Lelaki Terbaikku

Lelaki Terbaikku
Semakin Rumit


__ADS_3

"Halo Zee." suara seorang wanita dari sebrang.


"Halo ini siapa ya? Kenapa hp suami saya bisa ada di anda?" Tanya Zee.


"Masak kamu gak ngenalin aku si Zee, ya jelas dong hp suami kamu aku pegang, kan kita lagi menghabiskan waktu bersama, kayak kamu sama cowok tadi dihotel berdua." ucap Tina.


"Kamu jangan sembarangan ngomong ya, mana Mas Evan. aku mau bicara sama dia." ucap Zee.


"Aduh Zee maaf ya, tolong kamu jangan ganggu kita dulu deh. lagian Mas Evan lagi mandi. besok aja ya kamu telponnya." ucap Tina membuat Hati Zee semakin panas.


Jantungnya berdegup kencang, hawa panas menyeruap kedalam hatinya. wajah Zee benar benar merah. Air matanya berhasil keluar dari matanya yang sembab karena kesalahpahaman yang terjadi.


Zee mematikan teleponnya ia menangis di depan Ibu yang telah menolongnya. Ia sebenarnya tak mau terlihat bersedih tetapi air matanya tak mampu lagi ia bendung.


"Kamu sedang ada masalah ya Nak, kamu sabar ya. kamu boleh nginep disini kok semalam. supaya kamu tenang dulu baru pulang ya." terimakasih Bu.


"Disana ada mukena kalau kamu mau sholat, inget sama Allah selalu ya nak, semua masalah kamu pasti akan berakhir." saran ibu itu kemudian meninggalkan Zee sendiri dikamar.


"Kamu menuduh aku menyembunyikan bangkai, padahal kamu sendiri yang menyimpan bangkai itu Mas." batin Zee.


Di Rumah Evan.


Fanya datang ke rumah Evan dengan raut wajah marah, Kevin yang melihat itupun merasa heran.


"Loh Nya, kamu ngapain malam malam kesini?" tanya Kevin.


"Aku mau ketemu sama Bos kamu itu, mana dia?" tanya Fanya.


Di ruangan Kerja Evan.


"Yah teleponnya dimatiin, bagus berarti aku berhasil buat dia makin panas." ucap Tina.


"Sebelum Evan balik, aku mending hapus riwayat telepon, dengan begitu Evan bakal kira kalo Zee sama sekali gak peduli sama dia. Usaha aku buat fitnah Zee jadi semakin gampang." Ucap Tina tersenyum penuh kemenangan. ia menghapus riwayat telepon kemudian meletakkan kembali hp milik Evan.


Evan membuka pintu, ia kembali ke ruang kerjanya kemudian mengecek hpnya.


Terdengar suara ribut dari luar ruangan.


"Evan kamu udah balik." sapa Tina tetapi Evan tidak menggubrisnya.


"Sepertinya ada orang diluar, aku harus akting supaya suasana semakin panas." batin Tina.


"Aduh Van, kepalaku kok pusing ya, kayaknya mah aku kambuh deh." ucap Tina menjatuhkan diri dipangkuan Evan.


"Ceklek" Fanya membuka pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


Ia benar benar geram dengan pemandangan yang ia lihat.


"Ohhhh jadi ini kelakuan kamu dibelakang istri kamu." protes Fanya.


"Ini gak seperti yang kamu lihat. aku cuma bantuin dia karena dia mau jatuh." jawab Evan.


"Alesan. Kamu bukannya khawatir Istri kamu jam segini belum pulang, bukannya nyari malah mesra mesraan sama cewek ini." protes Fanya.


"Buat apa aku cari dia. mungkin sekarang dia juga lagi bermesraan sama selingkuhannya itu." jawab Evan.


"Puarr" Fanya menampar Pipi Evan. Evan terdiam membeku dibuatnya. beraninya Fanya menampar seorang Evan.


"Jaga mulut kamu ya, aku udah bersahabat Sam dia udah lama, dan aku berani jamin kalo dia gak mungkin selingkuh. Kenyataannya adalah kamu yang selingkuh." Umpat Fanya.


"Beraninya kamu tampar saya, dan kamu jangan sembarangan nuduh. ini gak seperti yang terlihat." protes Evan.


