
“Apa semua sudah siap?” tanya Bima.
“Sudah Pak, dan para investor pun sudah berkumpul di ruangan termasuk Johan,” sahut Romi.
“Bagus, biarkan dia merasa percaya diri dulu,” ucap Bima.
saat Bima akan keluar ruangan terlihat Viola masuk dan tiba-tiba menggandeng tangannya.
“Bima ayo, ini waktu yang pas untuk mengumumkan acara pertunangan kita,” ucap Viola.
Bima hanya diam dan mengikuti langkah Viola yang terus menggandeng tangannya dengan langkah pasti dan penuh percaya diri Viola berdiri si samping Bima dan enggan melepas gandengannya.
Di ruangan itu juga ada Wilman yang akan menjadi investor terbesar di perusahaannya.
Bima pun duduk di kursi sedangkan Romi dan Viola berdiri di sampingnya.
“Kamu ngapain berdiri di sani? Di samping Johan ada kursi kosong,” ucap Bima.
“Gak, aku mau nemenin calon suamiku,” ucap Viola.
Bima hanya bisa tersenyum masam mendengar ucapan Viola itu. Sementara beberapa orang terkejut dengan apa yang Viola ucapkan hingga para investor itu seperti riuh dan berbisik-bisik.
Berbeda lagi dengan Johan, ia terlihat tersenyum dengan angkuh dan berkhayal jika sebentar lagi anaknya akan menjadi istri dari pemilik perusahaan itu.
“Baik kita mulai diskusi kita pada hari ini,” ucap Bima.
“Sebelumnya saya akan memperkenalkan seseorang, beliau adalah Wilman Brahman pemilik dari Wilman grub,” sambung Bima.
Wilman pun berdiri dan memberi salam pada para investor yang lain, semuanya nampak terkejut ternya pria yang sedari tadi diam tanpa banyak bicara itu adalah pemilik dari Wilman grub, perusahaan terbesar yang berada di dalam dan luar negeri.
Mereka tidak menyangka bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Wilman.
“Wah saya tidak menyangka ternyata anda adalah Wilman,” ucap Johan.
__ADS_1
“Mati lah kamu,” ucap yang lain.
“Memangnya ada apa?” tanya Bima.
“Tidak ada, hanya saja dia menyangka saya hanya orang baru yang belum mengerti apa-apa,” ucap Wilman sambil tersenyum.
Bima pun menatap ke arah Johan yang terkesan membuang wajahnya dan tidak merasa bersalah sedikit pun.
“Baik, saya akan mengumumkan sesutu yang telah kita sepakati kemarin,” ucap Bima.
“Apa? Memangnya kalian membuat kesepakatan apa? Kenapa aku tidak di beri tahu?” ucap Johan.
“Bukankah anda yang tidak ingin tahu? Bahkan anda tidak pernah hadir dalam setiap rapat kita?” sahut Bima.
“Bukankah ada Viola kenapa tidak memberitahunya?” ucap Johan sambil menggebrak meja.
“Sayangnya anak yang paling anda sayangi itu setiap hari kerjanya hanya mengejar-ngejar saya dan keluar masuk ruang kerja saya tanpa permisi seperti orang yang tidak punya sopan santun,” Sahut Bima sambil bersandar di kursinya.
“Oh ya, ada satu hal lagi. Putri kesayangan anda ini sudah membuat masalah dengan putri bapak Wilman,” ucap Bima.
“Romi, nyalakan monitor dan putar videonya.”
Romi pun bergegas ke bagian pojok ruangan dan menyalakan layar tipis selebar dinding itu, rupanya video yang Bima maksud adalah video yang sempat viral belakangan ini.
Terlihat jelas Viola menampar wajah Lion, melihat hal itu ekspresi Wilman langsung berubah.
“Cukup!”
“Saya ingin Johan keluar dari daftar investor!” ucap Wilman.
“Apa hak kamu? Kamu bahkan bukan siapa-siapa di perusahaan ini! Apa bisa kamu mengembalikan saham yang sudah aku berikan di perusahaan ini hah? Jangan banyak bermimpi!” oceh Johan dengan wajah memerah.
“Maaf Johan, sepertinya anda belum tahu jika pak Wilman sudah menjadi investor terbesar di perusahaan ini bahkan saya akan bekerja sama dengan beliau untuk membangun perusahaan lain,” sahut Bima.
__ADS_1
“Lalu saya juga sudah mengumpulkan bukti-bukti kecurangan yang anda lakukan di perusahaan saya, bahkan anda mengancam karyawan saya. sangat menyedihkan,” ucao Bima.
“Bukti apa? Memangnya kamu bisa membuktikannya hah?”
“Bisa, tapi sebelum itu anda harus memberi penjelasan anda di kantor polisi,” ucap Bima.
Tidak lama beberapa orang berseragam masuk ke dalam ruangan.
“Bapak Johan mohon ikut kami ke kantor, ini surat penangkapan dari kami,” ucapnya sembari memberikan selembar surat.
“Apa apaan ini? Saya tidak butuh ini!” Johan merobek kertas tersebut.
Beberapa orang memegangi Johan dan menariknya keluar dari ruangan itu, Johan meronta dan mengumpat sejadi-jadinya.
Sementara itu Viola berlari memohon untuk tidak menangkap Johan.
“Pak jangan tangkap papa saya! Pak!” Viola menarik tangan salah satu polisi itu.
“Bima tolong papa ku!” ucapnya merengek sembari menangis.
“Papa!”
“Papa gimana nanti Viola!” ucap Viola.
“Viola kalu harus hubungi pengacara papa!”
Perlahan suara-suara rengekan Viola dan juga umpatan dari Johan mulai menghilang, para investor lain cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bima.
Begitu juga dengan Wilman yang tidak menyangka akan melihat penangkapan seseorang di depan matanya.
“Maafkan saya atas keributan ini, saya akan mengurus segala sesuatunya untuk anda,” ucap Bima.
“Gak apa-apa, saya juga sekalian minta maaf karena saya lihat di video anak saya mendorong anda. Pada dasarnya Liona itu polos namun keras kepala,” ucap Wilman.
__ADS_1
“Ya saya sangat tahu tentang itu.”
Sementara itu penangkapan Johan sampai masuk ke dalam berita, begitu pula dengan kecurangan-kecurangan yang ia lakukan. Serta dugaan penganiayaan terhadap seorang staff keuangan di perusahaan Bima. Viola pun terkena imbas dari berita itu, banyak orang menghujatnya dan mengatakan ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’.