kalian gak percaya lihat aja, didalam tapi masih berantakan banget. karena Evan bener bener ganas. lihat deh badan aku sampe merah semua. Istrinya pasti gak berguna banget." ucap Tina angkuh yang membuat Fanya semakin muak.


"Dasar wanita gak punya malu," umpat Fanya mendorong tubuh Tina dan memasuki kamar dengan amarah.


dilihatnya Evan tengah mengancingkan jasnya, Evan terlihat sangat acak acakan. begitu juga dengan kamar Tina.


"Puaaaarrr" Fanya menampar Pipi Evan.


"Fanya kenapa kamu bisa ada disini?dan kenapa kamu tiba tiba tampar aku?" tanya Evan.


"Kenapa kamu bilang? kamu yang ngapain disini berdua sama dia dengan kondisi kayak gini." bentak Fanya.


"Aku gak tau apa yang terjadi sama Aku. aku gak inget apa apa Nya." jawab Evan.

__ADS_1


"Puarrrr" Fanya kembali menampar pipi Evan.


"Kamu bener bener keterlaluan, istri kamu terbaring di rumah sakit. khawatir sama kamu semaleman dan kamu malah enak enakan disini sama pelakor itu." bentak Fanya.


"Tapi aku bener bener gak inget kejadian itu Nya." ucap Evan.


"Jangan salahin aku kalau kamu harus kehilangan Zee, Aku sahabatnya gak terima sama ini semua." Ucap Fanya mulai meneteskan air matanya. baginya ini adalah sebuah penghinaan untuk Zee.


Ia berlari keluar dengan rasa marah dan kecewa.


Ia tak tahu harus berkata apa pada sahabatnya.


"Kevin, tolong kejar Fanya dan bujuk dia untuk gak bilang ini sama Zee. aku takut Zee kondisinya jadi buruk. aku mohon Vin." pinta Evan.


Kevin bergegas mengejar Fanya. ia menarik tangan Fanya .


"Nya tunggu Nya." panggil Kevin.


"Apa lagi si Vin, kamu mau belain dia?" Tanya Fanya.


"Nya, tolong kamu dengerin dulu. kamu lebih baik jangan bilang dulu sama Zee." pinta Kevin.


"Tapi aku gak tega menyembunyikan ini dari Zee Vin." ucap Fanya.


"Nya, Sekarang Zee baru aja sembuh dari kecelakaan kemarin. Kamu tega kasih dia kabar kayak gini? kamu gak kasian sama kesehatan dia? Nya lihat mata aku " ucap Kevin kemudian Fanya menatap mata Kevin dilihatnya Kevin berbicara dengan sangat yakin.


"Aku mengenal Evan sejak aku kecil, aku percaya dia gak akan lakuin itu. kita harus kasih waktu ke Evan buat buktiin itu semua." pinta Kevin.


"Oke tapi kalau sampe dia kecewakan Zee lagi , jangan salahin aku kalau aku bilang kejadian ini sama Zee, gimanapun juga aku gak bisa sembunyiin ini dari Zee." ancam Fanya.


Kevin mengusap air mata Fanya, kemudian tersenyum.


"Kalau gitu sekarang kita bawa pulang Evan aja ya, kita lupain sejenak ini semua. Demi Zee, jangan nangis lagi aku yakin ini cuma salah paham." Kevin menenangkan Fanya.


bersambung..........


Apakah malam bersama Tina itu benar benar terjadi?


promosi guys


guys yuk mampir juga ke karya baru author.


bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.


judul : Anak Genius: milikku milikmu


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕

__ADS_1


__ADS_2