Liona Penakluk Hati Tuan Es

Liona Penakluk Hati Tuan Es
Ajakan Makan Malam


__ADS_3

“Kamu minggu ini ada acara?” tanya Bima pada Lion.


“Gak ada sih kak, gua free minggu ini. Kenapa emang?” tanya Lion.


“Gak apa-apa. Aku boleh pinjam ponsel kamu?” tanya Bima.


“Boleh-boleh aja,” sahut Lion sambil memberikan ponselnya kepada Bima.


“Mau ngapain lu?” ucap Azlan.


“Bukan urusanmu,” sahut Bima.


“Ya jelas lah urusan gua, Lion kan temen gua,”


Bima tidak menanggapi ucapan Azlan, Bima sibuk mengetik nomor di ponsel Lion dan menghubungi nomor tersebut.


Tidak lama terdengar suara ponsel berdering, rupanya nomor yang Bima masukkan adalah nomor ponselnya. Dengan cepat Bima menyimpan nomor ponsel milik Lion tersebut dan menyimpan nomornya di ponsel Lion.


“Ini sudah selesai, kalau gitu aku pulang dulu,” ucap Bima.


Seketika Lion kebingungan dengan sikap Bima, Bima pun pergi begitu saja setelah mendapatkan nomor ponsel dari Lion.


“Lion kalau dia hubungin lu jangan di gubris soalnya dia itu aneh,” ucap Azlan.


“Aneh gimana maksudnya?” 


“Ya aneh. Ya udah gua pulang dulu,” ucap Azlan.


Azlan pun berlalu pergi dari rumah itu dan bergegas masuk ke dalam rumahnya menyusul Bima.


Di rumahnya, Azlan kembali menghampiri Bima yang tengah berjalan menuju kamarnya.


“Bima lu mau ngapain sih sebenarnya?” tanya Azlan.


“Mau mandi lah kenapa?”


“Bukan itu maksud gua! Lu kenapa tiba-tiba minta nomornya Lion?” tanya Azlan.


“Itu bukan urusan kamu,” ucap Bima sembari membuka pintu kamarnya lalu menutup pintunya meninggalkan Azlan yang tengah menunggu jawaban dari pertanyaanya.


“Bima! Ingat ya gua gak akan biarin lu deketin Lion!” teriak Azlan dari luar kamar.


Azlan pun emosi dan menendang pintu kamar yang berukuran besar itu lalu pergi masuk ke dalam kamarnya.


Sementara itu Lion masih tidak habis pikir dengan cara Bima meminta nomor ponselnya tersebut.


‘Bisa-bisanya gua kasih begitu aja!’ Lion bermonolog.


Tidak lama ponsel milik Lion bergetar sebuah notifikasi chat masuk ke nomor Lion, ia pun membuka chat tersebut.


“Besok malam jam 7.”


‘Apaan sih ni orang gak jelas banget,’ Lion bermonolog.


Rupanya chat itu dari Bima, Lion pun lantas malas chat tersebut.


“Apaan ini kak? Gua gak paham,” balas Lion.


Cukup lama Lion menunggu balasan dari Bima namun tak kunjung dibalas.


‘Di read doang chat gua!’ Lion bermonolog dengan kesal.


Hingga pukul 11 malam chat Lion baru dibalas oleh Bima.


“Temenin aku makan,” balas Bima singkat.


“Maksudnya kakak ngajak gua dinner?” balas Lion lagi.

__ADS_1


“Enggak temenin aku makan aja.”


‘Hah? Maksud dia gimana sih? Ah tau deh pusing gua aneh banget ini orang!’ Lion bermonolog.


Lion pun tidak membalas chat dari Bima, ia hanya membaca tanpa membalas karena sudah larut malam.


Sementara itu Bima yang masih terjaga duduk di meja kerjanya tanpa henti menatap layar ponselnya dan menunggu balasan dari Lion.


Hingga pukul 01:00 Bima masih terus memeriksa ponselnya.


‘Kenapa dia gak balas?’ batin Bima.


Hingga pagi hari, saat Lion bangun dan memeriksa chat yang ada di ponselnya ia terkejut karena Bima terus mengirimnya chat setiap satu jam.


“Kenapa kamu diam?” tulis Bima di chat.


“Apa kamu marah?”


“Liona?”


Dengan cepat Lion pun membalas chat itu.


“Sorry kak gua udah tidur tadi malam,” balas Lion.


Hanya dalam beberapa detik Bima langsung membalas chat dari Lion.


‘Buset gercep banget balasnya,’ Lion bermonolog


“Ya sudah, aku kira kamu marah,” balas Bima.


‘Ya udah kak gua mau melanjutkan tidur gua mumpung hari libur,’ balas Lion.


Lion kembali membaringkan tubuhnya di kasur dan menaikkan menurunkan temperatur AC di kamarnya.


Hingga pukul 10 Lion baru bangun dari tidurnya, ia bangkit dari kasur dengan nyawa yang masih belum terkumpul sepenuhnya.


