
“Kamu jangan macam-macam,” ucap Bima.
“Harusnya gue yang bilang begitu, lagian yang kenal duluan sama Lion kan gue,” ucap Azala.
“Siapa bilang, aku sudah kenal Liona sejak lama,” ucap Bima sembari tersenyum pada Lion.
Tiba-tiba Lion teringat dengan ucaapan Daren waktu pertama kali ia menunjukkan wajah Bima kepada Darem saat di dalam mobil.
“Bentar, lu sama Daren saling kenal?” tanya Liona.
“Lebih dari itu,” sahut Bima.
“Nanti juga kamu akan tahu Liona,” sambung Bima.
“Aah ... udah gue pusing! Mending kita makan aja nih semua udah di meja,” ucap Lion.
Mereka pun menyantap makanan yang di pesan, dan lagi-lagi Bima serta Azlan membuat Lion bingung.
“Liona, coba ini aku pesanin khusus buat kamu,” ucap Bima memberikan kepiting yang sudah ia pesan khusus untuk Lion.
“Jangan, itu pasti ada jampe-jampenya. Nih makan yang gue pesan aja,” Azlan mendorong piring berisi kepiting itu dan memberikan Lion makanan yang ada di tangannya.
“Udah sini gue makan semua, cepetan kasih ke gue!” ucap Lion.
Bima pun tersenyum, dan memberikan makanan yang ia pesan.
Lion pun membagikan makanan tersebut kepada Mala.
“Mala kita bagi dua ya,” ucap Lion.
“Jangan! Inikan buat kamu,” sahut Mala yang mengembalikan makanan itu kepada Lion.
“Udah gak apa-apa, aku tahu kalau Liona gak mungkin bisa makan sebanyak itu,” sahut Bima.
Mereka menyantap makanan tersebut dengan penuh keseruan, kecuali Rima yang sedari tadi diam tanpa kata dan terus menatap ke arah Lion.
__ADS_1
Usai makan mereka pun di antar satu persatu ke rumah masing-masing.
Saat sampai di rumah, Lion langsung masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian.
Tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari ponselnya, dan itu ternyata chat pribadi dari Candra.
“Lion udah di rumah lu?” tulis Candra dalam chat.
“Udah setengah jam yang lalu, kenapa Can?” balas Lion.
“Gak, gue mau tanya kok tiba-tiba si Rima di invite sama Mala ke grub kita sih?” tanya Candra.
“Sebelumnya Mala udah bilang ke gue, katanya si Rima itu pengen gabung di grub chat kita. Gara-gara dia kemarin pinjam ponsel Mala dan lihat kita bikin grub chat,” balas Lion.
Tidak lama Lion menerima chat dari Mala.
“Lion gimana ini, Rima memaksa aku buat minta nomor Bima ke Azlan,” tulis Mala.
“Kalau gue sih oke oke aja Mala, tapi lu tahu sendiri kan si Bima orangnya kaya gimana. Apa lagi dia bukan orang sembarangan.”
“Besok pasti dia nyamperin Azlan buat minta nomor Bima, kita lihat aja,” sambung Lion.
“Udah lu bilang aja Azlan gak balas chat lu.”
“Ya udah kalau gitu.”
Chat Lion dan Mala pun terputus, Lion juga tidak membalas chat dari Candra lagi karena ia tahu Candra pasti ingin bergosip tentang Rima.
Malam semakim larut, jam sudah menunjukkan pukul 23:20 malam tapi Lion belum tidur, ia masih asik menonton video di ponselnya.
Hingga sebuah panggilan masuk ke ponselnya dan Lion pun mengangkatnya.
“Halo,” ucap Lion dalam telepon.
“Kamu belum tidur?”
__ADS_1
“Belum, lagi nonton video. Tumben lu malam-malam begini nelpon gue,” ucap Lion.
“Gak apa-apa, aku Cuma gak bisa tidur dan butuh teman ngobrol.”
“Kan Azlan ada.”
“Bukannya ngobrol yang ada aku sama dia malah berdebat,” sahut Bima.
“Hahaha, lakian itu kaya kucing sama tikus. Gak pernah akur,” sahut Lion.
“Bagaimana?” ucap Bima tiba-tiba.
“Bagaimana apanya?”
“Bagaimana kalau aku serius sama kamu,” ucap Bima.
Tiba-tiba Lion terdiam sejenak.
“lu kalau bercanda jangan gini dong, lu tahu gue ini gak pernah pacaran tapi jangan gini juga dong,” ucap Lion dengan nada kesal.
Di sisi lain Bima yang tengah duduk di sofa kamarnya terlihat sedikit gugup, namun sangat senang dengan pernyataan Lion yang baru ia dengar.
“Jadi aku yang pertama? Kamu serius?” ucap Bima yang langsung berdiri dari duduknya.
“Iya lu yang pertama.”
“Eh ... gak! Apaan lu jebak gue ya! Udah gue mau tidur!” ucap Lion yang baru sadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan.
Bima pun tertawa senang, untuk pertama kalinya ada wanita yang membuat jantungnya berdebar kencang, Bima yang di kenal dingin serta cuek dengan semua wanita kini luluh dengan seorang gadis SMA.
Bahkan Bima begitu perhatian dan bersikap sangat baik kepada Lion.
Bima pun mengirim chat kepada Lion.
“Good night Liona, besok aku antar ke sekolah,” tulis Bima dengan menambahkan emoji hati di akhir chatnya.
__ADS_1
Ting! Chat Bima masuk ke nomor ponsel Lion, Lion pun langsung membacanya seketika Lion menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil berteriak kecil.
“Aaaaa ... kenapa gue bilang gitu tadi! Aduh malu banget!” ucap Lion sambil mengentak-entakkan kakinya di kasur.