
di hotel
Fanya berjalan mendahului langkah Kevin, mereka langsung menuju meja resepsionis.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai tersebut.
"Begini mbak, ada masalah yang perlu kita selidiki, kami mau meminta izin kepada atasan supaya diperbolehkan melihat rekaman CCTV dua hari lalu. ini urgent banget mbak." jawab Kevin.
"Baiklah mas, sebentar saya telvon dan meminta izin atasan kami terlebih dahulu." jawabnya kemudian mulai menelevon.
setelah selesai pegawai tersebut memanggil seorang temannya untuk mengantarkan Fanya dan Kevin menuju ruang CCTV .
akhirnya mereka tiba di ruangan CCTV, petugas langsung memperlihatkan rekaman yang mereka minta, hingga mereka berhasil menemukan bukti.
"Nah ini, itu Zee Vin. dia dibawa ke kamar dalam keadaan pingsan." ucap Fanya.
"Iya, ini berarti Zee mungkin dijebak seseorang." jawab Kevin.
"Bagus udah ada dua bukti, kita bisa tunjukkin ini ke Evan." Fanya meminta potongan cuplikan CCTV tersebut. setelah menemukan bukti mereka berterimakasih dan berpamitan pulang.
Fanya menuruni tangga dengan sangat cepat karena semangatnya.
"Nya, hati hati turunnya, nanti kalo jatoh aku gak tanggung jawab ya." Kevin mengingatkan.
"Ayo dong Vin, yang cepet biar semuanya cepet kelar." jawab Fanya.
tiba tiba Fanya tergelincir, beruntung Kevin langsung sigap menangkapnya dari belakang.
"tuh aku udah bilang kan? susah banget dibilangin." protes Kevin .
"Aduh kayaknya kaki aku kekilir deh." ucap Kesya yang merasa kakinya sakit dan sulit untuk berjalan.
"Emang ya, kamu itu nyusahin terus." protes Kevin lalu dengan spontan menggendong tubuh Fanya ala bridal style.
"Wooooo, ih kamu ngapain si, gendong gak bilang bilang. bikin jantungan tau nggak." protes Fanya.
"Sttttt kamu diem aja deh, sekarang kita kan harus ke kantor Evan. kalo kamu kelamaan jalan nanti gak sampe sampe."
di dapur
Bu Iis tengah memasak makanan untuk Caca, Zee pun menghampirinya.
"Ibu, boleh aku bantu?" tanya Zee.
"Jangan Nak, kamu kan masih baru keluar dari rumah sakit. istirahat aja ya nak." jawab Bu Iis.
"Aku gak papa kok Bu, aku udah sehat. lagian kalau aku malas malasan terus. bukannya sembuh malah tambah sakit" jawab Zee.
"Beneran gak papa nak? kamu kuat? itu wajah kamu pucat lho." ucap Bu Iis
"Nggak papa kok Bu, biar aku bantu ya." Zee kemudian membantu Bu Iis memasak.
"Eh ibu lupa, gerbang belum ditutup, nanti malah Caca main diluar. Ibu tutup gerbang sebentar ya nak." ucap Bu Iis kemudian meninggalkan Zee.
Tiba tiba kepala Zee kembali pusing. ia merasa sekelilingnya berputar.
"Aduh Kenapa kepala aku pusing banget." batin Zee.
karena banyak tekanan dan tubuhnya yang belum terlalu pulih, dan juga pola makannya yang tidak terjaga Zee menjadi lemah hingga dia terjatuh tidak sadarkan diri.
di kantor Evan.
__ADS_1
mobil Kevin tiba di kantor Evan, ia memarkirkan mobilnya kemudian membantu Fanya untuk keluar dari mobilnya.
Kevin telah membantu mengurut kaki Fanya yang terkilir saat didalam mobil, sehingga fanya merasa lebih baik.
βgimana? udah bisa jalan sendiri?" tanya Kevin.
"Iya udah bisa." jawab Fanya.
Kevin kemudian menggenggam tangan Fanya dan menggandengnya. hingga Fanya terkejut dengan perlakuan Kevin.
"Biar aku gandeng, supaya kamu gak jatuh lagi." Ucap Kevin.
"Yaampun ternyata dia sweet banget, jantung aku rasanya gak kekontrol." batin Fanya.
"Daripada kamu nyusahin aku lagi, kamu itu berat tau nggak, bawel lagi." umpat Kevin.
"Ih dasar ya kamu itu emang gak bisa berkata manis sedikit aja sama aku."
di ruang kerja Evan.
Kevin yang sudah biasa keluar masuk ruangan Evan langsung membuka pintu ruang kerja Evan.
dilihatnya Evan tengah melamun menatap keluar jendela.
"Van, maaf aku setengah hari ini gak ada di kantor." ucap Kevin.
