
“Eh kalian tahu gak katanya si Mega di keluarin dari sekolah,” ucap Rima yang tiba-tiba saja ikut Lion dan yang lainnya ke kantin.
“Di keluarin?” ucap Lion terkejut.
“Pantas aja dia dapetin itu, dia udah bikin my princess malu,” ucap Candra.
Mendengar ucapan Candra Rima seketika terbelalak, Candra yang ia kenal selama ini yang kerjanya hanya tidur di jam pelajaran ternyata juga bisa sebucin ini.
“Sekarang gua percaya dengan apa yang di katakan Lion, kalau sebenarnya Candra beneran bucin sama Mala,” ucap Rima.
“Oh iya, pulang sekolah gua mau jenguk Mala. Lu berdua ikut gak?” tanya Lion.
“Ya udah kita ke sana bareng,” sahut Azlan.
“Gua boleh ikutan gak?” tanya Rima.
“Ya udah ikut aja,” sahut Lion.
“Ya udah kalo gitu gua nebeng lu ya Lion.”
Mereka pun menyantap makanan di kantin sambil banyak bercerita.
Awalnya Lion mengira jika Rima adalah siswi pendiam seperti Mala ternyata tidak walau pun tampilannya di luar seperti kutu buku, namun aslinya dia suka bergosip.
Saat mereka asyik bercanda tiba-tiba seseorang menendang kursi yang tengah di duduki Rima.
“Apaan nih!” pekik Rima.
__ADS_1
Saat menoleh ke belakang rupanya Desi dan Sandra berada di belakangnya.
“Oh elu,” ucap Rima dengan santai.
“Eh kutu buku ngapain lu gabung sama Azlan? Dan lu juga anak baru perasaan gua udah bilang deh sama lu tentang hal ini,” ucap Desi tanpa tahu malu.
“Ya terserah gua lah kenapa lu yang ngatur, emang lu siapa? Emak gua bukan ngatut-ngatur gua lu!” sahut Rima sambil berdiri mendekat ke arah Desi.
“Eh Sandra! Bilangin tuh sama temen lu yang mulutnya kaya virus corona ini. Jangan macam-macam sama gua kalau gak mau menyesal nantinya ngerti lu!” bentak Rima.
“Des ayo balik!” ucap Sandra.
“Kenapa sih lu takut sama si kutu buku cupu ini?” ucap Desi.
“Desi cukup! Ayo kita balik!” bentak Sandra.
“Lu kok bentak gua sih Sandra?”
Sambil menghentakkan kaki Desi pergi meninggalkan mereka berempat.
“Wah keren lu,” ucap Lion sambil bertepuk tangan.
“Eh tapi ngomong-ngomong hubungan lu sama Sandra apaan? Dia kaya takut sama lu,” tanya Candra.
“Adalah pokoknya,” sahut Rima sambil tersenyum.
Usai makan di kantin mereka pun bergegas masuk ke dalam kelas karena saat di kantin bel telah berbunyi.
__ADS_1
Pelajaran pun di lanjutkan, Mereka semua fokus dalam pelajaran hingga sampai pada jam terakhir mereka berempat berkumpul di parkiran motor.
“Ayo naik Rima,” ucap Lion.
“Oke,” sahutnya sembari naik ke atas motor.
Lion pun menarik gas motornya dan melaju menuju rumah sakit.
“Mala,” ucap Rima yang pertama masuk ke ruangan Mala.
“Rima, kamu ke sini?” ucap Mala.
“Ya iya lah, kalau bukan Lion yang kasih tahu gua gak bakalan tahu kalau lu masuk rumah sakit,” ucap Rima.
“Lu sakit apaan?” tanya Rima.
“Emm ... itu-“
“Mala demam terus dia jatuh di kamar mandi untung pagi itu aku ke rumahnya dan anehnya lagi kenapa di rumahnya gak ada orang,” ucap Lion yang paham jika Mala tidak ingin Rima tahu kalau dia mencoba bunuh diri.
“Ya pasti gak ada lah mereka kan cuma jagain Mala doang. Mala sendirian di rumah jelek itu,” ucap Rima.
“Rima!” ucap Mala sambil menyenyitkan alisnya.
“Sial mulut gua! Gua kelepasan Mala maaf,” ucapnya sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
“Ini maksudnya gimana? Berarti bapak-bapak yang gua temuin siapa?” tanya Candra.
__ADS_1
Mala hanya diam dan menunduk, sementara Rima bingung karena ia kelepasan bicara tentang Mala.
‘Sebenarnya apa yang Mala sembunyikan? Banyak sekali rahasia Mala yang bikin gua terkejut,’ batin Lion.