
Denting bel berbunyi, semua siswa berkumpul di lapangan dan memakai seragam lengkap.
Seperti biasa setiap hari senin akan diadakan upacara bendera, dan Azlan bertugas sebagai pembawa bendera.
Tubuh Azlan yang tinggi dan tetap memang sangat cocok untuk menjadi petugas bendera.
Para siswa mulai berkumpul dan merapikan barusan, sebelum upacara dimulai banyak siswi yang menanggil-manggil nama Azlan nama Azlan sama sekali tidak menoleh.
“Se-populer itu dia?” ucap Lion kepada Mala yang berbaris di depannya.
“Azlan memang populer sejak dia pertama pindah ke sekolah ini,” jelas Mala.
“Dia anak pindahan juga?” tanya Lion.
“Iya saat kelas 10, pindahan dari luar kota,” sahut Mala.
Upacara bendera pun dimulai, terik matahari membuat Lion terus berkeringat ditambah tubuhnya yang tinggi membuat ia tidak bisa bernaung dibelakang orang lain.
Malah beberapa siswi yang tingginya di bawah Lion sengaja memilih untuk berdiri di belakang Lion karena bisa berlindung dari terik matahari.
‘Kenapa badan gua paling tinggi sih di sini,’ batin Lion yang sedari tadi tersengat matahari.
Hingga tiba saatnya sesi pengibaran bendera, saat Azlan lewat bersama dua anggota lainnya seluruh mata langsung memandang ke arahnya.
Upacara bendera pun selesai, semua murid dibubarkan.
Saat masuk kelas Lion langsung merasa lemas karena kepanasan hingga matanya pun sedikit berkunang-kunang.
“Aduh gila panas banget!” eluh Lion.
tiba-tiba beberapa siswi masuk ke dalam kelas dengan sangat heboh sambil menatap layar ponselnya.
“Ini serius? Wah gila gak nyangka,” ucapnya.
Beberapa siswi itu pun menatap Mala lalu menggunjingnya secara terang-terangan.
“Di kelas pendiam gak nyangka di luar sekolah dia mengerikan,” ucap siswi lain.
Rupanya mereka sedang menonton sebuah video yang berdurasi beberapa menit, karena penasaran Lion pun mendekati mereka dan melihat isi video tersebut.
“Lu semua nonton apaan sih?” tanya Lion sambil menghampiri para siswi yang berkerumun itu.
Lion pun di perlihatkan sebuah video tak pantas, dan di dalamnya rupanya adalah teman sebangkunya Mala.
Lion begitu tidak percaya dengan apa yang ia lihat, di dalam video itu Mala tengah dicekoki minuman oleh beberapa orang hingga ia tak sadarkan diri.
Tidak hanya sampai di situ, pakaian Mala dilucuti hingga tersisa tangtop yang ada dibalik kemejanya.
dalam video itu Mala sempat tersadar namun tidak dapat bergerak, tubuhnya di pegangin oleh dua orang pria yang tidak terlihat wajahnya.
Di menit terakhir terjadi tindak asusila terhadap Mala, yang membuat mereka semua semakin gempar.
__ADS_1
Tidak lama bu Sarah mendatangi kelas dan memanggil Mala ke ruang guru.
Dengan wajah tertunduk Mala ikut ke ruang guru, di sepanjang lorong Mala berjalan banyak siswa yang meneriaki nya dan bahkan mengatai Mala.
Saat itu juga Lion mencari keberadaan Azlan dan juga Candra.
Lion berlari dan mencari keberadaan mereka di setiap sudut sekolah hingga Lion menemukan Candra yang tengah asik memakan semangkuk mie ayam di kantin.
Saat Candra ingin menyuap mie ayam itu tiba-tiba tangannya di tarik oleh Lion.
“Eh apaan sih lu!” ucap Candra.
“Udah lu lupain aja tu mie ayam. Mala dalam masalah,” ucap Lion.
Tanpa berkata apa pun Candra berdiri dan berlari hingga mereka bertemu Azlan di tangga.
“Azlan ayo ikut kita!” ucap Lion sembari menarik tangan Azlan.
“Ada apaan sih?” tanya Azlan.
“Ini tentang Mala. Mala dalam masalah!”
Mereka bertiga berlari menuju ruang guru, rupanya di depan ruang guru sudah banyak murid yang berkumpul.
Pintu ruang guru di tutup, dan membuat mereka tidak dapat mengetahui pembicaraan Mala.
Di ruang guru, Mala dicecar dan di marahi habis-habisan oleh beberapa guru dan kepala sekolah.
