Liona Penakluk Hati Tuan Es

Liona Penakluk Hati Tuan Es
Lion jadi Viral


__ADS_3

Lion berangkat ke sekolah seperti biasa, di depan pintu pagar sudah ada mobil Bima menunggunya seperti biasa.


Saat itu Daren dan Juan mengantar Lion ke depan pintu, Daren melihat sebuah mobil dengan mesin masih menyala berada didepan pintu pagar.


Saat itu Daren juga melihat Lion malah mengeluarkan motor matik dari garasinya.


“Loh, itu bukannya jemputan buat lu, kenapa lu malah ngeluarin motor?” ucap Daren.


“Gak. Gak mau gue bareng sama dia,” sahut Lion.


“Daren, itu mobil siapa? Apa pacar Liona?” tanya Juan dengan polos.


“Entahlah gue juga gak tahu,” sahut Daren.


Lion menyalakan mesin motornya dan menuju pintu pagar yang sedari tadi sudah terbuka.


Karena mobil Bima menghalangi jalannya, Lion pun menyalakan klaksonnya berkali-kali.


“Minggir gue mau lewat!” ucap Lion cukup kencang.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang memanggil namanya.


“Lion tungguin! Gue nebeng lu!” ucap Azlan yang keluar dari pagar rumahnya sembari memakai helm.


Mengetahui hal itu Bima pun keluar dari mobil, “Liona aku mohon dengarkan penjelasanku dulu,” ucap Bima yang menahan tangan Lion.


“Apaan sih! Gue mau berangkat lepasin!” ucap Lion menepis pegangan dari Bima.


“Eh lu ngapain, gak lihat Lion gak bisa lewat!” ucap Azlan.


“Lu bukannya bawa mobil, kenapa nebeng gue?” ucap Lion.


“Mobil gue lagi di bengkel,” sahut Azlan.


“Bima lu mundurin mobil lu dong, gimana kita mau berangkat kalau mobil lu ngalangin jalan!” tegur Azlan.


“Ngapain lu datengin adik gue?” ucap Daren yang melihat Bima berada di depan matanya.


“Daren, lama gak ketemu,” ucap Bima.


Tiba-tiba Lion turun dari motornya dan melepas helm yang ia kenakan. 


Matanya menatap tajam ke arah Bima, seakan emosinya tak tertahan Lion melempar helmnya itu ke kaca depan mobil Bima dengan cukup keras.


Seketika kaca mobil itu retak dan terdapat sedikit baret di bagian kap mobil.


“Lu minggir! Sebelum lu yang gue lempar!” ucap Lion.


Bima cukup terkejut dengan aksi Lion itu, ia tidak menyangka jika Lion akan melakukan hal tersebut. 

__ADS_1


Tanpa berkata apa pun Bima menunduk dan berbalik badan menuju pintu mobilnya.


Akhirnya Bima mau memindahkan mobilnya, sementara itu Lion mengambil kembali helm yang tergeletak di tanah lalu memasangnya lagi.


“Azlan lu yang bonceng gue ya,” pinta Lion.


“Ya udah, gue ngebut ya soalnya 10 menit lagi pintu gerbang sekolah di tutup,” ucap Azla.


“Daren gue berangkat ya. Oh ya nanti lu ambil duit di tabungan gue terus kasih ke Bima buat ganti rugi kaca mobilnya,” pinta Lion.


“Masalah itu gak perlu lu pikirin, sekarang lu berangkat aja,” sahut Daren.


Azlan pun memacu motor matik itu dengan kecepatan tinggi, hingga mereka dapat masuk ke sekolah tepat waktu.


 Saat di sekolah, Lion terheran karena ada banyak para murid menatapnya sambil berbisik.


‘Ini mereka kenapa sih? Apa ada yang aneh di muka gue?’ batin Lion.


Baru saja Lion masuk ke dalam kelas, Candra langsung berteriak memanggilnya.


“Lion! Cepetan sini!” panggil Candra.


“Ada apaan sih lu pagi-pagi udah heboh aja,” ucap Lion.


“Lion lu viral di sosmed,” ucap Candra.


“Viral apanya, gue bukan artis,” sahut Lion.


