
“Sorry gue gak bisa angkat telpon lu, soalnya gue.lagi di rumah sakit,” ucap Lion di telepon.
“Iya aku mengerti, lalu bagaimana keadaan teman kamu itu?”
“Mala sekarang mulai membaik, tapi hari ini ada hal yang bikin gua dan yang lainnya sedikit terkejut.”
“Apa itu? Masalah video?”
“Bukan. Tapi hal ini menurut gue lebih serius, Mala sepertinya menyimpan banyak rahasia tapi ya sudah lah gue nunggu dia cerita sendiri ke gua,” sahut Lion.
“Lalu kamu sekarang dimana? Mau aku jemput?”
“Gua udah di rumah.”
Seketika Bima bangkit dari tidurnya dibatas sofa dan berdiri.
“Ya sudah kalau begitu, kita makan malam gimana?” pinta Bima.
“Bos!” pekik Mario yang menunjuk ponsel dengan tulisan nama Jatmiko di dalamnya.
Bima melambaikan tangannya dan keluar dari ruangan sekretarisnya itu.
“Bos! Bos!” teriak Mario.
Seketika Mario menepuk jidatnya hingga membuat kulit putihnya itu memerah.
__ADS_1
Tidak lama Bima kembali membuka pintu, “Hubungi Jatmiko, dan buat janji makan malam hari ini.”
“Sudah dari tadi siang Bos,” sahut Mario.
Bima pun berjalan menuju pintu lift untuk langsung turun ke basemen, saat sudah berada di basemen Bima langsung bergegas masuk ke dalam mobil.
Sementara itu Liona tengah bersiap di kamarnya, ia mengenakan dress casual dengan tas selempang kecil favoritnya itu.
Setelahnya Lion pun menuruni anak tangga dan duduk di sofa untuk menunggu Bima.
“Tumben sudah rapi, mau keman?” tanya mbak Narti yang tengah sibuk menutup semua gorden.
“Mau makan Mbak, nanti kalau Tante Anggi tanya bilang aja aku pergi ke luar ya Mbak,” pinta Lion.
“Iya Nak Lion,” sahutnya.
Tidak lama terdengar suara klakson mobil di depan pintu pagar, dengan cepat Lion keluar dan menghampirinya.
Terlihat Bima sudah keluar mobil dan menunggunya.
Bima membuka pintu mobil untuk Lion lalu kemudian ia masuk ke dalam mobil.
“Aku mengajak orang lain untuk bergabung bersama kita gak apa-apa kan?” tanya Bima.
“Gak apa-apa,” sahut Lion.
__ADS_1
Mobil melaju menuju sebuah restoran chinese food yang terkenal di kota Z, sebelumnya Bima sudah memesan sebuah tempat VIP.
“Kok kita ke VIP sih?” tanya Lion.
“Karena ada hal penting yang ingin aku dan orang itu bicarakan,” ucap Bima.
“Lu itu aneh, lu pasti sebenarnya udah ada janji kan lalu kenapa lu ngajak gua juga?” tanya Lion.
“Karena ... hari ini aku pengen lihat kamu,” sahut Bima sambil memandang dalam mata Lion.
Lion terkekeh tertawa, Bima tahu jika tawanya itu hanya untuk menutupi rasa malunya atas ucapan Bima.
Tidak lama seseorang mengetuk pintu tuang VIP itu.
“Selamat malam pak Bima,” ucap seorang pria tinggi dengan rambut sedikit beruban.
“Selamat malam Jatmiko, senang bisa bertemu dengan anda hari ini,” ucap Bima sambil berjabatan tangan.
“Wah ini pertama kalinya saya melihat anda membawa seseorang,” ucap Jatmiko.
Lion pun berdiri dan menjabat tangan Jatmiko.
“Halo, saya Liona,” ucap Lion dengan sopan.
“Liona, nama yang bagus,” ucap Jatmiko.
__ADS_1
“Silahkan duduk,” pinta Bima.
Seorang pelayan pun menghampiri Bima, Bima pun memesan paket premium hot pot dan juga paket barbeque untuk Lion karena ia tahu jika Lion menyukainya.