“Kamu tahu sekolah kita ini sekolah yang terpandang dengan akreditasi A, denga adanya masalah ini sekolah kita jadi tercoreng!” ucap kepala sekolah.
“Pak, ini bukan sepenuhnya salah Mala. Kita juga harus mencari orang yang menyebar video tersebut,” ucap bu Sarah.
“Lagi pula di dalam video itu sangat jelas jika Mala di paksa. Saya mohon pak untuk tidak mengeluarkan Mala,” pinta bu Sarah.
“Baik. Tapi anda sebagai wali kelas harus bertanggung jawab untuk mencari tahu siapa yang menyebarkan video tersebut,” pinta kepala sekolah.
“Baik Pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin.”
Tidak lama Mala dan bu Sarah pun keluar, saat Mala keluar semua siswa menyoraki Mala dan mengatai Mala dengan kata-kata kasar.
Beruntung bu Sarah berasa di pihak Mala, karena Mala adalah murid berprestasi dan menjadi murid favorit bagi para guru.
“Sudah! Bubar sekarang atau kalian semua ibu berikan poin!” ucap bu Sarah.
Mendengar hal itu mereka semua pun membubarkan diri, tidak terkecuali dengan Lion, Azlan, dan juga Candra.
“Bu ini sebenarnya ada apa?” tanya Candra.
“Sudah kamu tidak perlu tahu,” sahut bu Sarah.
“Mala, sepertinya untuk hari ini kamu ibu pulangkan dulu. Untuk masalah kamu biar ibu yang urus,” ucap bu Sarah.
__ADS_1
“Tapi bagaimana denga pelajaran saya bu?”
“Nanti teman-teman kamu yang akan menyakinkan nya buat kamu,” ucao bu Sarah sembari menatap Lion.
Mala menitikkan air mata, ia tak henti-hentinya menagis. Lion menemaninya untuk masuk ke dalam kelas dan mengambil tasnya begitu pula dengan Candra dan juga Azlan.
“Mala lu tenang aja, biar gua yang cari tahu siapa yang nyebar video lu itu,” ucap Lion.
“Ini sebenarnya ada apaan sih? Video apaan?” tanya Candra.
Baru saja Candra bertanya tiba-tiba sebuah notifikasi masuk di ponselnya. Sebuah nomor yang tidak di kenal mengirimkan Candra sebuah video lewat chat.
“Video apaan nih?” ucap Candra.
Candra pun lantas membua video tersebut dan saat itu ia mengerti maksud dari ucapan Lion.
“Sialan!” ucap Candra mengumpat.
“Siapa yang nyebar video ini?” ucap Azlan yang juga melihat video itu di ponsel milik Candra.
“Mala my Princess kamu tenang aja, aku bakalan cari tahu siapa yang sebarin video ini,” ucap Candra.
“Kita bisa dapat info yang akurat dan cepat,” ucap Azlan.
“Lion, satu-satunya orang yang bisa ngomong sama dia cuma lu.”
“Memangnya siapa? Emang gua kenal?”
“Bima. Cuma dia yang bisa dengan cepat cari tau tentang masalah ini,” sahut Azlan.
“Dia paling anti ikut campur masalah orang, tapi kalau lu yang ngomong pasti dia mau,” ucap Azlan.
“Ya udah deh entar gua ngomong langsung sama orangnya,” sahut Lion.
Mereka bertiga pun mengantarkan Mala hingga sampai ke depan pintu gerbang sekolah.
“Makasih ya kalian mau membantuku sampai seperti ini,” ucap Mala.
“Sama-sama, kita kan sahabat Mala. Gua gak mungkin biarin orang nyakitin lu,” sahut Lion.
“Ya sudah aku pulang dulu ya.”
Mala pun keluar dan berjalan kaki menuju rumahnya.
“Nah sekarang kita bagi tugas, gua catat pelajaran di jam pertama terus Candra di jam kedua dan Azlan di jam ketiga. Gimana?” usul Lion.
“Ya udah kalo gitu.”
Mereka pun sepakat untuk membantu Mala, hingga jam pelajaran pun dimulai.
Lion mulai mencatat apa yang di jelaskan oleh guru, bahkan Lion diam-diam merekamnya menggunakan ponselnya.
__ADS_1
Begitu pula dengan Azlan dan Candra, mereka melakukan hal yang sama. Bahkan Azlan meminta izin kepada guru yang tengah mengajar untuk merekam pembelajaran yang di berikan, yang nantinya akan di berikan kepada Mala.
Beberapa guru mengapresiasi sikap mereka bertiga yang sangat setia kawan tersebut.