"Kamu bisa bilang ini gak seperti yang terlihat, tapi apa kamu berfikir seperti itu waktu kamu lihat perselingkuhan Zee? kamu pasti cuma menghakimi dia, tanpa menerima penjelasan dia iya kan." Fanya membuat Evan terdiam dan berfikir bahwa dia memang melakukan itu pada Zee.


"Terkadang apa yang terlihat itu belum tentu sebuah kebenaran kan? Kamu udah pernah janji gak akan sakitin Zee. Tapi buktinya apa? kamu cuma pengecut yang gak tau berterimakasih.


Kamu lupa? Zee baru aja keluar dari rumah sakit. dan itu karena siapa? karena kamu. Sekarang kalau dia Kenapa napa Kita gak tau. dia masih lemah dan kamu malah memberi beban buat dia." protes Fanya.


"Diemmmm keluar kamu dari sini sekarang juga." pinta Evan.


"Kevin Cepat bawa wanita ini keluar dari rumah aku sekarang juga." Titah Evan.


"Tapi Van." tolak Kevin yang merasa sungkan.


"Cepet Vin."Bentak Evan.


Kemudian Kevin menarik tangan Fanya, Fanya menghempaskan tangannya dengan kasar.


"Kenapa? Kamu mau belain Boss kamu ini? gak perlu kamu usir aku. Aku bisa pergi sendiri." ucap Fanya.


"Nya tunggu Nya. aku gak bermaksud begitu, aku gak membela siapa siapa disini." Kevin berusaha mengejar Fanya.


Fanya benar benar marah, ia bahkan nampak berbeda dari biasanya, Kevin menarik tangan Fanya kemudian membalikkan badan Fanya mengahadap tubuhnya.


"Nya kok kamu malah ikut marah sama aku si. aku gak tau apa apa disini. "Ucap Kevin.


"Udahlah Vin lepasin tangan aku. Aku mau cari Zee. "Fanya berusaha melepaskan genggaman tangan Kevin.


"Nggak, nggak akan aku lepasin. ini udah malam lebih baik aku anterin kamu pulang. biar aku aja yang cari Zee." Kevin berusaha membujuk Fanya.


"Beneran ya, kamu cari Zee?" Tanya Fanya.

__ADS_1


"Iya aku cari Zee, tapi kamu harus pulang dan jangan marah dong sama aku. kan aku gak tau apa apa." protes Kevin.


"Salah siapa kamu tadi mau usir aku." protes Fanya.


"Ya emang sebenarnya juga aku males kalo kamu teriak teriak, pengen aku usir juga." umpat Kevin.


"Oh gitu, yaudah kalo gitu. gak usah anterin aku, aku bisa pulang sendiri."Ucap Fanya.


"Baper banget si jadi cewek." umpat Kevin mengikuti langkah Fanya.


"Udah deh kamu gak usah sok peduli sama aku. kamu balik aja sama Boss kamu itu." umpat Fanya.


Kevin menarik tangan Fanya hingga Fanya terjauh di pelukannya. dengan sigap Kevin mengangkat tubuh Fanya.


"Ihhh kamu ngapain si modus banget, turunin gak." protes Fanya menepuk nepuk dada Kevin.


"Kelamaan ngladenin cewek cerewet kayak kamu. suruh naik ke mobil aja susah banget. sampe aku harus gendong paksa kamu." Protes Kevin.


"Kenapa jantung aku jadi berdebar gini ya Allah. rasanya kayak sesak nafas. gawat kalo sampe Kevin denger bisa geer dia." batin Fanya.


"Lho kok diem? tadi aja berisik banget kayak jangkrik." ledek Kevin.


"Udah diem kan, turunin aja deh Vin, aku takut tau." pinta Fanya. kemudian Kevin akhirnya menurunkan Fanya.


bersambung.........


promosi guys


guys yuk mampir juga ke karya baru author.


bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.


judul : Anak Genius: milikku milikmu


***********************************************


~ terimakasih banyak atas dukungan kalian 💕💕💕 yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~


terimakasih untuk yang telah membaca 😊.


sertakan komentar untuk inspirasi author 😉.


jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .


jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru 😁💕

__ADS_1


__ADS_2