Liona Penakluk Hati Tuan Es

Liona Penakluk Hati Tuan Es
Pertemuan adalah Takdir


__ADS_3

tujuh tahun berlalu, Lion masih betah menetap di luar negeri bahkan dia memilik banyak teman serta relasi.


Perlahan Liona mulai membangun bisnisnya dengan dampingan dari Daren.


Sedangkan Wilman menetap di Indonesia karena ada banyak pekerjaan yang belum di selesaikan di sana.


Liona yang di juluki preman pasar itu oleh Daren kini tumbuh menjadi wanita yang elegan dan juga sangat cantik. 


“Lion, temen-temen lu datang tuh,” ucap Daren.


“Ya udah, gue turun dulu,” sahut Liona.


“Kok ekpresi lu biasa aja sih?”


“Lah emang temen gue yang mana?”


Daren menatap ke arah Lion, seketika Lion langsung berlari turun ke bawah.


“Liona,” ucap seorang wanita berambut panjang dan nampak elegan itu.


“Mala!” ucap Lion berlari dan memeluk Mala.


“Lama tidak ketemu Liona,” ucap Mala.


“Ya ampun aku gak nyangka kamu bakalan datang ke sini, Chandra mana?” tanya Lion.


“Ada, sebentar lagi juga bakalan masuk.”


Tidak lama seorang laki-laki sambil mendorong kereta bayi dan meneteng tas berwarna pink di bahunya masuk ke dalam rumah.


“Chandra? Itu elu?” ucap Lion yang terkejut melihat Chandra yang begitu berubah.


“Ya ampun, kalian udah punya anak? Kapan kawinnya?” tanya Liona.


“Oma menikahkan kami, karena Chandra terus terusan mengikuti setiap apa yang aku lakukan. Oma sangat menyukai Chandra dan meminta Chandra untuk cepat-cepat melamarku,” ucap Mala.


Terlihat Chandra sedikit berubah dari segi penampilan, tubuh Chandar terlihat lebih berisi dengan perut sedikit membuncit serta kumis tipis menghiasi atas bibirnya.


“Lama gak ketemu Lion,” ucap Chandra.


“Ayo duduk dulu kalian,” pinta Lion.


“Aku kangen banget sama kalian, aku belum bisa pulang ke Indonesia karena harus mengurus bisnisku di sini,” ucap Lion.


“Aku bersyukur kalu baik-baik aja di sini,” sahut Mala.


“Aku masih gak nyangka kalian udah punya anak,” ucap Lion.


“Yah  gimana lagi baru seminggu gue nikah sama Mala, si Oma udah minta kita punya anak, kalo gue sih mau minta anak berapa aja gue jabanin,” ucapnya sambil tertawa.


“Rumah lu sepi banget sih,” sambung Chandra.


“Iya kan gue tinggal sendiri tapi ada Daren di dalam,” sahut Lion.


“Kalian ... berdua aja? Azlan?” tanya Lion.

__ADS_1


“Semenjak kuliah kita sudah gak kontekan lagi sama Azlan bahkan nomornya sudah gak aktif lagi, kita coba datang ke rumahnya tapi Azlan gak ada. Kata Bima , Azlan udah punya rumah sendiri dan gak tinggal sama mereka lagi, gak banyak info yang bisa kita dapatin dari Bima,” ucap Chandra.


“Semoga dia baik-baik aja,” ucap Lion.


“Oh iya, gue ketemu tante lu. Ternyata selama ini tante lu kenal sama oma,” ucap Chandra.


“Iya Liona, aku juga kaget karena waktu itu aku gak sengaja lihat Oma sering jalan keluar sama tante Anggi. Waktu aku tanya kata Oma, tante Anggi itu teman lamanya dan menjalin bisnis bersama udah sejak lama. Tapi saat itu Tante Anggi gak tahu kalau aku cucu Oma sampai saat aku di bawa kembali ke rumah itu,” ucap Mala.


“Begitu rupanya, aku gak pernah mau tahu tentang pekerjaan tante Anggi jadi aku tidak pernah membahas pekerjaannya,” ucap Lion.


“Ya udah lah lupain aja, kalian rencananya mau berapa lama di sini?”


“Mungkin seminggu, kami kebetulan punya apartemen didekat sini,” sahut Mala.


“Kalau gitu, gimana kalau besok kalian gue ajak jalan-jalan. Disini ada banyak dertinasi keren,” ucap Lion.


“Wah boleh, udah lama juga gak jalan-jalan soalnya Chandra sibuk terus,” ucap Mala.


Mereka pun berbincang cukup lama di ruangan tersebut hingga sore hari, Mala dan Chandra memutuskan untuk pulang ke apartemen sedangkan Lion memutuskan untuk pergi berbelanja untuk makan malam.


Di tempat ini Liona lebih mandiri, dia lebih suka memasak makanannya sendiri dan belanja sendiri ke supermarket walau pun sebenarnya dia bisa saja menyuruh orang untuk melakukannya.


Saat di supermarket Lion membeli cukup banyak bahan makanan karena barang bawaannya terlalu banyak Lion cukup kesusahan untuk membawa belanjaannya keluar hingga dia tanpa sengaja menabrak seseorang.


“Oh ... i’m so Sorry!” ucapnya sambil membenahi belanjaannya yang terjatuh.


Orang itu pun ikut memunguti belanjaan milik Lion, hingga Lion menatap ke arah orang itu untuk meminta maaf sekali lagi.


