
“Eh lu merasa ada yang aneh gak sih sama si Mala?” tanya Lion.
“Aneh kenapa?”
“Ya menurut gua aneh aja setiap pulang sekolah dia selalu nunggu sekolah sepi baru mau pulang. Apa jangan-jangan dia menghindari sesuatu?” tanya Lion.
“Gua gak tau,” sahut Azlan singkat.
Lion pun menghentikan laju motornya di depan rumahnya.
“Makasih,” ucap Azlan.
“Oh ya, besok pagi gua nebeng lagi jadi jangan kesiangan berangkatnya,” sambung Azlan sembari berlalu meninggalkan Lion.
“Lah enak banget main perintah gua, udah nebeng juga,” omel Lion.
Lion pun masuk ke dalam rumah lalu menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Langit perlahan terlihat jingga, suasana komplek di blok itu pun cukup sepi.
Tidak lama terdengar suara bel beberapa kali Lion pun membuka pintu.
Saat pintu dibuka ternyata orang yang didepan pintu adalah Bima anak dari Ana teman Anggi.
“Ini dari mama aku, katanya di suruh ngasih buat kamu,” ucapnya memberikan sesuatu.
“Wah apaan nih?” ucap Lion.
“Kue, mamaku tadi bikin,” sahutnya.
“Wah asik. Oh ya mau masuk dulu?” ucap Lion.
“Enggak, gua mau langsung pergi soalnya.”
__ADS_1
“Ya udah kalo gitu bilangin makasih ya ke tante Ana,” sahut Lion.
Bima menganggukan kepalanya sembari pergi.
Bima terlihat lebih pendiam dan tidak terlalu banyak bicara, berbanding terbalik dengan Lion yang selalu ceria dan banyak bicara.
***
Hawa dingin hingga menusuk tulang, sinar matahari tidak terlihat pagi ini karena tertutup oleh mendung.
Terdengar suara gemuruh dari hembusan angin yang kencang, terdengar pula suara dedaunan di atas pohon yang saling bergesekan karena diterpa angin cukup kencang.
Dari kejauhan terdengar suara gemuruh hujan yang berjalan perlahan memdekat. tetesan-tetesan besar air berjatuhan dari langit yang di sertai angin kencang.
“Yah hujan!” pekik Lion yang saat itu berada di garasi dan siap berangkat.
terlihat sebuah mobil berwarna merah mendekat dan berhenti di depan pagar rumahnya.
“Ngapain lu celingak-celinguk ayo cepetan masuk!” ucap Azlan.
“Lah, elu rupanya,” ucap Lion.
“Tante Lion berangkat ya,” teriak Lion di depan pintu.
Lion berlari dan masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Azlan.
“Lu katanya mau nebeng gua,” ucap Lion.
“Ya masa gua hujan-hujanan sama lu udah kaya film India aja,” sahut Azlan.
“Hahaha iya juga sih,” ucap Lion.
Mereka pun sampai di sekolah, namun hujan semakin deras dan lokasi parkir mobil berada di luar gerbang sekolah.
__ADS_1
“Ini kita masuknya giman?” tanya Lion.
“Gua ada payung,” sahutnya.
“Mana?”
“Ada di bagasi belakang, lu tunggu di sini biar gua yang ambil,” ucap Azlan.
Azlan berlari ke belakang mobil untuk mengambil payung lalu membuka pintu mobil yang ada di sebelahnya.
“Ayo cepetan!” uucapnya.
“Cuma satu?”
“Ya gimana, ini juga gua baru ingat kalau ada payung.”
Lion pun keluar mobil lalu menutup pintu.
Mereka berjalan beriringan dengan satu payung di temani hujan deras.
“Kita satu payu begini udah kaya di drama yang tante gua sering tonton tau gak,” ucap Lion terkekeh tertawa.
“Yah kaos kaki gua basah, pasti bau nanti nih!” eluh Lion.
“Ya tinggal lu lepas aja,” sahut Azlan.
Mereka berjalan hingga sampai di depan sebuah kelas. Beberapa siswa terdengar bersorak karena melihat Lion dan Azlan berjalan dengan satu payung.
Hingga mereka naik ke kelas yang ada di lantai dua.
Saat masuk kelas hanya ada beberapa murid yang datang, bahkan Mala pun belum datang.
Waktu terus berjalan, satu persatu murid mulai berdatangan hingga bel sekolah berbunyi namun Mala tak kunjung datang.
__ADS_1