
Pagi hari, Lion telah bersiap dengan seragam sekolahnya.
Saat keluar pintu, terlihat mobil Bima sudah siap di depan pagar.
“Udah lama nungguinnya?” tanya Lion.
“Buat kamu, mau menunggu sampai malam pun aku gak masalah,” sahut Bima sembari membuka pintu mobil.
Lion pun masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju menuju sekolah Lion hingga mereka sampai.
“Makasih ya udah mau antar ke sekolah,” ucap Lion.
“Buat kamu apa yang tidak,” sahut Bima.
“Apaan sih, ya udah gue masuk dulu ya,” ucap Lion.
“Nanti pulang sekolah aku jemput lagi,” teriak Bima.
Lion terus berjalan, dengan jantung yang sedari tadi terus berdebar kencang. Lion sendiri masih belum mengerti kenapa ia bisa berdebar ketika di dekat Bima.
Padahal sebelumnya Lion tidak pernah seperti itu.
Lion pun masuk ke dalam kelas, di sana hanya ada Candra sedangkan Azlan dan Mala belum datang.
“Incan! Tumben lu pagi datangnya,” sapa Lion sembari duduk di kursinya.
“Eh jangan panggil gue begitu dong!” protes Candra.
“Iya iya sorry. Oh iya kakak sana adik gue besok mau ke sini,” ucap Lion.
“Si Daren? Wah udah lama banget gue gak liat batang hidungnya,” ucap Candra.
__ADS_1
“Iya entar lu gue kabarin kalau Daren sama Juan datang,” sahut Lion.
“Wah bisa nostalgia masa kecil entar gue sama Daren,” sahut Candra.
Di sisi lain, Bima tengah mengadakan pertemuan dengan seseorang yang sangat penting.
“Ini kali kedua kita bertemu,” ucap Bima.
“Bukannya kita pernah bertemu sebelumnya, apa kamu lupa? Saat acara ulang tahun pernikahan Bastian dan Anna dulu. Saat itu kamu masih seumuran anak saya Daren waktu itu,” tutur Wilman.
Bima pun tersenyum simpul, “saya kita anda sudah lupa, karena itu sudah lama sekali.”
“Kamu mau menguji saya? Sayangnya daya ingat saya sangat kuat,” ucap Wilman tertawa kecil.
“Senang bertemu dengan Om lagi,” ucap Bima.
“Awalnya saya ragu kalau kamu anak dari Bastian, tapi saat melihat foto Bastian ini saya jadi sangat yakin sekarang,” ucap Wilman sembari melirik ke sebuah foto keluarga yang terpajang di ruangan Bima.
Mereka berbincang sembari mengenang masa lalu. Di masa dulu Wilman dan Bastian adalah rekan bisnis mereka bekerja sama dalam suatu proyek hingga proyek tersebut maju.
Setelahnya mereka memilih untuk berpisah, karena Wilman harus meneruskan bisnis milik orang tuanya yang di bebankan kepadanya.
Sedangkan Bastian di bantu oleh Anna istrinya menjalankan proyek yang Wilman dan Bastian bangun.
Selang beberapa tahun, saat bisnis proyek Property yang Bastian jalankan itu jaya tiba-tiba Bastian jatuh sakit.
Perlahan bisnisnya mengalami penurunan hingga Bastian akhirnya tutup usia di saat Bima berumur 12 tahun.
Beberapa bulan kemudian bisnis yang mereka miliki bangkrut hingga gulung tikar, kebangkrutan itu tidak diketahui oleh Wilman karena Anna selaku istri Bastian tidak pernah memberi kabar sama sekali apa lagi saat itu Wilman berada di ouar begeri.
Sementara itu Bima memiliki kedekatan dengan Daren anak pertama Wilman.
__ADS_1
Daren dan Bima seakan sudah seperti saudara. Sejak berusia 15 tahun Bima selalu memperhatikan Lion adik dari Daren.
Sesekali Bima sering menjahili Lion yang saat itu tengah bermain dengan anak tetangganya yang menjadi teman sekelasnya sekarang yaitu Candra.
Seperti sebuah takdir yang telah di tulis oleh sang pencipta sebelumnya, Bima kembali bertemu dengan Lion setelah hampir 15 tahun berpisah karena Anna memilih pindah dari ibu kota.
Saat pertama kali Bima di perkenalkan oleh Anggi di rumahnya, Bima merasa sangat bahagia karena bisa melihat orang yang ia sukai sejak lama itu.
Jantungnya berdebar kencang ketika menjabat tangan Lion, matanya tidak pernah beralih dari Lion.
Liona yang ia kenal semasa kecil kini sudah tumbuh menjadi gadis SMA yang cantik namun tetap rendah hati.
Sikap polosnya masih tertanam hingga sekarang, itu lah yang membuat Bima jatuh hati untuk yang kedua kalinya kepada Lion.
Liona, panggilan Bima sejak dulu untuk Lion.
Bima juga cukup terkejut karena bisa bertemu dengan Candra, bocah yang dulunya cengeng dan banyak bicara itu kini tumbu menjadi siswa SMA yang berbadan tinggi serta wajah oriental membuat Bima tidak pernah lupa dengan teman masa kecil Lion itu.
Sebelumnya, Bima sempat mengira jika Lion dan Candra dekat dan bahkan memiliki hubungan. Namun hal itu ter patahkan oleh kehadiran Mala yang membuat Candra tergila-gila.
Sebelumnya Bima tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan wanita, ia memilih untuk bekerja dan terus bekerja demi membahagiakan wanita yang telah merawat dan membesarkannya yaitu Anna.
Kerasnya kehidupan Bima saat pertama datang di kota Z, membuat pribadi Bima menjadi dingin dan bahkan tidak perduli dengan siapa pun, ia berjuang menghadapi kerasnya hidup di tempat yang belum ia kenal.
Saat beranjak remaja banyak pekerjaan yang sudah pernah Bima coba sembari bersekolah.
Hingga saat itu Anna tiba-tiba memberikan sebuah perusahaan kepada Bima.
Perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor barang lokal, perusahaan itu awalnya di geluti oleh orang tua Anna yang kemudian di wariskan kepada Bima dengan syarat Bima harus sudah berumur 20 tahun.
Dan saat berumur 20 tahun Bima mulai masuk ke perusahaan itu, Bima mulai belajar tentang sistem pengiriman barang serta barang-barang apa saja yang memiliki nilai jual tinggi di negara lain.
__ADS_1
Hingga perusahaan itu berkembang pesat dan menarik perhatian Wilman.