Evan tersadar dari lamunannya.
"Tolong jangan ganggu aku dulu Vin," jawab Evan.
"Kita kesini gak ganggu kok, kita cuma mau membersihkan nama Zee, kita mau tujukin bukti bahwa Zee gak bersalah." ucap Fanya.
"Van coba kamu lihat video rekaman CCTV ini dulu. rekaman ini kami ambil dari restoran dan hotel saat kejadian. dan menurut kita, rekaman ini emang sesuai sama yang diceritakan Zee." ucap Kevin memberikan hp miliknya.
ia bergegas berdiri hendak mencari Zee.
"Kamu mau kemana Van?" tanya Kevin mencegah.
"Aku mau cari Zee, aku mau minta maaf sama dia." jawab Evan.
"Zee ada di rumahku." jawab Kevin.
tiba tiba hp Kevin berbunyi Kevin pun mengangkatnya.
"Halo Bu, ada apa?" tanya Kevin kepada ibu Iis yang meneleponnya.
"Ada apa Vin?" tanya Fanya.
"Apa Bu? Zee pingsan?" Kevin terkejut dengan jawaban ibunya.
"Apa? Zee pingsan. Aku harus kesana sekarang." ucap Evan berjalan mendahului Kevin dan Fanya.
di rumah kevin.
Evan segera mengetuk pintu rumah kemudian ibu Iis membukakan pintu untuknya.
"Lho nak Evan." ucap Bu Iis.
"Bu, apa Zee ada didalam? tolong bu saya mau ketemu sama dia." ucap Evan.
"Iya dia dikamar nak, ayo masuk." jawab Bu Iis.
__ADS_1
Evan melihat Zee tengah terbaring lemah diatas tempat tidur.
"Dia pingsan tapi ibu gak bisa bawa dia ke rumah sakit nak. udah ibu kasih minyak kayu putih masih belum sadar juga." jawab Bu Iis.
"Biar saya bawa dia ke rumah sakit Bu." jawab Evan kemudian menggendong tubuh istrinya itu.
"Maafin aku Zee, aku udah salah menuduh kamu Selama ini." ucap Evan merasa bersalah.
saat diluar rumah, Evan berpapasan dengan Kevin dan Fanya.
"Eh, mau kamu bawa kemana Zee? kamu lupa ya kalo kamu udah usir dia." protes Fanya.
"Aku tau aku salah, aku minta maaf. aku janji aku gak akan buat dia sakit hati lagi. tapi tolong izinin aku bertanggung jawab terhadap keadaannya." jawab Evan.
"Kalo tau kebenarannya aja baru ngomong gitu, kemarin kemarin kemana aja ha?" protes Fanya.
"Fanya udah, gimanapun juga Evan ini suami Zee, biarin aja mereka nyelesaiin masalah mereka." ucap Kevin bijak.
"Oke, tapi awas aja kalo kamu bikin Zee sakit lagi." ancam Fanya.
"Makasih ya Vin. aku akan bawa Zee kerumah sakit, dan Fanya makasih aku gak akan kecewain kamu lagi." ucap Evan.
kemudian Kevin membukakan pintu mobil untuk Zee. Evan memasukkan Zee kedalam mobilnya.
kemudian bergegas menuju rumah sakit.
Kevin dan Fanya melihat kepergian mobil Evan.
"Semoga aja dia bener bener megang omongannya ya." ucap Fanya.
"Iya, semoga aja gitu. seru juga ya seharian jadi detektif." ucap Kevin.
"Iya, kayak lagi main permainan teka teki, tapi kaki aku jadi sakit si." ucap Fanya.
"Itu si emang dasarnya kamu itu orangnya gak bisa hati hati banget. dibilangin susah banget, bawel lagi. Oh iya berat lagi." umpat Kevin.
"Ihhhhh keviiiiiinnnnnn." Fanya mencubit perut Kevin dengan keras karena geram.
"Aduh duh sakit tau, galak banget jadi cewek makannya gak ada cowok yang mau." ledek Kevin tertawa mengejek.
"Keviiiinnnnnn." Fanya berusaha mengejar Kevin dengan kakinya yang pincang.
sedangkan Kevin terus tertawa mengejeknya.
bersambung........
promosi guys
guys yuk mampir juga ke karya baru author.
bercerita tentang hamil diluar nikah, menghilang kemudian kembali dengan membawa dua anak kembar yang genius.
judul : Anak Genius: milikku milikmu
***********************************************
~ terimakasih banyak atas dukungan kalian πππ yang telah bersedia membaca . memberikan like dan komen dan juga vote . ~
terimakasih untuk yang telah membaca π.
sertakan komentar untuk inspirasi author π.
__ADS_1
jangan lupa like , dan vote agar author semangat menulis .
jangan lupa klik favorit agar tidak ketinggalan up terbaru ππ