Seketika Lion terdiam dan menatap orang itu tanpa berkedip. Seorang pria yang sangat dia kenal berdiri menatap dirinya dengan senyum simpul.


Pria bertubuh tinggi bermata dingin dan wajah tampan itu membuat Lion seketika tak bisa mengucapkan kata-kata dari mulutnya.


Azlan membantu Lion berdiri, mata cantik bersinar itu tanpa kedip menatap pria yang dulu teman satu kelasnya itu.


“Lu ngapain disini?” tanya Lion dengan gagap.


“Ada sesuatu yang harus gue urus di gedung seberang sana, tapi sejak kemarin gue mau ke sini dan baru ada waktu sekarang. Ternyata Tuhan memang sudah menjadwalkan gue buat bertemu sama lu di sini,” ucap Azlan.


Tiba-tiba terdengar suara perempuan memanggil Azlan dari belakangnya.


“Azlan! Ayo!” 


Azlan menoleh ke belanga,” Iya tunggu sebentar!” sahutnya


Lion menatap tajam ke arah Azlan, dan melirik ke arah wanita cantik dengan perut besarnya, Lion bergegas pergi dan masuk ke dalam mobil tanpa Azlan sadari Lion sudah menghilang dari hadapannya.


“Lion! Liona! Tunggu Liona!” 


Azlan tidak sempat mengejar, mobil mewah berwarna merah itu sudah melaju dengan kecepatan tinggi.


“Azlan, dia siapa?” tanya wanita itu.


“Dia wanita yang selama ini aku ceritakan,” sahut Azlan.


“Lalu kenapa dia pergi?” tanya wanita itu.

__ADS_1


“Entah, aku juga gak ngerti. Apa dia udah ngelupain aku?” ucap Azlan.


Wanita itu melihat ke arah kaca yang ada di samping toko tersebut, pantulan dari dirinya membuat wanita itu mengerti apa yang terjadi namun dia hanya diam sambil menahan tawanya.


“Si Bima mana sih lama banget!” ucapnya kesal.


“Ada apa? Tumben kamu cari aku,” sahutnya.


“Sayang, kamu tahu gak tadi si Azlan udah ketemu sama pujaan hatinya tapi habis itu ceweknya ngilang deh,” ucapnya menahan tawa.


“Siapa? Kamu baru dua minggu di sini udah punya gebetan aja,” ucap Bima.


“Vania, ayo kita masuk ke mobil udaranya semakin dingin aku gak mau kamu kedinginan,” ucapnya sambil memeluk istrinya tersebut.


“Ya sudah ayo, Oh iya Azlan sebaiknya kamu datangi dia karena mungkin dia salah paham sama kamu. Ayo sayang,” ucap Vania sambil menggandeng lengan Bima.


“Salah paham apa? Memangnya aku salah apa?” ucap Azlan.


Azlan pun mendengus, ia pun kembali ke gedung tinggi yang berada di seberang jalan. Dalam ruangan kerjanya itu Azlan mencoba mencari keberadaan Lion lewat sosial media, namun bukan Lion yang dia temukan tapi Chandra.


‘Si Chandra masih aktif di akun lama ini ternyata,’ Azlan bermonolog.


Azlan mulai berselancar di akun milik Chandra yang tidak di privasi tersebut, Azlan sempat terkejut ternyata Chandra sudah menikah dengan Mala dan memiliki seorang anak.


Azlan pun mencoba mengirim pesan lewat akun tersebut.


‘Chan, gimana kabar lu? Ini gue Azlan,’ tulis Azlan dalam pesan tersebut.


Chandra adalah tipikal orang yang narsis dia sangat gemar bermain sosmed dan membagikan kegiatannya sehari-hari di akun sosial medianya.


Satu jam kemudian pesan itu di balas oleh Chandra.


“Sialan! Kemana aja lu?” balas Chandra.


“Gue gak bisa hubungi kalian, waktu itu gue kecelakaan motor dan ponsel gue hancur,” balas Azlan.


“Gila ya lu, 7 tahu lu baru ingat sama gue. Lu sekarang dimana? Gue sama Mala nyari lu tapi lu udah pindah,” balas Chandra.


“Gue sekarang lagi si Swiss, lebih tepatnya di Jenewa. Gue ada buka bisnis di sini tapi baru dua minggu gue di sini,” balas Azlan.


Chandra langsung meminta nomor ponsel Azlan dan menghubungi Azlan lewat panggilan video.


“Azlan! Gila kenapa lu baru ada kabar sih?” ucap Chandra.


“Hai Azlan apa kabar lana banget gak ketemu,” ucap Mala memberi salam.


“Wah, kalian udah nikah aja gue kira Mala gak mau sama lu Chan,” ucap Azlan tertawa.


“Lu di Jenewa kan? Nanti gue kirim alamat gue trus lu ke sini oke!” ucapnya.


“Hah? Kalian di Swis?”


“Iya kami liburan sekalian mau ketemu masa Liona,” sahut Mala.


“Ya udah kirim alamat lu sekarang!” ucap Azlan yang langsung mematikan panggilan video tersebut.

__ADS_1


Chandra pun mengirim alamat apartemen mereka kepada Azlan, dengan cepat Azlan berjalan mengambil kunci mobil dan melaju menuju alamat yang Chandra kirim.


__ADS_2