
Lion duduk di atas kasur sembari menatap ke arah jendela.
Dari jendela lantai dua kamarnya itu terlihat jelas aktifitas orang-orang sekitar.
Hingga getaran dari ponselnya menyadarkan lamunannya.
Saat Lion membuka ponselnya rupanya itu adalah chat dari Mala.
“Lion terima kasih ya kuenya tadi aku bawa pulang,” tulisnya di chat.
‘Ya ampun perkara kue doang bilang makasihnya sampai berlanjut di chat,’ Lion bermonolog.
“Iya sama-sama. lagian itu kan cuma kue Mala,” balas Lion.
“Mala gua lagi bosan nih lu sibuk gak?” tanya Lion.
“Enggak sih, kenapa memangnya?”
“Kirim alamat rumah lu dong,” pinta Lion.
“Hah? Kamu mau ke rumah aku? Rumahku jelek aku malu,” balasnya.
“Ya elah, ngapain malu sih. Ayo cepetan kirim alamat lu,” pinta Lion.
“Ya sudah, jalan Dahlia 3 gang Istimewa rumah paling pojok depannya ada pohon jambu air,” balasnya.
“Oke deh gua ke sana,” balas Lion sambil menutup obrolan di chatnya.
Lion memakai jaket dan tas kecilnya lalu berlari menuruni anak tangga.
“Tan Lion bawa mobil papa ya,” ucap Lion.
__ADS_1
“Iya, kuncinya ada di gantungan dekat pintu ya,” sahut Anggi yang tengah asyik menonton serial drama.
Lion pun mengambil kunci lalu masuk ke dalam mobil, ia memacu mobil Civic berwarna kuning itu dengan kecepatan sedang menuju alamat yang di berikan oleh Mala.
Hingga mobil itu masuk ke sebuah jalan kecil namun mobil yang di kendarai Lion masih bisa masuk.
‘Di depannya ada pohon jambu? Apa ini ya?’ Lion bermonolog sembari menatap sebuah rumah kecil.
Lion pun ke luar dari mobil, “Permisi,” ucap Lion.
“Iya sebentar,” terdengar suara sahutan dari dalam.
Seorang perempuan seumuran dengan Lion keluar dari rumah dengan pintu yang terbuka itu.
“Lion,” ucapnya.
“Nyari rumah lu gampang juga ya, walau pun gua baru pertama kali keluyuran di kota ini,” ucap Lion.
“Iya, tadinya mau naik motor tapi lagi males jadi pakai mobil papa gua aja,” sahutnya.
“Jalan yuk, gua bosan di rumah sepi.”
“Kemana?”
“Jalan-jalan. Eh itu bokap lu ya?” tanya Lion yang melakukan hat seorang pria paruh baya keluar dari balik pintu.
“Iya itu Bapak aku,” sahut Mala.
Lion pun berjalan menghampiri pria paruh baya itu.
“Sore Om, saya Lion temen sekelasnya Mala,” ucap Lion.
__ADS_1
“Teman sekelas? Jarang sekali ada teman sekelasnya datang ke sini,” ucapnya.
“Iya Om, saya murid baru pindahan dari kota Z, oh iya om saya mau ajak Mala jalan boleh gak?” tanya Lion.
“Boleh, silahkan Mala juga lagi tidak ada kegiatan,” sahutnya.
“Nah ayo Mala, kita jalan,” ucap Lion.
“Ya udah aku siap-siap dulu ya.”
Mala pun masuk ke rumahnya dan bersiap.
Setelahnya mereka berdua berpamitan, Mala masuk ke dalam mobil dan Lion memacu mobilnya sembari membuka aplikasi penunjuk arah.
“Wah ... ini pertama kalinya aku naik mobil sebagus ini,” ucap Mala.
“Biasanya aku naik mobil juga tapi bukan mobil mewah,” sambungnya.
“Terus naik apaan?”
“Angkot,” sahutnya.
“Ya iya itu mobil juga sih,” sahut Lion.
“Kita ke Mall dulu ya, gua mau lihat-lihat ada apaan aja di mall kota ini.”
“Aku nunggu di parkiran aja ya Lion.”
“Lah ... kok gitu,” sahut Lion.
“Aku malu, lagian aku gak punya uang,” sahutnya.
__ADS_1
“Tenang hari ini gua yang traktir jadi lu jangan merasa malu atau apa pun,” sahut Lion.