Candra memperlihatkan video amatir yang dibagikan oleh banyak orang, dalam video itu terlihat adegan pemukulan Viola terhadap Lion.


“Gila! Siapa yang rekam ini?” pekik Lion.


“Lion kamu gak apa-apa kan? Soalnya dia nampar kamu keras banget,” ucap Mala sedikit khawatir.


“Gue gak apa-apa Mala, tapi yang bikin gue kenapa-kenapa bukan tamparannya tapi videonya,” ucap Lion.


“Lah kenapa? Biarin aja biat itu cewek norak  malu,” sahut Candra.


“Lion muka lu gak kenapa-kenapa kan?” tanya Azlan sambil menyentuh pipi Lion.


“Udah gue gak apa-apa Azlan.”


‘Semoga aja Daren gak lihat ini. Tapi gak mungkin juga, dia kan gak suka sosmed,’ batin Lion.


Tidak lama bu Sarah masuk ke dalam kelas, hari ini adalah jadwal pelajaran dari bu Sarah.


Saat masuk dan duduk di kursinya ibu Sarah menatap ke arah Lion beberapa detik lalu kemudian membuka buku yang ia bawa.


Pelajaran pun dimulai, Lion dan yang lainnya fokus mendengarkan penjelasan dari ibu Sarah.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di kediaman Anggi.


Daren tengah duduk santai sambil bermain game, sedangkan Juan tengah asyik menonton video-video yang ada di ponselnya. 


Juan menggulir layar ponselnya terus-terusan karena tidak ada yang menarik baginya hingga jarinya berhenti menggulir layar karena melihat sebuah video.


“Daren ... Daren. Aku lihat Lion di video,” ucap Juan.


“Video apaan? Joget-joget?” tanya Daren sambil jarinya terus bermain di layar ponselnya.


“Bukan!” sahutnya.


“Daren, kenapa Lion di tampar?” sambung Juan.


Mendengar hal itu Daren langsung menghentikan gamenya dan merebut ponsel Juan.


“Iih Daren aku belum seelsai nontonnya!” rengek Juan.


“Pinjam bentar aja,” sahut Daren.


Daren pun memutar ulang video itu, dan dengan cepat ia mendownload video tersebut lamu mengirimnya ke ponselnya.


Saat video itu terkirim, Daren mengirim video itu lagi ke seseorang, kemudian Daren juga mengirim chat kepada orang itu.


“Cari tahu siapa wanita yang nampar adik gue secepatnya!” tulis Daren dalam chat tersebut.


Wajah Daren terlihat memerah, ia kemudian mengembalikan lagi ponsel jJuan yang ia rebut.


“Juan, nanti lu jangan bilang ke papa tentang video ini ya,” pinta Daren dengan lembut.


“Kenapa? Aku aja kalau di pukul bilang ke papa kok,” sahut Juan.


“Itu beda masalahnya, gini deh gue bakalan traktir lu apa aja yang lu mau, tapi dengan satu syarat. Jangan bilang ke papa ya tentang video ini,” ucap Daren berusaha membujuk adik bungsunya itu.


“Beneran, jangan bohong ya.”


“Iya gue gak bakalan ingkar janji,” sahut Daren.


“Oke, kalau gitu ayo kita pergi.”


“Lah kemana?”


“Beli maian lah, kan Daren sudah janji,” ucap Juan sambil berdiri.


Daren pun mengambil kunci mobil dan membawa Juan ke mall untuk membeli mainan yang Juan inginkan.


Bukan hanya Daren yang marah, rupanya Bima yang sudah mengetahui viralnya video itu pun juga sangat marah Bima memerintahkan sekretarisnya untuk mencari tahu siapa penyebar video tersebut.


Karena ia tidak suka jika nama baiknya tercoreng, dan menjadi bahan gosip para karyawannya di tambah lagi dalam video itu ada adegan Lion tengah mencengkeram kerah bajunya lalu mendorongnya.

__ADS_1


Hal itu akan membuat citranya menjadi buruk bahkan bisa saja julukan Tuan Es itu berubah menjadi laki-laki playboy akibat viralnya video itu.


Bahkan Bima sempat membaca beberapa komentar yang salut dengan sikap Lion yang berani dan tidak merengek minta penjelasan kepada Bima.


__ADS_2