Bahkan Lion beberapa kali menguap dan meregangkan tubuhnya tidak sampai di situ Lion bahkan menggaruk-garuk punggung serta perutnya.


Beberapa saat kemudian seorang wanita paruh baya muncul membawa segelas minuman.


“Nak Liona sudah bangun,” ucapnya.


“Hah? Mbak siapa?” tanya Lion sembari menyipitkan matanya.


“Saya Narti pembatunya ibu Anggi,” sahutnya.


“Ooh ... Mbak Narti. Mbak Narti tau aja kalau Lion lagi haus,” ucap Lion seraya berdiri mengambil gelas dari bali yang di pegang oleh mbak Narti itu.


Tanpa basa-basi Lion meminumnya hingga tersisa setengah.


“Aahh seger banget,” ucap Lion.


“A-anu Nak Liona itu minuman buat tamu.”


Mendengar ucapan itu Lion langsung tersadar dan menoleh ke arah samping kanannya.


“Hah Bima! Ngapain lu di sini!” pekik Lion yang begitu terkejut.


Terlihat Bima tersenyum ke arahnya, “Kamu sudah bangun,” ucap Bima.


Lion langsung berbalik dan berlari naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya.


‘Aaaaa! Anjir! Malu banget gua!’ Lion bermonolog.


Seketika itu Lion bercermin dan berapa malunya Lion, ia keluar dengan penampilan acak-acakannya itu.


Dengan cepat Lion berlari mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Lion pun kembali turun ke bawah.

__ADS_1


“Nah itu dia orangnya,” ucap Anggi.


“Pagi tanteku yang cantik,” ucap Lion.


“Pagi apanya, ini sudah siang Liona. Oh iya nih si Bima mau ngasih sesuatu katanya,” ucap Anggi.


“Ngasih apaan tan?”


“Ini, semoga kamu suka.”


Bima memberikan sebuah tas jinjing di dalamnya berisi beberapa barang.


“Apaan nih?” tanya Lion.


“Kalau begitu saya pulang dulu ya Tante Anggi,” ucap Bima.


“Loh kok sebentar banget,” ucap Anggi.


“Saya mau ke kantor dulu, Liona nanti jam tujuh malam ya,” ucapnya.


“Hah? Oh iya oke,” sahut Lion yang pikirannya sedikit terakihkan.


Bima pun pergi, saat itu Lion langsung membongkar isi dari tas jinjing dengan brand ternama itu.


“Dress? Highels?” 


Lion sedikit bingung maksud pemberian dari Bima tersebut.


“Aduh keponakan tante ini baru dua bulan di sini udah di taksir orang aja,” ucapnya.


“Apaan sih Tan,” sahut Lion.


“Di pakai nanti, ingat jam 7 malam. Tante mau pergi dulu ya bye keponakan tante yang cantik,” ucap Anggi yang berjalan menuju pintu.


Lion pun pergi ke kamarnya dan mencoba dress yang di berikan oleh Bima tadi.


Dress polos berwarna hitam dengan belahan tinggi di bagian kaki itu membuat kaki jenjang Lion menjadi sangat terlihat.


Saat mengenakan dress dan highels berwarna senada itu membuat tampilan Lion menjadi elegan dan berkelas. Sebelumnya Lion tidak pernah mengenakan pakaian seperti itu.


‘Sebenarnya dia mau makan di mana sih, pakai acara nyuruh gua pakai baju terbuka kaya gini,’ Lion bermonolog.


Lion pun iseng mengambil foto saat di depan cermin dan memposting di media sosialnya.


Baru beberapa menit Lion memposting fotonya sudah banyak komentar serta like yang di berikan, rata-rata komentar itu dari teman-teman sekelas di sekolah lamanya.


“Anjir mau kemana lu Lion?” tulis teman Lion Gina di komentar foto Lion.


“Eh lu cakep juga di begituin,” tulis temannya yang lain.


“Preman sekolah tiba-tiba jadi prinses.”


Rupanya postingan itu di tanggapi positif oleh teman-teman sekolahnya yang dulu. 


Lion pun membalas satu persatu komentar itu dan mengatakan jika dress itu di berikan oleh seseorang.


Komentar di postingannya semakin ramai banyak yang memuji jika Lion cocok mengenakan dress tersebut.


Hingga muncul satu komentar dari akun yang tidak Lion kenal, bahkan akun itu baru saja mengikuti akun media sosialnya.


“Sangat cocok,” komentar akun itu.


“Terima kasih,” balas Lion dengan menambahkan emoji senyum.


Sejenak Lion tiba-tiba memikirkan sesuatu.


‘Kok dia tau ukuran baju dan sepatu gua?’ batin Lion.

__ADS_1


‘Apa jangan-jangan dia nyolong sendal gua? Tapi buat apaan juga,’ Lion bermonolog.


__ADS_2