Liona Penakluk Hati Tuan Es

Liona Penakluk Hati Tuan Es
Tamparan Viola


__ADS_3

“Si Bima sama siapa?” ucap Viola yang melihat Bima tengah berjalan santai di dalam mall bermasa Lion.


Viola pun langsung menghampiri Lion dan juga Bima, tanpa basa-basi Viola menampar wajah Lion.


Plak!


Seketika mereka bertiga menjadi pusat perhatian banyak orang di mall itu.


“Anak ingusan gak tahu diri, gak malu apa jalan sama calon suami orang!” ucap Viola dengan sangat keras.


“Viola! Apa yang kamu lakukan!” bentak Bima.


“Bima! Kita sebentar lagi bakalan bertunangan. Kenapa kamu malah jalan sama cewek lain sih!”


Hal itu membuat Lion sangat marah kepada Bima, dengan wajah memerah Lion menggenggam kuat kuat kerah baju Bima dan menarik Bima ke arahnya.


Aura wanita tangguh itu pun keluar, Lion menyenyitkan alisnya.


“Lu jangan pernah lagi muncul di hadapan gue ngerti lu Bima!” ucap Lion.


Lion pun mendorong Bima dan pergi begitu saja, sementara itu Bima berusaha mengejar Lion. Namun tatapan amarah dari Lion itu menghentikan langkahnya.


“Viola! Aku tegaskan sekali lagi aku tidak akan menikah dengan kamu! Kamu hanya akan menjadi benalu dalam kehidupanku!” ucap Bima.


“Apa maksud kamu Bima! Kita kan sudah sepakat,” ucap Viola.

__ADS_1


Bima tersenyum sinis, “Apa aku pernah bilang ingin menikahimu? Bahkan kamu lah yang terlalu berhalusinasi ingin menikah denganku,” sahut Bima meninggalkan Viola pergi.


“Bima! Bima!” teriak Viola memanggil Bima.


Bima berlari mencari keberadaan Lion, sementara itu Lion memesan ojek online lewat ponselnya dan pulang ke rumahnya.


Saat berada di rumah, Lion langsung masuk ke dalam kamar dan mengurung diri di kamar.


Ponsel Lion terus berdering, ada banyak chat serta panggilan tidak terjawab dari Bima.


“Harusnya gue acak-acak aja tadi itu orang!” ucap Lion kesal.


Rasa tamparan yang ada di pipinya itu masih terasa, Viola menamparnya cukup keras hingga membuat bekas kemerahan di pipi Lion.


Di saat yang bersamaan, terdengar suara gaduh seseorang menaggil-manggil namanya.


Suara itu begitu familiar, Lion pun bergegas bangkit dari kasurnya dan turun ke bawah.


“Daren, Juan! Kapan kalian datang,” ucap Lion dengan wajah semringah.


“Kak Lion!” ucap Juan adik Lion yang langsung memeluk Lion.


“Juan, gue kangen banget sama lu,” ucap Lion.


Mereka berdua melepas rindu setelah satu tahun tidak bertemu.

__ADS_1


“Tante Anggi mana?” tanya Daren.


“Biasa, lagi sibuk sama bisnisnya,” sahut Lion.


Tidak lama Mbak Narti pun muncul dan menyapa Daren serta Juan.


Selamat sore, saya Narti pembantu di sini. Kalau ada apa-apa bisa panggil saya,” ucapnya.


“Saya Daren kakaknya Lion dan ini Juan adik kami,” sahut Daren.


“Mari saya antar ke kamarnya, kebetulan kamar tamu sudah saya siapka ,” ucap mbak Narti .


Daren dan Juan pun menggiring koper mereka naik ke lantai dua dan menuju sebuah kamar yang sebelumnya di siapkan oleh Anggi.


Saat mereka asyik berbincang mata Daren terfokus pada pipi sebelah kanan Lion yang cukup memerah.


“Muka lu kenapa?” tanya Daren.


“Oh ini, tadi di pipi gue ada nyamuk terus gue mukulnya kekencengan jadi begini deh,” ucap Lion dengan alasan seadanya.


Daren merasa tidak percaya dengan apa yang Lion katakan, karena Daren sangat paham tentang hal itu.


“Lu baik-baik aja?” tanya Daren lagi.


“Ya gue baik-baik aja, gak ada yang perlu lu khawatirkan,” sahut Lion.

__ADS_1


sementara itu, rupanya ada beberapa orang yang sempat merekam momen pemukulan Viola terhadap Lion.


Beberapa dari mereka pun mengunggahnya ke media sosial dengan berbagai macam caption hingga menjadi sebuah berita hangat di beberapa media sosial.


__ADS_2